Kamis, 23 Juni 2011

another energy :)

0

"berpikirlah dua kali, atau bahkan beberapa kali sebelum meremehkan orang lain.."


Maka bukanlah hal yang asing di kehidupan sehari-hari bila kita temukan beberapa tipe manusia. Manusia itu unik dengan pribadinya masing-masing, lengkap beserta kekurangan dan kelebihannya. Namun ada kalanya, manusia berpikiran terlalu sempit, sehingga menganggap manusia lainnya lebih rendah. Yah, marilah kita berharap semoga ketidakmampuannya untuk menyadari bahwa kita semua diciptakanNYA untuk saling melengkapi, hanyalah sebuah khilaf semata :)

Manusia yang berpaham seperti saya jelaskan di atas tadi pun, ada dua tipe juga. Yang nggak ekstrim sih, hanya memuaskan pahamnya itu di dalam hati. Namun yang ekstrim, bisa meluncurkan kalimat-kalimat yang tidak layak demi meyakinkan posisinya yang (menurutnya) lebih tinggi tersebut. Meremehkan orang lain, itulah versi gampangnya.

Di awal saya bilang "berpikirlah ulang sebelum meremehkan orang lain". Kenapa ?

Karena orang yang diremehkan, punya dua pilihan. Menyerah dan semakin menciut karena diremehkan. Dan satunya adalah, bangkit dengan energi yang jauh lebih besar untuk membuktikan pada siapapun yang meremehkannya, siapa dia sebenarnya. Nah, tukang ngeremehin orang, sudahkah kalian siap dengan reaksi yang terakhir ?

Mungkin ada yang sedikit luput untuk disadari, bahwa orang yang diremehkan itu seringkali punya energi lebih untuk usaha pembuktian dirinya. Dia akan jauh lebih kuat berusaha, untuk membuktikan bahwa dia tidak pantas diremehkan.

Mungkin kalo dibahasa-batin-an, seperti inilah kata hatinya..

"Deloken ae yo, salah gede kon ngeremehno aku.."

Hahaha

Yah mungkin agak terdengar jahat. Tapi jangan salah, energi semacam itu justru bisa menjadi energi positif. Selama menggunakannya dengan benar. Kalau akhirnya energi itu dipakai untuk menjatuhkan orang lain, atau melakukan upaya-upaya yang tidak bisa dibenarkan, ya tentu tidak lagi positif namanya. Oleh karena itu, sebagai manusia, pintar-pintarlah menyikapi apapun yang kita rasakan dalam hati..

Jangan sampai energi pembuktian tadi berubah menjadi dendam yang malah merusak diri dan hati. Sudah diremehkan, nggak dapet apa-apa, malah merusak diri. Naudzubillah, semoga kita tidak termasuk orang yang merugi.. :)

Nah untuk kalian yang sedang merasa diremehkan, jangan patah semangat ! Tidak ada sesuatu yang mustahil. Selama ada niat, usaha, doa dan tawakkal, Insya Allah pasti ada jalan. Buktikan jika kalian bisa memberi yang terbaik. Buktikan untuk tujuan yang benar dan dengan cara yang benar. Selalu ingat, tidak akan ada yang mengubah kondisimu, jika kamu hanya diam dan tidak melakukan apa-apa !

 Let Go and Move On



Masa bodoh apa yang mereka katakan. Jangan sampai kata-kata mereka membuat kalian tidak percaya diri. Sungguh setiap manusia telah dilengkapi kelebihan, dan tugas kita adalah menemukan. Dan membuat kelebihan itu berkembang dengan cara yang benar. Benahi niat, dan berusahalah dengan hati ikhlas. Hilangkan kedongkolan dalam hati, nggak ada manfaatnya. Lalu segeralah prepare, apa yang ingin kalian lakukan untuk mencapai mimpi yang kalian punya.. :D






