Jumat, 07 Maret 2014

Pembelajaran Hari Ini

0

Hari ini judulnya mengenali. Mengenali seorang teman, yang dari luar nampak kokoh, nampak kuat dan cekatan. Ternyata, ada sisi lainnya yang tidak terlihat. Sisi melankolis dan sensitifnya.

Belajar juga bahwa akan selalu ada, sisi yang tak bisa kita sentuh, atas hubungan manusia dengan Tuhannya. I mean, akan selalu ada, sisi iman yang kita tidak bisa terlalu mencampuri, selain ikut mengingatkan dan menjaga dari kejauhan. Selama seseorang tetap baik kepada sesamanya.

Menyempatkan posting sesuatu yang random macam begini, hanya karena suatu tekad yang baru berkobar: satu hari satu postingan. Semoga bisa konsisten..

See you tomorrow :)

Kamis, 06 Maret 2014

Seleksi CPNS Kementerian Keuangan RI

7

pict from: logo-share.blogspot.com



Halooo, hari ini waktunya aku posting tentang pengalaman ikutan seleksi CPNS Kementerian Keuangan tahun 2013. Kalau nggak salah, waktu itu lowongannya dibuka sekitar bulan September 2013. Proses seleksi ini bisa dikatakan cukup singkat, karena hanya memakan waktu ekitar 3-4 bulan. Oke kalau gitu, langsung aja aku jelasin tahap-tahapannya yaa..

Tahap 1: Seleksi Administrasi
Tahap awal ini dimulai dengan seleksi administrasi. Jadi, kita bakal disuruh isi data-data di suatu form via online. Selain itu juga upload dokumen-dokumen seperti ijazah, transkrip, dan lain-lain. Masih inget banget waktu itu ijazahku nggak keluar-keluar, padahal udah mepet sama tanggal penutupan lowongan. Tapi Alhamdulillah akhirnya ijazah keluar beberapa hari sebelum penutupan.

Tahap 2: Tes Kompetensi Dasar
Setelah nunggu 3 mingguan, pengumuman peserta yang lolos TKD pun keluar. Setelah pengumumannya keluar, para peserta wajib mengikuti verifikasi data dan pengambilan tanda peserta ujian yang dibagi dalam beberapa kloter di beberapa hari (saking banyaknya).

Tahun ini, Kementerian Keuangan merupakan salah satu instansi yang menerapkan sistem CAT (Computer Assisted Test). Sistem ini baru diberlakukan, jadi baru beberapa instansi yang pakai sistem CAT di tahun 2013 lalu. Sistem ini memudahkan banget. Selain meminimalisasi terjadinya kecurangan, sistem ini juga memudahkan banget buat kita ngerjain soalnya. Jadi, dengan CAT, kita bisa tahu nomor mana aja yang belum dijawab, ngganti jawaban, dan semuanya ya cuma klik sana klik sini, nggak usah ribet pake LJK. Yang serunya lagi, setelah tes, kita bisa tahu hasil/nilai kita secara langsung.

Tes Kompetensi Dasar atau yang biasa disebut dengan TKD terdiri atas 3 bagian:
a. Tes Wawasan Kebangsaan: isinya pertanyaan yang berhubungan sama UUD, Pancasila, sejarah, dan segala sesuatu yang ada hubungannya sama bangsa Indonesia. Paling susah bagian sejarah, sih, menurutku. Hahaha.
b. Tes Intelegensia Umum: isinya kayak tes potensi akademik gitu deh.
c. Tes Kepribadian: di bagian ini kita diharuskan memilih pernyataan-pernyataan yang paling sesuai sama diri kita ketika menghadapi masalah tertentu.

Untuk sistem penilaiannya, ada passing grade masing-masing untuk tiap bagian. Jadi untuk tes wawasan kebangsaan itu minimal benarnya berapa persen, begitu juga untuk bagian tes intelegensia umum sama tes kepribadian.

Tahap 3: Psikotes
Sekitar 3-4 minggu kemudian, peserta yang lolos ke psikotes akhirnya diumumkan, dan Alhamdulillah aku lolos juga. Psikotes ini waktunya lama banget, mulai jam 8 pagi sampai jam 3 sore. Untuk materinya, yaa standar psikotes gitu, ada nggambar (pohon, 8 kotak, manusia), ngitung-ngitung, milih pernyataan-pernyataan, dan sebagainya. Oh iya, selain itu, juga ada form mengenai kelebihan dan kekurangan diri, pencapaian dan kegagalan yang paling berkesan, dan nilai-nilai yang menjadi prinsip diri kita.

