Minggu, 29 Maret 2015

Selalu Ada Yang Pertama: Dinas Pertama

4

Memenuhi hasrat menulis yang dipendam lama bulan ini, karena banyak kerjaan. Tapi, pada akhirnya nggak akan lagi menjadikan kerjaan sebagai excuse untuk nggak menulis. Apa pasal? Beberapa hari yang lalu, aku berkesempatan ngelihat blog seseorang yang aku tahu pasti jauuuuh lebih sibuk dibanding aku, tapi postingannya dooong, produktif sekali! Aku jadi malu. Katanya mau ngidupin blog ini sampai tua, Ul?? Maka dari itu, malam ini aku mau posting aja, biar nggak cuma satu postingan di bulan Maret ini.

Aku mau cerita soal dinas luar pertamaku di postingan kali ini. Sesuai sama tugasku di dit. KND, ngurusin PMN, maka aku juga harus memonitoring penggunaan PMN dari BUMN yang aku pegang. Nah, salah satunya adalah PT IKI, Industri Kapal Indonesia. Suatu perusahaan galangan kapal yang ada di Makassar dan Manado. Jadilah, pada tanggal 11 sampai 13 Maret lalu, aku meninjau langsung proyek-proyek pembangunannya PT IKI di Sulawesi sana.

Pertama kalinya ke luar Jawa...
Yep, ini pertama kalinya aku menjelajah pulau lain, selain pulau Jawa (dan sekitarnya misal kepulauan Seribu, Bali, Madura (pas KKN jaman kuliah), hehe). Awal dapet penugasan ini, sebenernya aku galaaau banget. Gimana ngga galau, aku sebenernya udah merencanakan liburan ke Jogja tanggal 13-15 Maret, aku udah beli tiketnya sejak jauh hari, sudah janjian juga sama temen mau ke mana aja, mau main ke pantai apa aja. Lalu siang itu datanglah surat penugasan... Galau banget!

Tapi yasudahlah, mau gimana lagi. Kepentingan kantor harus diutamakan daripada kepentingan liburan pribadi. Aku batalkan lah liburan ke Jogja ku itu. Sedih, sih. Tapi pada akhirnya aku seneng, dapat pengalaman baru, menjejakkan kaki di pulau Sulawesi.. :)

Pertama kalinya naik pesawat...
Ini dia yang berhasil bikin aku diketawain sama seisi ruangan di kantor, gara-gara aku pertama kalinya naik pesawat. Hahaha. Ya habisnya gimana dong, aku dari kecil sampe lulus kuliah di Surabaya. Kalaupun ngebolang kemana-mana ya paling di Jawa juga, dan sebagai pecinta kereta api, selama masih ada rel kereta, aku bakal lebih memilih untuk naik kereta daripada pesawat.

Sekalinya naik pesawat, langsung jauh, dan banyak. Dengan dua destinasi, Makassar dan Manado, aku total 3 kali naik pesawat. Penasaran juga rasanya kayak apa, perjalanannya lumayan lama pulaa, 2-3 jam-an gitu. Tapi ternyata yaa, tetep aja, kebiasaanku kalo di perjalanan, nggak di mobil, kereta, ternyata di pesawat pun aku juga tetep bisa tidur pulas. Sampe difoto juga sama Kasi-ku -___-, hadeeeh..

Pertama kalinya dinas luar...
Yeaaaayyy, ini dinas luar pertamakuuu! Excited menyambutnya, walau sempet sedih juga karena batal liburan. Tapi, bersyukur, Allah memberi pengalaman baru yang luar biasa exciting melalui dinas kali ini! Baru pertama kali ini aku mengunjungi perusahaan galangan kapal. Perusahaan galangan kapal tuh apaan sih? Perusahaan galangan kapal tuh perusahaan yang bergerak di bidang reparasi dan pembuatan kapal. Nah, PT IKI punya dua lokasi galangan, ada yang di Makassar, ada yang di Bitung-Manado.

