Senin, 07 Mei 2018

Trip to Ende and Labuan Bajo: Part 2

0

Day 3: 12 April 2018

Sekitar jam 8 pagi, kami sampai di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Walau sepertinya hanya pesawat kami yang mendarat, bagasinya keluarnya lama banget. Mungkin ada hampir 40 menit kami nunggu bagasi. Sementara itu mbanggi sudah telpon pihak hotel Green Prundi untuk minta dijemput. Setelah urusan perbagasian beres, kami menuju pintu keluar dan menunggu jemputan. Sekitar jam 9an, mobil Green Prundi akhirnya nampak, kamipun berangkat menuju hotel. Bersiap untuk perjalanan jauh, ternyata oh ternyata hotelnya dekat sama bandara, 5 menit juga nyampe, hahhaa.

Sesampai di hotel, kami pun cek in sembari nanya-nanya apa bisa pesan makanan (lapaaaar, belum sarapan, haha). Alhamdulillah bisa pesan makanan ternyata, kami pun pesan spagheti dua porsi. Oiya, karena masih pagi, kami belum bisa masuk kamar. Akhirnya sembari menunggu, mbanggi pesan juga ke resepsionis untuk sewa motor. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kami bisa masuk kamar, heehe. Sampai di kamar, yang pertama dicari adalah colokan, dan nyari tahu apakah film Harry Potter bisa ditonton juga pakai tv yang di sini, wkwkwk. Kami coba utak-atik playernya, tapi nggak bisa. Akhirnya mbanggi minta tolong ke resepsionis, terus teknisi datang dan ngajarin cara pakainya. Tapi sayangnya, resolusi filmnya terlalu kecil untuk tv yang di sini, jadilah cuma bisa putar satu  film Harpot ke 7 (1). Yaudahlah daripada nggak nonton apa-apa. Di sini kami ngabisin banyak waktu untuk istirahat, makan spagheti, dan bobok siang sampe abis dzuhur.

Setelah sholat dzuhur, kami menuju resepsionis (lagi) untuk pinjam motor. Karena motornya harus diambil, mbanggi lah yang berangkat sama mas-masnya untuk nyewa motor ke luar. Cuaca di luar panas banget, btw. Tapi ya mumpung di sini, dan kami cuma punya satu hari ini untuk beli oleh-oleh di Labuan Bajo. Sekitar jam 1 siang, akhirnya motor datang, kami pun sepakat untuk beli oleh-oleh dulu di toko suvenir Exotic Komodo yang letaknya seberang-seberangan sama bandara.

Belanja ternyata bikin perut kami krucuk-krucuk lagi. Oh iya, jadi Exotic Komodo ini kayak satu komplek gitu, gengs. Ada toko suvenir, ada hotel, dan ada restorannya juga. Karena nggak tahu mesti makan di mana, akhirnya kami makan di restoran situ. Dan kebetulan hujan tiba-tiba turun, sekalian ngiyup dulu. Setelah menerima buku menu, aku dan mbanggi sama-sama tertarik sama sup ikan (tulisannya sih cita rasa lokal Labuan Bajo gitu). Akhirnya kami sama-sama pesan sup ikan kuah asam, cuma bedanya punya mbanggi kuahnya ada rasa pedasnya. Pesanan datang dan wooooow, porsinya banyak juga, haha.

Rasanya segeeeerrr bangeeet.. Terus ikannya juga enaaak, empuk kenyal-kenyal gitu. Huaah, recommended banget, deh. Kalau ke sini, kudu coba menu sup ikan kuah asam/pedas ini pokoknya.

Setelah makan dan menunggu hujan lumayan reda, aku dan mbanggi memacu motor kembali ke hotel. Daripada riweuh nyari masjid/mushola di perjalanan, mending kami sholat ashar dulu di hotel, sekalian mulangin barang belanjaan, haha. Sekitar jam 4 sore, kami capcus ke Bukit Silvia. Sebenernya ada beberapa rekomendasi dari mas-mas resepsionis, yaitu goa batu cermin sama Bukit Cinta yang katanya bagus banget untuk lihat sunset. Tapi, setelah disambi browsing, kami tertarik ke Bukit Silvia aja.