Tahap 4: Tes Kesehatan, Kebugaran, dan Wawancara
Rata-rata jeda antara satu tahap dengan tahap lainnya emang sekitar sebulanan sih ya, sama kayak jeda tahap 3 ke tahap 4 juga gitu. Alhamdulillah aku lolos lagi, tapi kali ini deg-degan juga, soalnya ada tes kebugaran yang mengharuskan lari keliling lapangan KONI. Seketika aku nostalgia jaman SMA, pernah ujian praktek olahraga lari di sana juga, dan nggak lulus. Hahahaha. Jadilah, demi mempersiapkan tes kali ini, aku latihan tiap hari lari minimal 15 menit.

Tes Kesehatan
Tes kesehatan standar seperti cek mata (minus dan buta warna), tinggi, berat, THT, dan tensi. Setelah melalui tes kesehatan ini, kita dapet rekomendasi dari dokternya, boleh ikut tes kebugaran atau nggak. Syukurlah saya boleh ikutan tes kebugaran :D

Tes Kebugaran
Tes kebugaran dibagi jadi dua, lari keliling lapangan selama 12 menit sama lari membentuk angka 8 sebanyak 3 kali. Aku masuk di kloter ke 2. Setelah peluit ditiup, aku masih semangat 45! Lari terus, nggak perlu kenceng-kenceng sih, asal konstan, lari terus. Alhasil aku berhasil ngelewatin temen-temen yang larinya udah duluan di depan dari tadi. Setelah berhasil 1 putaran, mulailah aku ngos-ngosan. Nggak kuat, aku jalan cepet, dan akhirnya keduluan sama temen-temen yang tadi aku salip. Kondisi itu terus berlangsung sampe putaran ke 2, ya ketebak banget lah, aku urutan paling belakang. Jadi selama 12 menit, aku cuma dapet 2 putaran lebih beberapa ratus meter gitu. Pasrah banget, emang nggak pernah kuat kalo disuruh lari kayak gitu.

Istirahat 3-5 menitan, waktunya shuttle run, alias lari membentuk angka 8. Di sini cepet-cepetan sih, tapi aku juga nggak tau waktu lariku secepet apa.

Wawancara
Besoknya, langsung wawancara. Jadi, tes kesehatan, kebugaran, dan wawancara ini digabung jadi 1 tahapan (kalo biasanya kan tes kesehatan sama wawancara itu jadi tahapan yang terpisah ya? ya memang tiap instansi punya kebijakan masing-masing). Wawancara ini dibagi dalam beberapa hari dan kloter. Satu kloter itu ada 6-8 peserta (lupa, pokoknya sekitar 6-8 orang, hehe). Masing-masing peserta diwawancarain sama 2 orang. Aku diwawancara sama 1 bapak dan 1 ibu. Wawancara ini direkam lho, jadi harus bener-bener serius ngasi jawabannya. Di wawancara ini nggak usah khawatir bakal ditanyain aneh-aneh tentang kerjaan/tugas di kemenkeu, kita cuma bakal ditanyain hal-hal seputar CV yang sebelumnya sudah kita isi. Karena aku belum punya pengalaman kerja, jadi ya ditanyain pengalaman organisasi, kepanitiaan, gitu deh. Ditanyain juga tentang keberhasilan dan kegagalan yang paling berkesan. Terus setelah wawancara, langsung deh tandatangan pernyataan bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.

5. Pemberkasan
Nggak sampe 1 bulan, walaupun agak molor dari pengumuman awal, sih, akhirnya pengumuman yang lolos seleksi CPNS Kemenkeu bisa dilihat di website nya. Deg-deg seeeerrrrrr....

Dan Alhamdulillah, aku keterima... :)

Setelahnya adalah proses Pemberkasan di Jakarta. Pemberkasan itu yaa sejenis daftar ulang gitu, deh. Beberapa dokumen yang diminta pas pemberkasan:
a. legalisir ijazah dan transkrip
b. foto
c. surat keterangan sehat jasmani dan rohani
d. SKCK
e. surat keterangan bebas narkoba

Setelah selesai pemberkasan, aku langsung menjalani proses magang alias OJT, sejak tanggal 13 Januari sampai saat ini. Nanti bulan April dan Mei aku bakalan diklat, DTU (Diklat Teknis Umum) dan DTSD (Diklat Teknis Substansi Dasar). Nanti aku posting lagi kalo sudah selesai diklat :D

Overall nggak ada tips khusus selama ngejalanin setiap proses seleksi CPNS Kemenkeu ini. Yang jelas, buat yang masih kuliah, jangan cuma sibuk sama nilai di KHS, tapi ikutan berbagai kepanitiaan dan aktif organisasi itu penting. IPK mungkin menjadi saringan pertama, tapi di bagian akhir, value diri kita nggak cuma dilihat dari IPK, tapi (menurutku) lebih dilihat dari bagaimana pengalaman-pengalaman kita bersosialisasi dan bekerjasama dengan orang lain. 