Fokusnya ke kapal yang lagi diperbaiki di belakang itu yaa :p




barisan kayu buat nyangga kapal yang diperbaiki..



beberapa kapal yang lagi antri mau reparasi :D



barisan kapal nelayan..



pemandangan senja yang indah.. maaf out of topic, hahaha

Oh iya, satu lagi, pengalaman pertama makan ikan di sana.. Hmm.. kalau biasanya beli satu ikan utuh buat dimakan ber-banyak, di sana, satu ikan buat satu orang! Agak shock, awalnya, untung sih dibantuin ngabisin sama rombongan, secara porsi makanku kan dikit :p

Pertama kali juga nyobain coto Makassar, terus makan ikan masak kuah woku. Dan nyobain bakso khasnya Makassar, bakso Ati Raja. Enak emang baksonya, sampe-sampe orang seruangan pada nitip mau dibawain (pulang-pulang ke Jakarta masakin bakso buat orang-orang se-direktorat, deh.. hahaha).


Selalu ada yang pertama, seperti kali ini aku Dinas Luar untuk pertama kalinya. Menyenangkan, banyak dapet pengalaman baru, kenal dengan orang-orang baru, berkesempatan mengenal pimpinan-pimpinan BUMN.

Alhamdulillah, selalu ada yang pertama untuk segala hal. Sampai jumpa di postingan berikutnya, tentang cuti pertama.. See you! :)

Minggu, 22 Maret 2015

Turnamen Foto Perjalanan 58: Sunrise

3

Laut Surut dan Mentari Pagi


Keindahan-Nya yang mana yang akan kau dustakan? Bermain di atas laut yang sedang surut, di bawah mentari yang sedang naik perlahan menempati tahtanya atas nama kedatangan pagi.. :)

-Agustus 2014, pulau Pari, gugusan Kepulauan Seribu-



Minggu, 22 Februari 2015

Selalu Ada yang Pertama

4

Selalu ada yang pertama untuk segala hal. Entah itu pekerjaan pertama, hari pertama memutuskan berjilbab, pertama kali naik sepeda, sampai merantau untuk pertama kalinya. Seperti yang baru aku alami beberapa hari yang lalu. Subdit tempatku bekerja ada gawe acara rekonsiliasi BPYBDS, dan aku yang didapuk jadi MC-nya. Haaaa.. Seumur-umur aku nggak pernah jadi MC, karena aku nggak begitu bisa tampil-tampil macam begitu. Nervous!

Hari yang dinantikan pun tiba. Sesuai dengan prediksi, aku deg-degan. Tangan jadi dingin, dan berbagai gejala grogi lainnya. Lalu dimulailah hal-hal konyol aku lakukan tanpa sadar, misal nepuk mikrofon terlalu kenceng (duh malu banget sumpah T.T), sampai-sampai agak belibet pas nyebutin nama salah satu Bapak Pejabat.

Tapi Alhamdulillaah, overall nggak ada kesalahan yang fatal atau malu-maluin banget, sih. Hahahaha. Selalu ada yang pertama untuk segala hal, jadi MC misalnya. Terimakasih buat mbak Aci, mbak Tika, mas Akbar, mas Kabuto, dan semuanya yang udah mbantuin aku mempersiapkan diri jadi MC (padahal munculnya juga cuma bentar, :p).

Apa yang kita lakukan pertama kali, apapun pengalaman pertama kita untuk suatu hal, bisa jadi nggak berjalan mulus. Mayoritas pasti diwarnai dengan kesalahan-kesalahan kecil, hal-hal konyol. Itu wajar, menurutku. Tapi, akan jadi nggak wajar jika kesalahan-kesalahan itu masih terjadi lagi di waktu-waktu selanjutnya. Sudah sepantasnya kesalahan-kesalahan di pengalaman pertama itu jadi bahan untuk belajar, untuk dicari solusinya, supaya nggak terulang lagi di waktu yang akan datang.

Pengalaman pertama mungkin nggak selalu baik, tapi selalu jadi hal yang bisa membuat kita jadi lebih baik di kemudian hari. Jangan takut mencoba :)



Senin, 16 Februari 2015

Untuk Yang Sedang Berkutat Dengan Skripsi

1

Hai Upilililil, apa kabar di surabaya? *sok-sok nanya kabar padahal baru kemaren bbm-an*

Kamu nggak sabar banget dapet surat cinta dari aku, padahal lho aku juga belom tau mau nulis surat cinta yang kayak gimana buat kamu :p

Apa yaa.. Hmmm.. kapan kita terakhir kali ketemu? Kayaknya pas aku pulang ke surabaya dalam rangka Lebaran ngga sih? Udah lama banget yak? Berarti sekitar bulan juli tahun lalu. Waktu itu kita makan-makan cantik di solaria, sambil cerita-cerita ngalor-ngidul. Selalu banyak yang bisa diceritakan tiap ketemu sama kamu.