Lokasi perbukitan itu harus melewati daerah pelabuhan terlebih dahulu. Mudah nemuin jalan di Labuan Bajo ini karena sedikit sekali persimpangan jalannya. Di perjalanan, hujan turun, tapi ngga begitu deras. Pun nanggung kalau mau pakai jas hujan, karena sudah lumayan dekat. Oiya, perjalanan menuju bukit Silvia ini lumayan berkelok-kelok dan menanjak. Jalannya sudah diaspal bagus, walau ada beberapa meter nanti yang masih rusak. Kami juga melewati wilayah proyek-proyek gitu, hati-hati yaa, karena banyak kendaraan besar juga. Sekitar 20 menit waktu yang kami tempuh untuk sampai di bukit Silvia.

 




Kami jadi orang yang pertama sampai di sini. Beberapa menit, bukit Silvia serasa milik pribadi. Tapi itu nggak berlangsung lama, orang-orang segera berdatangan. Untungnya sih, setelah kami puas foto-foto, hehe. Menurut gmaps, ada satu bukit Amelia letaknya berdekatan sama bukit Silvia, Awalnya kami berniat ke sana, tapi demi melihat jalan yang harus kami lalui penuh dengan bocah-bocah SMA yang lagi nongkrong, kami urungkan niat. Tujuan kami berikutnya adalah bukit Cinta. Lagi-lagi dituntun gmaps, dan nggak seberapa jauh letaknya dari bukit Silvia.

Tapi zoooonk, sampai sana, bukit Cinta-nya udah nggak ada apa-apanya, kosong. Dan tanahnya kayak udah diratain gitu. Aku dan mbanggi pun beranjak dari situ, mencoba mengikuti orang-orang yang lanjut perjalanan ke arah kiri. Nah dari jauh nampak pak polisi, wah, kami urung deh lanjutin perjalanan. Bukan apa-apa, mbanggi ada SIM, cuma tempat sewa motor kami tuh nggak mau kasi STNK motornya. Nggak lucu juga sih kalau ditilang pas liburan gini. Yasudah, akhirnya kami mutusin untuk balik aja ke hotel, lagian mendung, kayaknya sunset nggak akan kelihatan. Di luar dugaan, matahari tiba-tiba mulai nampak. Aku dan mbanggi yang udah di jalan pulang jadi bimbang, sunsetnya sepertinya sayang untuk dilewatkan. Tapi untuk kembali ke bukit Silvia juga sudah lumayan jauh, dan mempertimbangkan gelapnya jalan yang harus dilalui kalau kami pulang setelah sunset. Motor kami terus melaju ke jalan pulang, sampai kami melewati kafe yang kece di pinggir jalan.

"Mbak, kayaknya liat sunset dari kafe situ, asik deh," celetukku. Tak perlu perdebatan, mbanggi langsung melipirkan motornya ke parkiran kafe sembari bilang, "Kita perasaan ngafe mulu, ul,". Hahahaha.

Kafe kece ini namanya Escape Bajo. Ada dua lantai, dan ada sisi outdoor maupun indoor. Karena mau nonton sunset, kami pilih yang outdoor. Setelah pesan minum dan cemilan (pisang goreng), kami segera duduk dan tenggelam dalam indahnya pemandangan.





This place is the perfect place to enjoy sunset. Suasananya enak, nggak seberapa ramai. Sunset di depan mata, laut luas, langit jingga. Masya Allah, syahdu.

Dari lubuk hati yang terdalam, aku dan mbanggi merekomendasikan kafe Escape Bajo untuk kalian yang lagi main ke Labuan Bajo. Kafenya kece, harga makanan dan minumannya terjangkau banget, rasanya enak, dan kru kafe yang ramah-ramah (bahkan sampai mas yang jaga parkirnya juga ramah banget). Mau banget balik ke sini suatu saat nanti kalau ada kesempatan.