Okedeh, sekian dulu postingan tentang pengalaman ikut seleksi CPNS Kementerian Keuangan. Semoga bermanfaat :)

Selasa, 04 Maret 2014

Pendidikan Calon Pegawai Muda Bank Indonesia: Tertarik??

0

pict taken from kompasiana.com

Siang-siang nggak ada kerjaan, jadi aku berinisiatif untuk posting aja. Kapan hari ngelihat salah satu akun penulis yang lagi menggiatkan "satu tulisan setiap hari", hmm.. Jadi pengen ikutan juga. Bingung mau nulis apaan, karena lagi nggak ada hal yang menarik-menarik amat belakangan ini. Tiba-tiba kepikiran untuk share pengalaman ikut seleksi kerja. Seperti yang udah aku tulis di postingan sebelumnya, setelah lulus, aku ikut 2 tes kerja, seleksi PCPM BI sama Kementerian Keuangan. Kali ini, aku share pengalaman sewaktu ikut tes PCPM BI dulu, untuk yang Kementerian Keuangan, aku tulis di kesempatan berikutnya yaa.. :)

Tanggal 31 Juli 2013, aku nekat ikutan daftar untuk seleksi Pendidikan Calon Pegawai Muda Bank Indonesia, atau yang biasa disebut PCPM BI. Aku nggak pernah kepikiran untuk kerja di BI sebelumnya, tapi yaa karena di spesifikasi pelamarnya BI nyebutin lulusan MSDM, yaudah nggak ada salahnya aku ikutan. Berikut tahapan-tahapan seleksinya mulai awal sampai akhir..

1. Seleksi administrasi
Ini tahapan yang awal banget. Di tahapan ini, pelamar cuma diharuskan bikin akun, ngisi form, dan upload beberapa file. Untuk selanjutnya, pengumuman disampaikan di website dan dikirim ke email kita juga.

2. TKU
Sekitar 1 bulanan nungguin, Alhamdulillah lolos seleksi administrasi dan ikutan tahap TKU alias Tes Kemampuan Umum. Waktu dateng ke tempat tes, shock banget karena yang ikutan tuh bejibuuuuuunnn buun buuuunn. Langsung deh, minder nggak karuan. Hahaha. Tapi niat udah bulat, yang penting berusaha sebaik-baiknya. Untuk ikutan tes TKU ini, nggak usah belajar apa-apa, karena tes ini menilai potensi diri kia. Jadi, cukup sediakan fisik dan mental yang prima sewaktu mengikuti tes, supaya bisa mengerjakan dengan seluruh kemampuan yang kita punya.

3. TPU dan TOEFL
Nunggu 1 bulanan lagi, keluarlah pengumuman untuk siapa-siapa yang lolos ke tahap selanjutnya yaitu Tes Pengetahuan Umum (TPU) dan TOEFL. Tes Pengetahuan Umum ini materinya sekitar ekonomi makro, moneter, kebanksentralan, dan umum. Umum di sini adalah bener-bener umum, nguji wawasan kita. Aku masih inget ada pertanyaan tentang negara penyelenggara Piala Dunia, penemu facebook (atau twitter ya?). Jadi yaa, paling nggak, untuk persiapan tes ini, aku rajin-rajin belajar dengan cara berkunjung ke website nya Bank Indonesia.

Untuk tes TOEFL, ya standar kayak tes TOEFL biasanya. Ada 3 bagian yang harus kita kerjain, ada listening, reading, sama structure. Standarnya minimal 500 kalo nggak salah. Jadi, ada baiknya belajar TOEFL yang rajin mulai sekarang.