Jadi inget pas jaman kuliah, kita sering banget keluar bareng. Yah, secara kampus kita deketan. Kalo lagi pengen cerita-cerita, tinggal smsan, terus kamu jemput aku di kampus, lalu kita cus ke tkp alias tempat kita pengen nongki-nongki cantik sambil curhat. Hal itu juga yang bikin kangen, karena sekarang udah nggak mungkin lagi dilakuin. Yakali kamu jemput aku di jakarta terus kita curhat-curhatan. Hahahaha. Say thanks buat teknologi komunikasi jaman sekarang yang memungkinkan kita berkomunikasi walau ada di tempat yang jauh jaraknya.

Makasi yaa, kamu selalu bersedia nemenin chatku, seabsurd apapun itu. Hahaha. Kita udah melewati banyak hal sejak kita sama-sama kenal untuk pertama kali pas SMA dulu. Actually aku lupa lho awal mula kita deket tuh karena apa. Tau-tau kok yaa kita deket, sering cerita ini-itu, berbagi curhatan yang macem-macem jenisnya. Makasih untuk setiap waktu yang kamu bagikan. Inget nggak, dulu tiap kita keluar bareng, mama-mama kita udah apaaal banget, saking seringnya kita ngabisin waktu sama-sama. Sama aul lagi, sama uphi lagi, yaaa kira-kira begitu lah yaa.. :p

Remember, aku menjadi saksi kunci yang mengetahui perkembangan skill nyetir motormu. Huahahaha. Dari mulai yang masih gemeteran, sampe udah berani ngebut. Standing applause!

Sekarang, seperti perempuan usia 20an pada umumnya, masalah jodoh sering bikin galau melau. Jadi, semoga kita segera dipertemukan dengan jodoh masing-masing sesuai yang terbaik menurut Allah SWT yaa.. aamiin :3

Oiya, aku selalu kagum sama mimpi-mimpimu yang sangat visioner, lho. Seperti merencanakan akan sekolah di sini, bikin pencapaian itu, dan macem-macem mimpimu yang lain. That's cool! Lanjutkaaaan untuk bikin mimpi-mimpi besar semacam itu, karena aura positifnya bisa mengalir kemana-mana, ke aku juga, walau aku belom punya rencana untuk bikin mimpi-mimpi visioner kayak kamu, hihihi.

Semangat untuk skripsimu, yaa. Aku tahu, skripsi adalah salah satu hal yang menyita banyak waktumu akhir-akhir ini. Semoga semuanya lancar, semoga sidangnya lancar, dan lulus dengan nilai yang memuaskan. Yakin aja deh, Allah SWT Tahu seberapa keras usahamu, dan akan memberikan hasil yang sebanding untuk itu. Jadi, jangan merasa terbebani dengan skripsimu. Kamu sedang beribadah. Menuntut ilmu itu ibadah, kan?  :)

Akhir kata, mmm, sehat-sehat yaa. Karena skripsi itu bermodal segala, terutama fisik dan psikis. Kalau ada kendala apapun, pesanku adalah, jangan berhenti, berprogress laah walau sedikit. Tapi aku berharap semoga skripsimu lancaaarrr jaya tanpa kendala suatu apapun. Tetap ceria dan semangat, yaa.. see you soon :*

Jumat, 13 Februari 2015

Selamat 17 Tahun Persahabatan :)

2

Hai Nindi apa kabar? Semoga sehat-sehat aja ya di Surabaya. Denger-denger sih Surabaya juga lagi sering hujan. Jaga kesehatan, ya.. :)

Pertama sih pengen ngucapin selamat, karena Nindi udah jadi Apoteker sekarang. Congratulation, deaaar :*

Masih inget banget dulu kita pernah share cita-cita masing-masing. Aku yang dulu masih pengen jadi Dokter, sementara kamu yang sudah sedari kecil punya cita-cita jadi Apoteker. Dulu, kamu bercita-cita pengen punya rumah sakit dan apotek dengan dua saudaramu yang lain, Mbak Ipa dan Mba Ipi. Huaaah, time flies sooo fast. Dan sekarang, kamu benar-benar mencapai apa yang kamu cita-citakan sejak kecil. Beda sama aku yang melenceeeng, dari dokter ke aparatur negara. Hahaha. Nggapapa, we're different in a good way.. :)