Waktu berjalan amat cepat ketika kita sedang menikmatinya. Sebelum terlampau gelap, aku dan mbanggi pun melanjutkan perjalanan untuk kembali ke hotel. Tapi, kami mau sekalian balikin motor dulu ke tempat sewa yang letaknya di daerah pelabuhan. Sampai tempat sewa, kami balikin motor dan ambil KTP jaminan mas-mas resepsionis (KTP mbanggi kan jadi jaminan di hotel, jadi mas-mas resepsionis ngasi KTP nya untuk jaminan motor). Kami pun telpon hotel untuk minta dijemput. Ternyata mobilnya lagi dipakai jemput customer lain, yaudah kami nunggu. Lima belas menit berlalu, tidak ada tanda-tanda. Eh ada ding, sebenernya mobil Green Prundi sempat sekali melintas, tapi kami barus sadar pas dia udah jauh. Akhirnya kami telpon lagi ke hotel, kami diminta nunggu sebentar lagi karena mobilnya udah berangkat untuk jemput kami. Aku dah mulai rese, kesel jemputannya nggak dateng-dateng. Total mungkin 30 menit kami nunggu, sampai akhirnya mobil datang juga. Alhamdulillah. Ngobrol-ngobrol sama pak sopir, ternyata emang dia nggak dapat info yang jelas soal siapa yang harus dia jemput, dikirain mau jemput bule, wkwkwk.

Sesampai di hotel, mbak resepsionis langsung menyambut mobil kami dengan wajah khawatir banget. Aku yang awalnya masi bete karena kelamaan nunggu, jadi luluh seketika karena ternyata banyak yang mengkhawatirkan kami, hiks. Belum cukup sampai di situ, pas mbanggi nyerahin KTP yang dijaminkan untuk sewa motor, kami baru tahu kalau ternyata itu KTP sang manajer hotel. Ya ampun, terharunya kami, service excellent! Serasa di rumah sendiri :"

Malam itu aku dan mbanggi beberes, packing ulang, ngabisin pisang goreng dari Escape Bajo, dan tak lupa lanjut nonton Harry Potter, hehe.

Day 4: 13 April 2018

Pagi itu aku dan mbanggi dah siap-siap untuk lanjut perjalanan Sailing Trip Labuan Bajo. Wuuuuu so exciteeeeddd! Kata mbanggi yang kontakan sama orang tripnya, kami bakal dijemput jam setengah 10 untuk ke pelabuhan. Jadi dong aku sama mbanggi nyantai, jam 8 kami baru keluar kamar mau sarapan. Lah ternyata jemputan udah datang. Akhirnya kami minta tolong ditungguin bentar buat sarapan. Mungkin 15 menit doang kami sarapan, terus cek out. Demi melihat mbak resepsionis yang sama dengan yang semalam menyambut kami  dengan wajah khawatir, kami pun mengajaknya wefie, wkwkwkwk.


Setelah cek out beres, kami langsung naik mobil dan diantar ke pelabuhan Kampung Ujung. Nampak di pelabuhan banyak kapal (yaiyalah), aku dan mbanggi penasaran nanti bakal naik kapal yang mana, hhehe. Sinar matahari yang menyengat, sementara tempat duduk yang ada di dermaga lagi penuh lelaki, sungkan juga kalau tiba-tiba nimbrung. Akhirnya kami berdiri aja di pinggir dermaga, menikmati pemandangan, sembari mbanggi watsapan sama mas Tarsi, Tour Leader kami. Anyway, laut di sini jernih banget, bahkan di daerah pelabuhan sekalipun. Saking jernihnya, kita bisa lihat ikan-ikan yang berenang di dalamnya.

Sekitar setengah jam-an menunggu, setelah mas Tarsi datang, kami diinfokan kalau akan ada 10 orang dalam satu kapal nantinya. Daripada kelamaan nunggu di dermaga, akhirnya mas Tarsi minta kami dijemput ke kapal aja. Kapal kami namanya All Star. Akhirnya kami dijemput pakai boat kecil dan cabs ke kapal. Melewati beberapa kapal lain, aku penasaran banget kapal All Star tuh yang mana, wkwk. Sampai akhirrnya boat udah nampak jelas banget arahnya, akhirnya kapal All Star keliatan juga.