4. Psikotes Tulis, Wawancara, dan FGD
Untuk menuju tahap ini aku juga mesti nunggu 1 bulanan, sama kayak tahap sebelumnya. Tahap 4 ini, menurutku adalah tahap yang paling menguras tenaga. Bayangin aja, dalam sehari, ada 3 jenis tes. Hoaaahm.. Pastikan paginya kalian udah memakmurkan perut, deh pokoknya.. Hehe

Psikotes Tulis
Seperti psikotes pada umumnya. Ada yang milih-milih pernyataan, ada yang nggambar, ada yang ngitung-ngitung juga. Saranku sih, pilihlah pernyataan-pernyataan itu sesuai diri kita apa adanya. Menurutku, kalau sudah sampai di tahap psikotes dan wawancara, yang dinilai adalah kecocokan kita dengan perusahaan yang kita lamar. Jadi, seandainya pun nggak keterima, bukan karena kita nggak kompeten, tapi karena kita nggak cocok berada di sana. Jadi, kalau ngerjakan psikotes, kerjakanlah sesuai kata hatimu.. (ceilaah)

Psikotes Wawancara
Oh iya, untuk yang lolos tahap 4 ini, sebelumnya kita udah dikirimin email yang isinya form yang kudu diisi/dijawab. Form itu nantinya dibawa pas kita wawancara sama psikolognya. Yaa, kayak ngobrol-ngobrol biasa kok, jadi santai aja.

FGD (Focus Group Discussion)
Waktu itu, aku masuk di grup yang isinya 8 orang. Jadi, kondisinya adalah kami ber 8 ini adalah perwakilan dari 8 divisi yang berbeda dari sebuah Bank. Kami memiliki program kerja masing-masing yang harus didiskusikan (mana proker yang akan dilaksanakan). Untuk itu, kami dikasi waktu 20 menit untuk diskusi dan memutuskan proker mana yang bakal direalisasikan sesuai dengan masalah yang dihadapi perusahaan. Saranku, ketika diskusi, jangan jadi pendominasi (apalagi kalau argumennya nggak pas atau nggak berbobot), jangan sampai juga ada yang nggak ngutarakan pendapat sama sekali, dan jangan lupa memberikan kesempatan temen lain untuk ngomong. Di sini memang ajang untuk menunjukkan bagaimana kita berargumen, kerja dalam kelompok, jadi jangan sampai kelewatan show off untuk mamerin kemampuan kita buat ngomong secara individu daripada menunjukkan kalau kita punya kemampuan yang baik juga untuk mendengarkan pendapat orang lain.

5. Tes Kesehatan dan Psikiatri
Tes Kesehatan
Sekitar 1 bulan kemudian, muncullah pengumuman siapa-siapa yang lolos ke tes kesehatan dan Alhamdulillah aku jadi salah satunya. Untuk tes kesehatan ini, aku udah diemail sekitar satu minggu sebelum hari tesnya, jadi banyak syaratnya gitu deh, nggak boleh makan ini, itu, minum obat, dan lain-lain. Jadilah seminggu itu hidup super sehat. Hehehe.

Tes kesehatannya dilakuin di salah satu laboratorium ternama. Tesnya ada cek darah, air seni, tensi, rekam jantung, rontgen, tinggi, berat, mata (minus dan buta warna), dan cek kesehatan badan. Nggak bermaksud nakut-nakutin, ya, cek kesehatan badan ini bener-bener "teliti" (aku sampai shock, hahaha). Tapi ya wajar sih, mengingat jaminan kesehatannya oke, nggak heran BI juga maunya punya karyawan yang kesehatannya prima. Nggak usah minder buat kalian yang ngerasa pendek (aku pendek, dan fyi, tinggiku nggak nyampe 150), karena yang dilihat dan dipertimbangkan adalah BMI (Body Mass Index). Kalo perbandingan tinggi sama beratnya proporsional alias sesuai sama standar sehatnya BMI, it's okay. Nah, coba deh cek BMI kalian sekarang, rumus dan kategori-kategorinya bisa disearch lewat google kok.

Tes Psikiatri
Keeseokan harinya, ikutan tes psikiatri. Dalam tes ini, kita bakal dikasi satu buku yang isinya sekitar 500an pernyataan. Instruksinya adalah memilih setuju atau tidak setuju sesuai dengan pendapat atau keadaan diri kita. Tes ini sebaiknya nggak direkayasa alias dipilih yang baik-baiknya aja/versi normatifnya. Soalnya, bakal ketahuan juga kalo direkayasa. Jadi, jawab aja sesuai pendapat atau apa yang kepikiran pertama kali di kepala sesaat setelah baca pernyataannya.

6. Wawancara Akhir
Akhirnyaaaa, setelah 1 bulan menunggu, dan 4 bulanan menjalani serangkaian proses rekrutmen, nyampe juga di tahap ini, tahap paling akhir dan paling mendebarkan. Alhamdulillah aku bisa nyampe di tahap ini, mengingat temen-temen lain yang sampe ke tahap ini tuh mayoritas udah punya pengalaman kerja macem-macem. Jadi bersyukur banget lah.

