Senin, 23 Desember 2013

Bagaimana jika..

0

Bagaimana jika kukatakan bahwa aku tahu segalanya?

Bagaimana jika kukatakan bahwa aku tahu semua yang kamu katakan tentangku pada mereka?

Bagaimana jika kukatakan bahwa aku tahu perilakumu saat aku tak berada di dekatmu?

Bagaimana jika kukatakan bahwa aku tahu skenario-skenario yang kamu buat untuk orang-orang di sekitarmu?

Bagaimana jika kukatakan bahwa aku kenal dengan kepribadian-kepribadian yang kamu suguhkan berbeda di tiap kesempatan?

Bagaimana jika kukatakan bahwa aku tahu apa yang kamu sembunyikan dariku?

Bagaimana jika kukatakan bahwa aku tahu semuanya?
Setiap detail yang tidak kamu ceritakan
Setiap rasa yang kamu pendar-pendarkan diam-diam
Setiap rindu yang nyatanya tak pernah nyata
Setiap cerita yang kamu simpan sendirian

Bagaimana?

Apa yang akan kamu katakan untuk menjelaskan itu semua?

Sabtu, 21 Desember 2013

menantang diri sendiri

0

biarlah air mata menjadi saksi
bahwa aku kian memahami diriku sendiri
perihnya, sakitnya
sampai angkuhnya
biar saja aku belajar untuk memahami apa yang aku rasakan

jika kau tanya bagaimana rasanya
aku mungkin hanya akan diam
dan memberi senyuman
karena aku sudah tidak ingin membaginya dengan siapapun

Jumat, 20 Desember 2013

hati yang sama

0

pertanyaan yang sama
kemudian hanya kupertemukan dengan
tawa yang sama
kalimat "nggak apa-apa" yang sama

ternyata sesempurna itu ketika aku dan kamu menjadi kita

dan aku masih dengan senyum yang sama
mencoba memahami ketidakmengertian

ini wajar

karena tak semua harus tahu segala

iya kan?

Minggu, 15 Desember 2013

Mengukir Jejak

0

Kalau tidak salah, dua hari yang lalu, baru posting yang judulnya kertas kosong. Awalnya memang lagi kepikiran sama jejak yang pernah ditinggalkan orang di masa lalu. Jejak kebaikan berupa kebiasaan baik yang masih saya jalankan sampai sekarang, walaupun sudah tidak sedekat dulu dengan si pemberi jejak(s).

Kemudian berlanjut ke satu pemikiran serius bahwa..

Ketika kita memutuskan untuk memasuki kehidupan seseorang, maka kita juga akan mengukir jejak di dalam kehidupannya itu.

Kenapa mengukir?

Jumat, 13 Desember 2013

kertas kosong

0

File:Sharpened pencil next to sheet paper.jpg


lembar-lembar kosong
lalu pensil menari-nari di atasnya
menciptakan goresan
indah
dan berjejak

lalu kemudian kamu sendiri yang menghapusnya
warnanya hilang
tapi guratnya masih jelas

kalau kamu lihat
akan kamu temukan di sana
tinggal yang (benar-benar) baik saja

kertas yang mengucap terima kasih
atas segala jejak kebaikan
dari pensil yang kini pergi
dari tangan yang menghapus dengan sadar diri

Sabtu, 07 Desember 2013

Aku Ada

0

Entah sudah berapa jam yang kita lewati dalam diam. Dalam remang cahaya yang meneduhkan. tidak ada kata yang terucap, padahal kita sedang bersebelahan. Kamu diam, aku juga diam. Tapi wajahmu tetap saja indah.

Bagaimana mungkin aku tidak jatuh cinta dengan sepasang mata indahmu yang beraura syahdu? Dua lesung pipi yang bisa terlihat bahkan ketika kamu hanya menggerakkan salah satu sudut bibirmu. Kamu cantik, sangat cantik.

Hai kamu, tidakkah ingin mengucap satu patah kata saja padaku? Mungkin sekedar kata “halo”?

Kamu tetap diam. Wajahmu seperti diselimuti mendung. Apa ada yang tidak beres?

Kamu tidak menjawabku. Baiklah, tak apa. Walaupun kamu hanya diam, aku tidak akan pergi. Paling tidak, aku bisa berada di dekatmu. Membuatmu yakin kalau kamu tidak sendirian. Karena hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu, sebelum waktu memaksaku untuk benar-benar pergi dari kamu.

Tiba-tiba saja kamu menoleh padaku. Hei, apakah ini tanda kalau sebentar lagi kita akan saling berbicara??

Fuuuuhhhh..


Aku salah. Semuanya selesai sudah. Selamat tinggal, kamu meniupku. Mati.