Kita saling kenal udah lamaaa banget ya, Nin? Sejak kelas 1 SD. Berarti umur berapa tuh? Mmm, 7 tahun ya? Sekarang umurku udah 24, berarti kita udah sahabatan total 17 tahun?! Fantastis :D

Awalnya kita sekolah di satu SD yang sama. Terus sahabatan, sering main bareng. Sering juga saling main ke rumah masing-masing, secara rumah kita kan deketan. Sampai tahun ke 3, aku pindah sekolah, sementara itu kamu tetep di sana, walau pada akhirnya kamu pindah juga, hahaha. Lalu SMP kita juga beda setelah itu, tapi syukurnya kita masih kontak-kontakan. Sampai pada akhirnya waktu SMA, kita kembali satu sekolahan. Walau beda kelas, setidaknya kita masih saling ketemu.

Kita sudah melewati banyak hal untuk sampai di titik ini, sampai pada titik persahabatan selama 17 tahun. Kita sudah melewati jatuh dan bangun di kehidupan kita masing-masing. Kita sudah melewati masa-masa pindah sekolah, beda sekolah, pindah rumah jauh-jauhan, sampai pada puncaknya saat ini kita ada di kota yang berbeda. Tapi aku bersyukur karena kita nggak pernah lost contact.

Makasih ya Nind, untuk semua waktu, terutama pas kita sama-sama kecil dulu, mainan ini itu (ah, bahagia banget ya masa kecil kita). Makasih karena nggak pernah hilang contact sampai saat ini. Masih inget jaket yang kamu kadoin ke aku di ultahku yang ke 17, bahkan sampai aku kuliah, jaket itu selalu jadi jaket kesayangan yang paling sering aku pakai. Hihihi, sampai akhirnya bener-bener nggak bisa dipakai lagi. Makasih karena kita masih saling mendukung sampai saat ini.

Baiklah, sampai di sini dulu ya surat buat kamunya, semoga persahabatan ini berlanjut sampai kita menua nantiii... :*

Kamis, 12 Februari 2015

Surat Buat Cipi

3

Halo Cipi.. masih sibuk ngetik aja sih jam segini, yuk pulang! Hehehe.

Pengen nulis surat buat kamu aja hari ini. Jangan tanya kenapa, karena ya aku lagi pengen aja. Walaupun kita ada di jarak yang berdekatan, satu ruangan subdit, tapi nggak ada salahnya aku bikin surat buat kamu. Semoga Cipi suka.

Awal ketemu Cipi, kapan ya? Hahaha. Mungkin pas pertama masuk KND ya. Awalnya aku kira Cipi pendiem banget orangnya. Setelah kenal, ternyata pendiem juga, tapi nggak se-pendiem yang aku bayangin. Syukurlah, karena Cipi orangnya asik banget diajakin ngobrol ini itu. Makasih ya Cipi sudah bersedia menanggapi aku yang seringkali suka absurd :p

Oiya, ucapannya Cipi pas aku ultah tuh slah satu ucapan yang paling so swit lho. Ucapan dan doanya mengena banget di hati. Hihi, makasi banyak ya Cipi.. :D

Semoga Cipi tetap sabar-sabar menghadapi aku yang banyak tingkah ini. Aku bersyukur banget di KND 2 ini ada Cipi, ada temen yang seumuran, ada temen deket yang bisa diajak ngomongin apa aja.

Cipi makan yang banyak ya, sehat-sehat juga. Oiya, jangan males pake payung lho, daripada ntar sakit kayak aku kapan hari. Percayalah kamu akan lebih memilih ribet-ribet membuka payung daripada terserang flu kayak yang baru aku alamin :)

Maaf ya Cipi karena suratnya agak-agak absurd, aku nggak jelas gitu susunan pembicaraannya. Hahahaha. Tapi nggakpapa lah ya, sehari-hari kan Cipi udah ketemu hal-hal yang runtut yang ada di hal-hal macam Nota Dinas dan kawan-kawannya, jadi kali ini Cipi baca surat aku buat selingan. 

Baiklah, segini dulu aja surat dari aku ya. Akhir kata, semoga Cipi sahabat penanya makin buanyak dan tersebar di seluruh dunia yaa.. :)

Rabu, 11 Februari 2015

Dosen Pembimbing Terbaik

2

Selamat sore, Bu, apa kabar? Semoga Ibu selalu sehat, sehingga semua kesibukan Ibu bisa berjalan ancar tanpa kendala.