Jadi ada 50 orang yang lolos di tahap ini (untuk yang Surabaya aja ya, kalo keseluruhan sih denger-denger masih 500an, whoaaa) dan dibagi jadi 2 hari. Aku dapet yang hari pertama, ada 25 orang di hari pertama ini. Kami dibagi jadi 3 kelompok. Di kelompokku, aku dapet giliran pertama. Haaaa, nervous bangeeet. Aku diwawancara sama 3 orang dari Bank Indonesia, Bapak-Bapak semua. Wawancara akhir ini, kalo bisa dibagi, ada 2 topik utamanya, yaitu personality sama pengetahuan (teori maupun teknis) mengenai bank sentral, moneter, dan isu terkini tentang perekonomian Indonesia. Yaah, walaupun aku sebelumnya nggak begitu care masalah begituan, mau nggak mau, demi ikut tes ini, aku belajar juga, minta dijelasin sama temen yang memang ahli dan paham sama masalah itu. Walhasil, nggak malu-maluin amat lah yaa, bisa ngejawab dengan bener, walaupun pas ditanyain masalah teknisnya aku sempat agak tersendat, hehe.


Nggak sampai satu bulan, pengumuman sudah keluar. Dan aku nggak keterima, hehe. Sedih sih, tapi bersyukur juga sudah bisa sampai ke tahap akhir, ketemu sama pejabat-pejabatnya Bank Indonesia. Saran dari aku, buat yang mau tes kerja di manapun, lakukan yang terbaik, dan serahkan hasilnya sama Tuhan dan selalu berprasangka baik. Kalau udah kayak gitu, rasanya ringan. Mau berhasil atau gagal, bisa nerima dengan ikhlas, kalau memang bukan rejekinya. 

Oh iya, satu lagi, kalau menjalani tes kerja, jangan mikirin keterima atau nggaknya, tapi fokuslah untuk menyelesaikan proses/tahap seleksi itu dengan sebaik mungkin. :)

Oke, itu dulu yang bisa aku bagi di sini buat temen-temen yang tertarik untuk ikutan seleksinya PCPM Bank Indonesia. Jumpa di postingan berikutnya tentang pengalamanku ikutan tesnya Kementerian Keuangan, ya.. See you! :D

Senin, 03 Maret 2014

Pilihan ke Dua

2

Pagi ini badan rasanya njarem semua, dan mata beraaat banget buat dibuka. Berangkat kerja dengan suasana hati yang nggak begitu bersemangat. Sampai kantor belum dijejali satu pun pekerjaan sampai jam segini. Apalah guna berangkat kerja kalo sampai kantor cuma bengong? Kalau yang lain mungkin hepi dengan ke-tidak-ngapa-ngapain-nya, saya sebaliknya. Saya merasa nggak berguna. Ya walaupun sudah dijelasin sih, esensi dari OJT cpns itu beda banget sama OJT perusahaan swasta. Menurut surat edaran, OJT untuk cpns itu sebagai pengenalan suasana kerja aja, dan memang belum boleh dikasi pekerjaan yang tanggung jawabnya besar. Hoahm. Jadilah saya harus menerimanya dengan lapang dada, walaupun rasanya udah pengen banget sibuk ngerjain ini itu

Kalo rasa males mulai muncul, saya ngakalinnya dengan cara inget-inget usaha saya dulu, sama pengorbanan keluarga juga buat nganterin saya sampai bisa ke sini. Kerja di kementerian keuangan memang bukan pilihan pertama saya. Selesai kuliah, saya ngelamar kerja di dua tempat, PCPM Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. Alhamdulillah keduanya sampai tahap akhir, dan BI yang benar-benar jadi keinginan terbesar saya. Mungkin kalo diibaratkan SNMPTN, BI itu pilihan pertama, Kemenkeu pilihan ke dua. Dan Tuhan menakdirkan pilihan ke dua itu untuk saya.

Sejak lulus SD, saya selalu mendapatkan pilihan pertama. Saya masuk di SMP pilihan pertama saya. Lulus SMP, saya pun berhasil masuk SMA pilihan pertama. Bahkan ketika masuk kuliah, saya juga diterima di jurusan pilihan pertama saya. Baru kali ini, saya mendapatkan pilihan ke dua.