Nggak munafik, setiap orang pasti pernah meremehkan sesuatu atau seseorang. Sayapun demikian. Tapi daripada meremehkan, bukankah lebih baik memotivasi ? Dengan motivasi, tidak akan ada hati yang dilukai, energi yang terbentuk pun bisa lebih positif lagi. :D

Akhir kata posting kali ini,,

Tetep semangat untuk melakukan dan memberikan yang terbaik. Siapapun kamu ! Orang lain bukan Tuhan yang tahu segalanya, bukan ? Jadi jangan berhenti untuk meraih mimpi. Bermimpi adalah hak setiap orang, dan tidak ada yang bisa memungkirinya..






yuk, menyadari bahwa semua sudah diciptakanNYA sesuai porsi masing-masing. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Yang ada hanya apa melengkapi apa, dan siapa melengkapi siapa.


Tidak ada yang namanya substitusi,
yang ada adalah komplementer :)

Rabu, 22 Juni 2011

memelodikan semesta :)

0

Maha Besar Allah Pencipta alam semesta yang keindahannya tidak dapat dipungkiri manusia. Berbagai macam ekspresi kekaguman datang dari mulut dan hati manusia yang kecil di hadapanNYA. Dan melalui musik adalah salah satunya. Unsur-unsur alam begitu universal sehingga mudah dijadikan perumpamaan, maupun bertindak sebagaimana arti dasarnya sendiri. Untuk posting kali ini, aku pengen sedikit mengulas, atau mengingat kembali lagu-lagu yang bertemakan, maupun yang sekedar menyelipkan unsur semesta sebagai pengindah syairnya. Check this out ! :D


Hujan by Utopia

"aku selalu bahagia saat hujan turun. karena kudapat mengenangmu untukku sendiri.."

Ya itu sepenggal liriknya. Lagu ini aku suka juga sih, easy listening. Walaupun isinya agak-agak mellow, tapi nadanya enak, ceria. Lagu yg lumayan sering kudengerin pas lagi patah hati. Huaahaha. Emm,, secara pribadi aku juga suka hujan. Meskipun ke mana-mana jadi ribet gara-gara mesti nenteng payung. Tapi, irama dan bau khasnya itu lhooo, ngangenin :)
Apalagi kalo hujannya gerimis kecil-kecil gitu.. hmmm, really really enjoy that moment. Wajah yg sedikit kena cipratan gerimis.. Rasanya dingin, tenteram..



Bintang by Kahitna

"biar aku melangkah menemani bintang menerangi malam. jangan resahkan aku, yang penting bahagia untukmu slalu kasihku"

Lagu baru sih. Tapi enaak. Lagu tipe seperti ini aku suka banget. Soalnya bawaannya adem.
Mmm, aku juga suka bikin bintang jadi banyak perumpamaan. Misalnya buat sahabat. Sahabat itu seperti bintang, dia selalu ada dan bersinar, sekalipun seringkali tak tampak dan samar. Bisa juga dianalogikan sebagai manusia. Manusia itu seharusnya bisa seperti bintang, sinarnya semakin terang ketika dijerat kegelapan. Atau dibikin gombalanku tadi siang "mencintai itu seperti bintang. kalo lagi terang, susah diliatnya, tapi ketika gelap, sinarnya benderang :)"
Siapa sih yang meragukan keindahan bintang ? Tak ada yang memungkiri bahwa pijaran cahayanya di malam hari seringkali dicari dan memukau banyak hati.. :)



Taman Langit by Peterpan

"ini taman mimpiku, ini taman langitku.."