Sebenarnya, sudah lama saya ingin membuat suatu ungkapan terimakasih yang lebih panjang dibndingkan sekedar satu baris di halaman ucapan terimakasih skripsi. Tapi mungkin memang baru kali ini bisa kesampaian. Bisa jadi Ibu tidak membaca surat ini, tapi paling tidak, saya sudah mewujudkan keinginan saya, memberi penghargaan kecil lewat surat ini. Walau saya tahu, jasa Ibu begitu besaaar buat saya dibandingkan barisan kata-kata dalam surat ini.

Awal saya berada dalam bimbingan Ibu, ada sedikit rasa khawatir dalam diri saya. Apa saya mampu berada di bawah bimbingan Ibu yang sangat sibuk? Ketakutan pribadi saya, ketakutan jika saya tidak bisa beradaptasi dengan ritme bimbingan Ibu.

Tapi, semua ketakutan saya tidak ada yang terbukti. Malah, saya merasa spesial karena dibimbing oleh Ibu. Terimakasih banyak atas bimbingannya ya, Bu.. :)

Terimakasih untuk selalu memberikan masukan baru ketika saya bimbingan. Terimakasih karena sudah memberi saya banyak pilihan, mengajari saya untuk mengambil keputusan dengan bijak. Terimakasih karena membuat saya belajar realistis, tanpa sedikitpun meremehkan kemampuan saya. Terimakasih selalu memberikan solusi terbaik, pengertian dan perhatian atas kendala-kendala yang saya hadapi ketika penyusunan skripsi saya (khususnya masalah objek penelitian). Terimakasih karena selalu memacu saya mengeluarkan analisis-analisis baru yang lebih baik setiap kali bimbingan. Terimakasih atas segala suntikan semangat yang Ibu berikan untuk saya selama setahun pengerjaan skripsi saya. Terimakasih atas semua optimisme yang Ibu bagi ke saya, kepercayaan Ibu kepada saya walau saya sempat berganti topik hingga tiga kali banyaknya.

Saya mengalami banyak jatuh-bangun selama pengerjaan skripsi saya. Tapi demi melihat kepercayaan Ibu kepada saya, saya jadi selalu punya alasan untuk bangkit lagi dan percaya kalau saya bisa menaklukkan tantangan-tantangan untuk menyelesaikan skripsi saya.

Terimakasih ya, Bu,atas bimbingan Ibu, sampai akhirnya saya bisa mencapai target saya, menyelesaikan skripsi tepat waktu dan wisuda di bulan Agustus 2013 yang lalu. Sampai kapanpun saya tidak akan pernah, dan tidak akan bisa melupakan jasa Ibu.

Sebenernya (lagi), saya kangen sama Ibu, pengen ketemu. Waktu Ibu ke Jakarta sama Mas Sammy, cuma sehari-sehari, jadi nggak bisa ketemu. Sedih. Saya juga belum bisa ambil cuti kan tahun kemarin, jadi tiap pulang ke Surabaya ya selalu pas liburan, kampus libur, nggak bisa ketemu sama Ibu. Tapi tahun ini saya sudah bisa ambil cuti, Bu. Hehehe. Yaah, semogaa tahun ini saaya bisa ketemu sama Ibu pas saya main ke Surabaya.

Baiklah, segini dulu surat saya buat Ibu. Sekali lagi, terimakasih atas bimbingannya ya, Bu. Ibu sudah lebih dari sekedar dosen pembimbing buat saya, Ibu sudah seperti orangtua saya sendiri di kampus. Sehat-sehat ya, Bu. Sukses selalu buat Ibu.. :)

Selasa, 10 Februari 2015

terimakasih ibu dokter

0

Untuk Bu Dokter yang memeriksaku tadi malam..

Pertemuan yang singkat saja, dengan ibu dokter tadi malam. Demam yang naik turun sejak hari Jumat hingga Senin pagi, memaksaku untuk mau tak mau pergi ke dokter. Sekitar satu tahunan di Jakarta, baru tadi malam itu aku ke dokter, biasanya sakit apapun bisa kuatasi dengan obat yang aku punya. Tapi sakit yang kemarin ini cukup membuatku khawatir, karena DB sedang mewabah.

Alhamdulillah, setelah diperiksa, aku cuma demam biasa. Virus yang masuk ke badan, karena badanku lagi ngedrop, kecapekan. Fiuh.