Postingan ini saya tulis untuk berbagi pelajaran, tentang penerimaan diri atas pilihan ke dua yang harus saya dapatkan. Saya merasakan kekecewaan, walau tidak begitu besar. Karena saya tahu, Kemenkeu pun juga bukan instansi sembarangan, saya bersyukur sekali bisa diterima di sini.

Di sini, saya belajar untuk berbahagia dan bersyukur dengan pilihan ke dua. Kalau rasa malas mulai menyerang, adakala nya  saya berandai-andai, bagaimana jika saya diterima di BI? Mungkin pekerjaannya akan lebih menantang, lebih menarik, lebih ini, lebih itu, dan segudang lebih yang lainnya. Tapi kemudian saya ingat, bukankah yang kita inginkan bukan selalu yang kita butuhkan? Saya menginginkan BI, tapi mungkin bukan BI yang sebenarnya saya butuhkan.

Dan, bukankah Allah SWT selalu memberi yang kita butuhkan?

Seketika itu juga saya merasa damai. Kemenkeu, nggak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Orang-orangnya bersahaja, minim sekali persaingan. Di sini, saya nggak perlu susah-susah mikir padu padan baju buat kerja, nggak perlu ribet gaya-gayaan, karena baju kerja ada aturan untuk tiap harinya. Di sini, orang-orangnya sederhana, salah satu hal yang bikin saya betah.

Di sini, saya memang nggak bekerja sesuai passion saya di dunia ke-sumber daya manusia-an, seperti apa yang saya pelajari pas kuliah dulu. Tapi, ini juga yang membuat saya harus membuktikan salah satu kelebihan yang saya tulis pas psikotes, yaitu "mau belajar". Di sini, saya benar-benar dituntut belajar hal-hal yang baru, yang belum pernah saya jumpai sebelumnya.

Postingan ini saya tulis bukan dalam rangka menyombongkan diri, tapi untuk sama-sama berbagi. Pilihan ke dua tidak selalu buruk, dan tidak selalu harus kita sesali (terlebih jika kita sudah mengusahakan yang terbaik). Pilihan ke berapapun itu, inilah yang Allah SWT pilihkan untuk saya. Pilihan ke berapapun itu, jika rasa syukur sudah menjadi pondasinya, Insya Allah segala sesuatunya akan terasa lebih ringan..

*ngomong sama cermin* 
:)

Selasa, 25 Februari 2014

boleh aku bilang entah?

0

--dipublish kembali, dipublish di note facebook pada 1 Februari 2012--



waktu ini akan datang, aku tau itu 
tapi aku tak tau jika yg datang itu kamu 
boleh aku berkata entah? 
atas tanya mereka yg menelisik sebab dan waktu yg mempertemukan 
karena sungguh baik aku maupun kamu tidak pernah berencana 

kemudian ada banyak hal yg membuat kita tersenyum, 
tertawa, 
atau bahkan menangis juga nantinya? 
aku ingin berkata entah 
pada hari esok yg belum ku tau keadaannya 
jika harus membulir airmata, biar saja jatuh 
jangan menghindari apa yg memang harus terjadi 

kemudian nada-nada membuat pertemuan kita berirama 
memusikkan lirik-lirik yg belum menemukan melodinya 
boleh aku berkata entah? 
jika waktu depan tidak lagi mengijinkan kita memadukan nada 
jika suatu saat nyanyi dan petikan gitar tak lagi membuat kita tersenyum satu sama lain 

kita suka membuat sesuatu memjadi implisit 
menyembunyikan makna dan cerita dalam kata, titik, koma 
dan segala yg membuat mereka bertanya-tanya 
bukankah sedemikian implisit itulah kita? 
ketika retina kita saling memantulkan bayang, kemudian kita tersenyum seakan telah bicara 
jadi bolehkah aku berkata entah? 
pada esok yg mungkin memisah misah cerita kebersamaan kita 


dan yg kuinginkan adalah kamu menjaga hatimu, aku menjaga hatiku 
barulah menjaga hati baru yg sekarang sedang kita bangun 

maka berbahagialah hari ini 
dengan banyak hal yg membuat kita tersenyum, tertawa 
siapkan hati kita jika esok tidak lagi bersahabat 
pahami kapan harus berjuang dan kapan harus ikhlas akan ketentuanNYA 

jadi kuharap bintang akan semakin cemerlang menerangi gelap malam 
pelangi akan tetap mempesona dengan beragam warnanya yg menghias langit setelah hujan 