Kru kapal bantuin angkat ransel kami yang segede gaban, sementara aku dan mbanggi langsung ke bagian depan kapal yang dijadikan semacam ruang makan gitu. Ada satu meja besar, dan satu kursi panjang di dua sisinya. Untungnya di meja udah ada cemilan, jadi ngga garing-garing amat nunggunya.

Sekitar jam 11an, setelah semua peserta lengkap dan pembagian kamar selesai, kapal pun mulai melaju menuju pulau Kanawa. Total ada 10 peserta di kapal kami. Aku dan mbanggi, tiga serangkai dari Sukabumi (Michael, Robert, Billy), sepasang sejoli (Jessy dan masbul Paul), tante-ponakan yang macam kaka-adek (Rizky dan mba Umi), and the only one who takes solo trip: David (relax David, you're not alone anymore, wkwkwk). Selama perjalanan, ngerasa sayang banget untuk memejamkan mata karena pemandangannya bagus banget. Laut biru yang luas, diselingi pulau yang berbukit-bukit berwarna hijau.





Sekitar jam setengah 1an, kami merapat ke pulau Kanawa.




Di sini juga kami sesi pertama snorkeling. Aku udah lamaaa banget ngga snorkeling, sejak pengalaman kebawa arus pas di Lombok tahun kemaren, hehe. Awalnya kagok juga, dan takut kebawa arus lagi. Tapi alhamdulillah, lautnya tenang.



Setelah puas main-main di Kanawa, kami lanjut perjalanan ke Gili Lawa. Butuh sekitar dua jam perjalanan untuk sampai ke sana. Oh iya, di Gili Lawa nanti kami bakal trekking. Hunting sunset di atas bukit.

pemandangan selama perjalanan
pemandangan selama perjalanan (1)
nanti naik ke sini nih..


Jalur trekking di Gili Lawa bikin syok, karena curam banget. Aku dan mbanggi udah baca Bismillah aja terus, biar sanggup naik sampai atas. Kami mulai naik sekitar jam 4-an sore, dimana cahaya matahari lagi terasa panas-panasnya. Belum juga setengah perjalanan, udah ngos-ngosan, wkwkwk. Trio Sukabumi udah duluan jauh, padahal si Michael tadinya pesimis banget bisa naik, eh ternyata cepet-cepet aja jalannya tuh bertiga. Apalagi si David, wah entah udah sampai mana dia. Aku dan mbanggi dikit-dikit melipir, duduk, minum. Susul menyusul sama masbul dan Jessy, plus mba Umi dan Rizky. Semua orang pada pakai sepatu, at least sendal gunung, kecuali Rizky yang setia sama swallow-nya, hahahaha.


Walau panas, keringetan, haus, dan ngap banget, tapi pemandangan dari atas memang juara!

Oh iya gengs, jalur trekking naik dan turun di Gili Lawa ini berbeda ya. Jalur naiknya memang curam banget, tapi nanti kita akan lewat jalur yang jauh lebih landai pas turunnya. Selain pemandangan yang amazing, takut turun lewat jalur curam itu yang bikin semangat untuk lanjut sampai atas, hehe. Perlu waktu sekitar satu jam untuk sampai ke puncak Gili Lawa (kalau dikit-dikit melipir kayak aku dan mbanggi, wkwk).





Ngga ngerti lagi, Masya Allah bagus banget pemandangannya, sampe terharu.





beautiful sunset <3
that sky.. <3


Kami sampai lagi di bawah ketika hari sudah lumayan gelap, jadi mesti pake senter handphone untuk nerangin jalurnya. Tapi alhamdulillah kami termasuk yang tepat waktu, sih. Dari  kapal, kami masih bisa lihat barisan cahaya yang menuruni bukit.

Hari berlalu dengan tubuh lelah, tapi bahagia. Pas makan malem, yang ada di pikiran cuma mandi terus tidur. Yes, i'm the only one yang nungguin makan malem dulu baru mandi, hahaha.

Hari pertama sailing trip yang menyenangkan pun ditutup dengan tidur nyenyak :)

Sampai jumpa di hari berikutnya, di postingan part 3 :D