Di antara semua keterangan yang bu dokter berikan, ada satu yang paling mengena.

"Kecapekan itu obatnya ya cuma 1, istirahat"

Yes, itu benar-benar menyadarkan aku, bu, kalau penting sekali mengetahui limit badanku sendiri. Penting untuk nggak memaksanya dengan berlebihan. Obatnya kecapekan ya istirahat.



from: salah satu pasien IGD tadi malam

Minggu, 08 Februari 2015

Payung Teduh

2

Hai, apa kabar kalian? Kalian harus tahu bahwa aku amat suka mendengarkan kalian bernyanyi.. :)

Awalnya aku tahu kalian dari teman kuliahku. Satu kali mendengarkan lagu kalian, aku masih belum merasa cocok. Lalu aku lupa kapan tepatnya, tiba-tiba aku tertarik untuk mencoba mendengarkan lagu kalian lagi. Dan ajaib! Aku jadi suka..

Sekarang, jangan tanya berapa kali aku mendengarkan musik yang kalian ciptakan. Hampir tiap hari. Entahlah, lagu kalian tuh rasanya adem aja gitu didengerinnya. Apalagi kalau didengerin pas hati lagi sendu, suasana hujan, waaah cocok bangeeet.. Hihi

Untuk payung teduh, jangan berhenti berkarya, ya. Musik kalian itu unik. Nadanya unik, jadi nggak semua orang bisa nyanyiin. Ah, andai kalian tahu ya, pernah suatu saat aku karaokean dan nyoba nyanyiin lagu kalian, dan hasilnya berantakan banget. Hahahaha. Aku makin sadar kalau musik yang kalian bawakan itu unik bin ajaib.

Yaudah deh, segini dulu aja ya suratku buat kalian. Tetaplah bermusik, jangan lelah meneduhkan kami..

:)


from: (one of) your fans

Sabtu, 07 Februari 2015

Dear my PHKI-mate..

1

Dear my PHKI-mate..

Halooo, lagi pada ngapain nih di Sabtu siang macam begini? Kebetulan aku lagi nggak enak badan nih, jadi aku cuma bisa gulung-gulung di kasur kosan sejak tadi pagi. Mungkin memang kecapekan, jadi aku manfaatin waktunya buat tidur, istirahat sepuasnya. Dan tentu saja, menulis surat untuk kalian.. :)

Pertama-tama aku mau ngucapin terimakasih sama kalian, terimakasih atas waktu yang sudah dibagi, cerita-cerita yang sudah terjadi, petualangan-petualangan seru, daaan banyaaaak lagi yang lainnya. Kita bukannya udah kenal selama puluhan tahun sih, kalau dihitung yaa, hampir enam tahun kita temenan, tapi rasanya udah ngerti sifat dan pembawaan masing-masing. Aku seneng banget bisa nemu kalian, (nemuu, hahaha). Setiap ngebaca-baca atau lagi chat sama kalian di grup whatsapp, mesti selalu keinget apa aja yang udah kita jalanin sama-sama, terus ujung-ujungnya jadi kangen. Apalagi kalo kalian pada main dan ketemuan di Surabaya sana.. Huaaaa, langsung pengen pulang rasanya. Tapi, syukurlah, di Jakarta juga ada beberapa dari kalian, jadi bisa mengobati kerinduan ngumpul komplit.

Kita makin tersebar ya, sekarang? :""

Baiklah, karena personil kita bejibun, bakal panjang nih surat ini, karena aku pengen kasi ucapan-ucapan buat kalian masing-masing, hihi. Kita mulai sekarang aja ya :D

Afid alias Bolet: Apa kabar kamu he? Jangan jadi silent reader mulu kalo di grup, awas lho! :p Sukses yaa di semua kerjaan yang kamu jalanin. Fokus let, fokus. Hihi. Oiya, jangan lupa dipelihara juga itu perut ginjur ala-ala jelly punyamu.. :D

Ajung: Ini nih master maskot! Baik-baik aja kan kamu di Surabaya, jung? Kayaknya sih baik-baik yaa, soalnya masih sering nimbrung di chat. Sukses S2 nya ya jung, semoga nanti lulus tepat waktu, lulus dengan nilai yang gemilang.. :D