apapun yg terjadi nanti, yakinlah DIA punya alasan yg sangat tepat untuk mempertemukan kita 
yakinlah DIA punya banyak pelajaran yg tersisip dalam setiap episode yg kita jalani bersama 
dan yakinlah, jika memang aku tercipta dari tulang rusukmu, DIA akan memberi banyak jalan untuk menemui ridhoNYA :)

this is our way

0

--dipublish kembali, dipublish melalui notes fb pada 28 oktober 2011--


dan inilah hari-hari yang tak pernah kami rencanakan
kami menjalaninya dengan cara kami
kami saling mengerti tanpa meminta yang lain untuk mau dan bisa memahami


dengan cara yang seperti ini
kami belajar tentang menikmati jarak
lalu kami berhasil mendudukkan jarak sebagai pagar yang membatasi kami untuk tetap ingat terhadap apa yang telah kami perjanjikan sendiri dengan diri masing-masing



dengan cara yang seperti ini

maka kami tidak membuat janji-janji yang berpeluang untuk teringkari
menjalani apa yang ada hari ini, dan tetap tersenyum untuk kata entah yang ada pada langkah-langkah kami esok hari



dengan cara seperti ini

kami menjaga segala sesuatu agar tetap pada kadarnya
saling menjaga kesiapan agar kami lebih realistis dan ikhlas ketika DIA tidak menggariskan kami sebagai jodoh



dengan cara seperti ini

kami menjaga hati kami masing-masing untuk tidak tertutup dan menyempit



bagaimanapun aku menyukai segala sesuatu tentangnya
aku suka melihatnya tersenyum

aku suka melihat air mukanya yang sedikit khawatir ketika petang datang dan belum sesendok nasi pun masuk ke dalam perutku

aku suka mendengarnya bernyanyi

aku suka melihatnya memainkan jemarinya di antara dentingan senar

aku suka mendengarnya melantunkan ayat suci ketika sholat berjamaah

aku suka mendengarkannya berbicara

aku suka ketidakpiawaiannya nggombal, di mana kami jadi lebih sering tertawa karenanya

aku suka ketika suatu saat tiba-tiba dia datang dengan sekotak nasi dan obat waktu aku sakit di kampus

aku suka membaca tulisannya di blog

aku suka kata-kata sederhananya, yang tanpa dia sadari seringkali membuatku tersenyum sendirian


semua ini adalah cara kami

caraku dan caranya
menjaga dalam jarak
menghindari menjadi permisif terhadap sesuatu yang telah kami perjanjikan dengan diri masing-masing

dan kami hanya tinggal menjalani cerita-cerita yang telah digariskanNYA
menjagakan senyum untuk setiap memori yang berjalan

supaya yang indah akan tetap menjadi indah :)

Senin, 24 Februari 2014

pengagum rahasia

1

setiap orang punya pengagum rahasia
karena setiap orang punya keunikannya masing-masing
dan uniknya lagi, kadang keunikan itu justru lebih bisa dilihat oleh orang lain, bukan oleh dirinya sendiri
nggak percaya?
setiap kamu berkata "aku pengen bisa kayak dia deh, pinter masak"
bisa jadi
di salah satu sudut yang tak terlihat olehmu, dia pun sebenarnya ingin berkata
"aku pengen bisa kayak kamu deh, pinter nulis cerpen"
sebab semua orang punya keunikanny masing-masing
nggak pernah bosen nulis soal ini
karena akupun sering mengalaminya
kadang ngerasa minder, jauh di "bawah" pencapaian-pencapaian orang lain
dan ketika aku mengatakannya langsung
mereka "menunjukkan" pencapaian-pencapaianku
astagaaa.. aku ke mana aja??
setiap orang punya standar
setiap orang punya kapasitas
nggak usah minder
ketika kamu mengagumi orang lain, setidaknya ada satu orang yang mengagumimu juga di luar sana
hanya karena mereka nggak mengatakannya secara langsung
bukan berarti mereka tidak ada

hargai diri sendiri, itu akan membuat orang lain paham bagaimana harus menghargai kita

Rabu, 19 Februari 2014

Sore Hangat yang Bercahaya Oranye

0

Cahaya oranye menembus tirai ruanganku di kantor sore ini
Entah ini sore-bercahaya oranye-hangat yang ke berapa sejak satu bulanan yang lalu
Ruanganku ada di lantai 7
Aku bisa melihat puncak Monas dan Kubah Masjid Istiqlal dari sini
Kadang,
Ketika cahaya oranye yang hangat itu mengalihkan pandanganku dari laptop,
Kembali selintas pikiran menyambangiku
Siapa yang akan menyangka kalau aku akan tinggal di Jakarta
Lalu seperti biasa, kerinduan akan kota kelahiran muncul ke permukaan
Ya, saya rindu
Surabaya