Kenapa taman mimpi ? Mungkin ketika kita lihat langit, pikiran jadi ikutan terbawa meluas. Nggak tau kalo yang lain, tapi aku sih gitu. Fresh banget rasanya lihat langit yang biru cerah, luas, dengan gumpalan-gumpalan awan putih sebagai penghiasnya. Sungguh, aku suka.
Langit begitu tidak terbatas. Di sanalah benda-benda indah galaksi memainkan peranannya.. Bintang, bulan, planet.. juga pelangi, yang sangat jarang kulihat melengkung di warna dasar birunya.. :)



Laskar Pelangi by Nidji

"Laskar pelangi, takkan terikat waktu. Bebaskan mimpimu di angkasa, warnai bintang di jiwa "

Aku suka lagu ini. Tapi aku lebih suka lagi sama pelangi. Lengkungannya, warna-warninya, dan kemunculannya setelah hujan. Tepat bersamaan dengan matahari yang terangnya menerobos mendung.
Melalui pelangi, Allah Menyampaikan pesanNYA mengenai indahnya perbedaan.. Bahwa tak harus selalu kesamaan yang bisa menyatu dan membawa keharmonisan.







Dan alam tempat inspirasi manusia yang tak terbatas. Tinggal bagaimana kita belajar peka untuk membaca pesan bisu yang dibawa hal-hal kecil di dalamnya. Seperti ketenangan air, semangat panas matahari, ataupun merasakan tiupan angin yang tak mengenal kata kembali. Semuanya bermakna. Aku selalu berdoa supaya punya jiwa dan hati yang peka dan lapang. Agar aku tidak melewatkan sedikitpun makna, serta keindahan-keindahan pesan semesta yang tak pernah bicara lewat suara.. :)

Senin, 20 Juni 2011

dari mereka tentangku :)

0

Beberapa waktu dekat ini, banyak mendapatkan statement tentang pendapat mereka mengenai diri saya. Mereka yang saya maksud ini kebanyakan orang-orang yang memang sangat dekat dengan saya. Ada yang membuat tersenyum, namun ada juga yang membuat saya merenung. Sekedar ingin berbagi saja kali ini, hehehe..

"there's a pain in your eyes. but also a warmness inside it" (F) (D)
Uumm, a lil' speechless, actually. Dua orang yang mengatakan dua hal berbeda yang saling melengkapi tersebut. Entah bagaimana cara mereka melihat ke dalam mataku. Membaca apa yang ada di dalamnya. Bahkan mungkin telah banyak memahami sekalipun aku belum bercerita apapun. Karena aku memang tak terlalu suka membicarakan tentang privasiku. Bukan tidak ingin diketahui, hanya saja aku kadang demikian takut dengan kemungkinan perubahan mereka nantinya. Membuat seseorang mengerti dan memahami sama seperti bagaimana yang aku inginkan tentunya bukan pekerjaan yang mudah. Dan mereka punya hak penafsiran sendiri yang tidak pada tempatnya untuk aku kendalikan. :)


"adek kayak pohon, melindungi dan menyejukkan :)"  (M)
Kalimat yang membuatku tersenyum ini berasal dari seorang mbak cantik, guru saya. Kenapa ? Karena dia satu-satunya yg bilang saya kayak pohon karena melindungi dan menyejukkan, bukan karena saya rimbun. Lho? hahha. Bukan bukan. Tersenyum karena guru saya ini punya pandangan yang demikian manis tentang saya. Sampai saat ini, sudah sekitar 5 tahun lebih kami saling mengenal dan dekat. Saya seperti merasa punya kakak cewek, maklum lah, sindrom anak tunggal. :p . Menjadi "melindungi dan menyejukkan" saya rasa bukanlah hal yang mudah. Namun semoga saja itu benar adanya dan bisa terus ada dalam pribadi saya. :)



"tetep jadi adekku yang kuat dan baik sama semua orang"  (G)
Dia adalah orang pertama yang membuat saya menyukai suara gitar. Kami saling mengenal lewat seni. Lewat artikel, paduan suara, dan yang pasti musik. Hadiah ulangtahun paling berkesan datang darinya. Kaset yang berisi lagu-lagu ciptaannya beserta petikan nada gitar yang indah dari jari-jarinya. Tujuh tahun persahabatan. Waktu yang lumayan lama untuk komunikasi yang bisa dibilang sangat jarang. Kesibukan begitu menyita kebersamaan kami, tapi tidak halnya dengan kedekatan kami. :)