Anggita: Gimanapun juga aku bakal selalu inget kejadian pas H-1 kamu sidang, git. Tiba-tiba kamu masuk ruang PHKI dengan grusa-grusu, lalu nangis. Kita yang ada di PHKI sampe bingung kudu ngapain. Tapi hari-hari itu sudah terlewati dengan excellent olehmu. Sukses di kerjaanmu yang sekarang yaaa, lebih sering ikutan kita-kita main laah.. Moga cepet married ama rangga.. :)

Cecenia: Ceceeee :* Banyak yang sudah kita lalui di Jakarta ini, ya. Makasih dulu kamu mau nemenin nginep kos aku, di hari pertamaku ngekos di Jakarta. Makasi udah bersedia nemenin aku nggalau. You're my best karaoke partner! Hahaha. Banyak yang heran lho pas aku bilang kalo aku punya partner karaokean yang kalo kita karaokean tuh berdua juga cukup, sampe berjam-jam malah.. :p Sukses buat kamu ya ce, semoga kita segera menemukan jodoh masing-masing.. :3

Hannie: Halo hanniiiiiie, susah banget sih kalo diajakin ngumpul :p Pertama kenal sama kamu tuh, kesannya cuma satu. Lempeng banget orangnya. Hahaha. Muka tanpa ekspresi. Tapi yaa muka kamu yang kayak gitu itu yang seriiing banget bikin kita ketawa. Sukses kerjamu ya haan, sering-sering main sini biar nggak pusing.. :D

Hendra: Ndrok, pokus ndrok! Hihihi. Ah, jadi kangen main tebak-tebakan ama kamu, ndrok. Akhir-akhir ini di grup udah jarang main tebak-tebakan, nih. Ayo dong kamu yang mulai, ndroook :D Btw, semoga amanahmu yang satu itu segera selesai ya, moga mendapat hasil yang super bagus sesuai dengan yang sudah kamu upayakan. Semangaaaat!

Itsna: Nduuuud, mau kueeee... Anterin ke jakarta sini kuenya. Baik-baik ya di surabaya, makannya dijaga, jangan banyak-banyaaaak, inget perut :p Sudah kangen pengen ketemu lagi nih, hihi. See you on March yaaa :*

Laila alias Lalak alias Lakpeh: Lalak apa kabarmu laaak di lubuk linggau sana? Moga baik-baik aja yaa. Jaga kesehatan, hati-hati kalau mau mbolang kemana-mana. Kangen dengerin kamu teriak-teriak, apalagi kalo lagi berantem ama wiwid. Hahaha.. Sukses ya di kerjaanmu yang sekarang, Lak.. moga barokah :)

Umsi: Umsiiii, walau kini kamu jauuh di Ambon sana, tapi kamu dekat di hati kita semua, hehe. Baik-baik di sana, jadi istri sholehah. Makan yang banyak, sehat-sehat teruuus, sampe debay nya lahir ke dunia. Kalo lagi pulang kabar-kabar yaaa, siapa tau tuh anak-anak yang di Surabaya bisa kumpul-kumpul.. :)

Sarah: Hai mbulllyyy.. :* Mbul aku kangeeeen banget deh. Kangen ngebully, kangen nerjemahin kata-katamu, haahaha. Inget banget lah, gaya ngomongmu itu kayak apa. Inget banget juga gimana serunya nerjemahin kata-katamu yang kadang nggak sinkron sama apa yang sebenernya kamu omongin.. :p

Nina: Sistaaaa, ayok maiiin :D Tapi tunggu aku sembuh dulu yak, hehe. Kamu emang partner sejati deh, sist. Mulai punya dosen pembimbing yang sama, sidang di hari yang sama, nilai sidang juga sama, nyari tandatangan revisi sama-sama, wisuda sama-sama, kerja di bidang yang sama, sampe sama-sama penempatan Jakarta. Hihihi. Semoga kita segera kembali ke homebase ya sist, aamiin :D

Redha: Halooo paketaaan :D Kamupun teman sepaket selalu ya. Mulai sama-sama di internal affair, trus pas Pikmen masaaa sama-sama di sie perlengkapan, dapet dosen pembimbing yang sama pula. Kamu juga yang pertama kali ngenalin aku sama kegiatan "jalan-jalan sendirian", dan aku menikmati itu sampai sekarang, lho. Hahaha. Sukses yaa reed :D