Senin, 10 Februari 2014

Nobuta wo Produce

4

Beberapa hari yang lalu kembali diracuni temen sekamar kosan untuk nonton drama Jepang. Kali ini judulnya Nobuta wo Produce. As usual, awal-awalnya nganggep “ini film apa sih, tokoh-tokohnya absurd banget”. Tapi, malah keterusan nonton sampe jam 1 malem (dan itu belum sampe selesai, baru separuh episode). Drama ini terdiri atas 10 episode, nggak banyak, tapi makna dan pelajaran di dalamnya banyak banget.




Dibuka dengan adegan cowok SMA yang naik sepeda ngebut banget, nyamperin pohon willow tiap pagi di pinggir sungai (absurd kan?). Cowok itu bernama Kiritani Shuji. Shuji cowok popular di sekolahnya, HTS-an sama cewek populer juga yang namanya Uehara Mariko. Ada satu orang cowok yang nggak disukai banget sama Shuji, namanya Kusano Akira. Akira ini bisa dibilang cowok aneh, eh, unik maksudnya, hehe.

Shuji punya satu adik cowok. Di rumah dia tinggal sama adik dan ayahnya, ibunya kerja di luar negeri. Keseharian Shuji di rumah beda bangeeet sama kesehariannya di sekolah. Istilahnya yaaa, Shuji nggak menjadi dirinya sendiri kalau berada di sekolah. Sementara itu, Akira adalah anak dari seorang presiden direktur. Karena adanya kepastian masa depan (udah pasti diwarisi perusahaan ayahnya), Akira ngerasa bingung menjalani hari-harinya. Dia ngerasa nggak punya tujuan, nggak tau apa yang harus diperjuangkan, dicapai. Hidup baginya cuma bersenang-senang di masa muda, sebelum jadi presiden direktur untuk nggantiin ayahnya.

Kehidupan dua orang itu lalu berubah sejak kedatangan murid baru bernama Kotani Nobuko..

Rabu, 05 Februari 2014

Percakapan Senja Hari

2

kafe pinggir jalan vektor
pict from idgofreedownload.com


Mendung tebal masih juga menggelayut di langit Jakarta sore ini. Seperti biasa, aku sudah membeli makanan untuk makan malam. Kamar kosku ada di lantai paling atas, dan itu membuat kakiku malas melangkah ke mana-mana kalau sudah berada di dalam. Angkot 01 yang kunaiki berjalan lambat, macet, pemandangan yang biasa di jam-jam pulang kerja seperti saat ini. Aku melirik arloji, nyaris pukul 6 sore. Tepat di bawah jembatan penyeberangan, aku turun dari angkot, kemudian menyeberang.

Aku suka memandangi sekitar ketika berjalan kaki. Hari inipun juga. Ah, tunggu. Sepertinya itu perempuan yang kemarin. Perempuan cantik dengan kulit putih bersemu merah tentulah sangat mudah mencuri perhatian di halte tua di jalanan menuju kosku. Haltenya sudah reyot, sudah mengelupas catnya di hampir seluruh bagian. Makhluk bening seperti perempuan itu mudah sekali menjadi aksenstuasi di sana. Aku hanya berjalan melewatinya. Matanya menatap ke jalan raya, tapi tidak tampak sedang menunggu angkot, metromini, dan semacamnya. Pandangannya kosong. Aku mempercepat langkahku, tiba-tiba hujan deras, payungku ada di kamar kos.
***
“Misha..”
“Rery..”.

Minggu, 02 Februari 2014

Meraba Jejak

0

Berjingkat-jingkat dalam tapak
Mengira-ngira, setiap terkaan ada sanksinya
Lalu pijakan pun, satu demi satu dilalui
Yang tertinggal, tetaplah di belakang
Pijakan depan yang jadi perhatian

Sudahkah benar ditinggalkan?
Jika pijakan yang di belakang ternyata masih mampu membuat pandangan beralih kembali

Sejauh inipun
Ada di sini karena pernah memijak yang dulu
Ada di titik ini karena sempat melalui titik, koma, pun tanda tanya yang sebelumnya
Jadi apa sudah siap??

Siap, katanya sudah siap untuk pergi
Pergi ke mana?
Tak tahu, ini masih terlalu awal untuk memilih
Apalagi memutuskan