"selama kamu ada benefit, kita temenan" (D)
Bukan kata-kata yang indah, tentu saja. Kalimat ini sempat membuat saya bertanya-tanya tentang manusia model apa yang sedang mengucapkannya. Apalagi sang pengucap notabene adalah teman dekat saya sendiri. Seseorang yang terlanjur lama tidak bisa menaruh keprcayaan terhadap orang lain. Terang-terangan dia menyodorkan paham untung-rugi saat itu. Jujur selama 20 tahun saya hidup, baru kali itu saya mendengar kalimat demikian. Awalnya kaget. Namun sungguh tidak ada sesal atau kemarahan. Entahlah, aku tidak merasa memberi apapun, namun apa ruginya memberi manfaat untuk manusia lain ? Selama itu hal positif dan tidak bertentangan dengan agama. Maka semua dari kami masih berjalan seperti biasa sampai saat ini. :)



"really, i think that i've to realize and admit that you're so amazing... " (R)
Hahaha. Dengan orang satu ini, kembali saya berasa punya kakak cowok. Bagaimana rasanya dianggap menjadi seseorang yg telah lama dirindukan keberadaannya ? Orang ini telah menjelaskannya kepada saya. Saya, adalah sosok pengganti adik perempuannya yang sudah lama meninggal. So sad to hear that. Tapi, syukurlah selama beberapa tahun ini, menurutnya, saya bisa sedikit mengisi 'ruang' kosong itu. Sekali lagi dengan kebersamaan yang amat minim. Cuma sekali ketemu, itupun nggak lama. Karena dia kuliah di jogja, dan saat ini sedang magang di freeport, Papua. Good luck brothaaa.. :D



"aksentuasi di antara wanita berhijab" (F)
Itulah komentar singkatnya mengenai profile picture yang saya pajang beberapa minggu lalu. Sedikit tercekat rasanya di tenggorokan. Hehe. Entahlah, ada sesuatu dalam diri saya yang mengambil sisi lain dari komentar yg nyatanya hanya sebuah penerapan kosakata dari keahliannya di bidang seni. Aksentuasi, katanya, adalah unsur minoritas yang menjadi mayoritas karena cara penyajiannya. Tapi kata-kata koreksi diri sering membayangi pikiranku di hari-hari setelahnya. :) Terimakasih, walaupun secara tidak langsung, anda sudah mengingatkan adekmu yg masih harus banyak belajar ini.. :) 




Yang di atas hanya segelintir. Sebenarnya masih banyak. Sekalipun bukan lewat kata, kadang kepedulian dan kedekatan telah berbicara jauh lebih banyak. Syukurnya aku memiliki orang-orang baik yang selalu ada untuk membuatku tersenyum, merenung, sekaligus mengoreksi diri.


Dan tentang pelangi itu juga tentang mereka. Warna-warna indah yang menghiasi kehidupanku sebagai langitnya. :)

Rabu, 08 Juni 2011

seperti Shinichi Kudo dan Ran Mouri :)

22

Barusan selesai baca komik favorit, atau lebih tepatnya satu-satunya komik yang saya baca, yaitu detective conan edisi 61. Seperti biasa, ceritanya menarik dan nggak ngebosenin sama sekali. Yang paling penting juga, komik kali ini saya dapet penuh perjuangan gara-gara nyaris keabisan. Maklum, uda terbit dua bulan lalu, tapi baru ada waktu buat beli minggu ini.

Saya lagi nggak pengen mengulas tentang ceritanya secara keseluruhan, karena itu bisa dibaca sendiri dan hanya perlu sedikit konsentrasi biar bisa paham. Kali ini, saya pengen sedikit nyeritain tentang romantisme dalam komik ini. Menarik kan, karena nggak cuma perlu otak untuk menangkap sisi minoritas macam masalah masalah cinta dalam komik detektif yang dijejali kasus dan konflik.