Nano alias Deknyo: Deknyoo, semangat yaaa, jangan menyerah dengan rintangan-rintangan yang ada, semoga segera diterima di pekerjaan impian :* Aku kangen dengerin kamu ngomong bahasa kediri, lho, nyoo. Kosakata baru yang hampir pasti selalu bikin kita semua geleng-geleng sembari mbatin "ada ya kosakata kayak gitu?", hihi. Miss you, deknyoo :*

Yoga: Kahimyoooog! Syukurlah rombongan PHKI nambah kamu, nambah 1 lagi yang ada di Jakarta dan sekitarnya, hihi. Paling lucu dulu kalau kamu lagi galau, kamu mesti bertingkah konyol, misal akting jadi kuda lumping. Hahaha. Tapi, galau-galau gitu, kamu tetep jadi kahima kesayangan kita semua, kok :)

Wiwid: Nah ini, apakabar mblo? :p Salah satu orang yang bikin aku kagum karena teguh banget prinsipnya untuk wirausaha, sukses ya wiiid, aku hanya bisa mendukung dari jauh. Kamu juga jadi partner yang oke untuk obrolan absurd, tapi juga mantap kalau diajak ngomongin hal yang serius (kalo lagi waras :p). Moga-moga ndang ketemu ama jodohmu ya wid.. :D

Rizza alias Mambol: Mamboool ayok ajak kami-kami yang di jakarta jalan-jalaaan :D Mambol ini orangnya cantik, hahaha, bulu matanya bikin ngiri pokoknya. Paling nyebelin kalo masalah bully-bullyan, soalnya mesti mayoritas kamu yang selalu menang -_-. Semoga segera menemukan pendamping hidup yak :D

Nasir: Soibaat, nggak boleh melengos-melengos lagi yaa, ojok nggondokan! Hahahaha. Pentolannya Himajo yang dihormati kalangannya sendiri. Sukses buat S2 mu ya bat, semoga nanti lulus tepat waktu dengan nilai yang buaguuus, dan segera dapat pekerjaan yang kamu inginkan :D

Sendy: Koseen, melek ko! Hihihi. Cowok paling pendiem di antara cowok-cowok PHKI yang lain. Sukses ya ko, di kalimantan sana. Kalo pulang ke jakarta jangan lupa ngabarin :)


Sudah banyak hal yang kita lalui bersama ya, sedulurku semuaa. Ah, langsung mellow kan. Bukan perkara sepele loh punya temen-temen baik kayak kalian semua. Aku selalu bersyukur untuk itu, bersyukur karena Tuhan Memberi jalan cerita yang bikin aku bisa ketemu dan dekat sama kalian. Baik-baik yaaa di tempat masing-masing. Semoga cita dan cinta kita tercapai. Semoga persaudaraan ini dikekalkan Tuhan.. :)



Jumat, 06 Februari 2015

Congratulation, mbak Tika :D

1

Surat cinta hari ke 8, surat yang kembali tidak terencana. Hihi. Karena hari ini emang sungguh nggak terencana, unpredictable!

First of all, i wanna say:

Congratulation and Success, Miss Tika :)

Itu tadi aku lhoo, yang ngusulin kata-kata ucapannya. Hahahaha. Selamat ya mbak Tika, atas beasiswa ke Australia nya. Aku ikutan seneeeeng banget, bangga sama mbak Tika. Semoga besok-besok aku bisa dapat beasiswa juga kayak mbak Tika :D

Di antara rasa bahagia yang memenuhi hari ini, ada sedih juga sih, dikit. Nanti personil wanita di sini berkurang, ngga bisa gtalk-an lucu lagi sama mbak Tika, bakal kangen sama segala sesuatu tentang mbak Tika. Baik-baik di sana ya, mbaktiiik. Jangan suka telat makan, nanti perutnya protes. Jangan lost contact sama kita-kita di Jakarta (ini lebay yaa? maap yak.. :p)

I'm gonna miss you so, mbaktiiik :*

Baik-baik ya di Australia sana. Aku tau sih, mbak Tika belom mau berangkat, tapi aku nggak pengen kehilangan momen aja gitu. Kan kabar bahagianya hari ini, jadi aku tuis suratnya buat mbak Tika hari ini juga.

Semoga persiapan studinya lancar, semoga kuliahnya nanti lancar, sampai waktunya nanti mbak Tika lulus dengan geeeeemilang! :D

ps: mbak, kita harus main bersama sebelum kamu berangkat, ya :D