Keinginan mengulas romantisme ini timbul tepat ketika saya selesai mambaca komik ini, di halaman terakhir, dalam dialog conan alias shinichi yang berbicara satu arah dengan dirinya sendiri.

Pernah ngamatin nggak, sih ? Kalo cinta yang ada di antara shinichi kudo dan ran mouri itu sweet banget.. :)

Kehebatan pertama datang dari seorang cewek bernama Ran Mouri. Iya, cewek yang jago beladiri ini digambarkan sangat mencintai Shinichi Kudo. Dilihat dari ekspresi degup jantungnya ketika shinichi menelepon, rona wajahnya waktu menanggapi guyonan Sonoko yang menyinggung tentang shinichi, bahkan dari sekilas senyum yang tampak tipis ketika membaca email dari orang kesayangannya itu.
Hebatnya ran bisa menjaga komitmen.
Komitmen dengan siapa ? dengan Shinichi ? bukan. Sadar atau tidak, Shinichi dan Ran tidak pernah berkomitmen menyatakan saling mencintai satu sama lain. Berkomitmen bahwa mereka saling memiliki, yah gampangnya jadian lah.
Ran mampu menjaga komitmennya dengan Ran Mouri, yaitu dirinya sendiri. Jangan keburu menyepelekan, komitmen dengan diri sendiri justru kerapkali lebih sulit dilakukan. Kenapa ? Berkomitmen dengan diri sendiri lebih rawan untuk dilanggar. Tidak ada yang tahu di luar, konsekuensi sosial tidak ada, dan manusia cerderung lebih permisif terhadap dirinya sendiri. Namun yang terjadi pada Ran adalah sebaliknya. Dia mampu menjaga perasaannya untuk Shinichi. Bukan membenamkan rasa tapi membiarkan rasa itu indah dalam diamnya, sampai waktunya tiba. Menjaga dirinya untuk seseorang yang dia bahkan tak tahu keberadaannya. Menjaga pengharapan untuk satu-satunya orang yang dia yakin akan menjaga dirinya pula untuk suatu saat datang dan menginginkan Ran menjadi satu-satunya wanita yang menemani hidupnya.

Kemudian Shinichi Kudo. Cowok ganteng idola saya sejak dulu ini (setelah Mamoru di Sailormoon, hahaha) juga punya rasa cinta yang hebat dan manis. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya di bagian Ran, bahwa mereka tak pernah berkomitmen apapun, Shinichi juga punya komitmen yang bagus dengan dirinya sendiri.
Tapi yang paling menonjol adalah, caranya mencintai Ran dengan indah. Shinichi mencintai dengan sepenuh hati, sangat melindungi, tanpa diketahui padahal setiap hari dia berada begitu dekat dengan orang yang dia cintai.
Bisa saja dia katakan bahwa Conan Edogawa itu tak lain adalah dirinya. Agar Ran tahu bahwa sesungguhnya Shinichi selalu menjaganya, jelas-jelas mencintainya dalam jarak sedekat itu. Tapi Shinichi bukan tipe orang  egois. Dia tidak mengabaikan keselamatan Ran, karena terlalu berbahaya jika nantinya Ran juga ikut-ikutan diincar oleh orang-orang dari organisasi hitam..


huaaahh
Nggak berhenti saya mengagumi dua orang ini.
Kiranya wawasan saya mengenai kosakata dan cara penyampaian masih jauh dari sempurna. Pun perasaan yang mungkin agak lebay atau malah kurang peka untuk mengambil makna-makna tersembunyi dari sesuatu (dalam hal ini cerita conan, :p).



Yang jelas,, dialog satu arah ini, sangat manis :)

sejujurnya, itu benar sih. jujur saja aku nggak ingat apa yg kukatakan waktu itu. pikiranku panik. dan aku terus memikirkan penyelamat lincah ini dengan sepenuh hatiku.. aku harus mati-matian melindunginya.. (Conan Edogawa, Shinichi Kudo)