Tampilkan postingan dengan label kaleidoskop. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kaleidoskop. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Januari 2019

2018: A Year Full of Surprise

0



Tak terasa 2018 sudah sampai di penghujungnya. Seperti biasa, tahun ini pun berjalan sangat cepat, tapi Alhamdulillah, tidak berlalu begitu saja. Setiap tahun punya keistimewaannya masing-masing, dan tahun 2018 istimewa karena penuh kejutan. Yang namanya kejutan, bisa menyenangkan, bisa menyedihkan, bisa berupa hal baik, atau juga kejadian yang tidak diinginkan. Tapi kesemuanya itu membentuk suatu keseimbangan yang menempa dan membentuk diriku yang sekarang.

So, inilah kejutan-kejutan di 2018-ku!


LAMA RASA BARU adalah hal-hal lama yang (tiba-tiba) dilakukan kembali di tahun ini.

Pemandu Grup PPAB YISC Al Azhar 2018
Terakhir kali jadi pembina/pemandu/pendamping macam gini tuh waktu kuliah semester 5, waktu itu jadi kakak pendamping peserta ospek jurusan. Nah kali ini, di awal tahun, aku nyoba daftar jadi kakak pemandu grup Program Penerimaan Anggta Baru YISC Al Azhar tahun 2018. Satu kelompok dapat dua orang kakak pemandu. Kebagian grup 17 (yang akhirnya dinamakan Lubabah), aku duet sama kak Andin. Handle grup memang gampang-gampang susah, secara satu grup isinya heterogen banget, baik dari segi usia, pekerjaan, latar belakang, dan lain-lainnya. But overall, fun kok, ketemu macem-macem personality itu seru dan menarik.. :)  




Seminar Pekan Kekayaan Negara
Sudah lamaaaaa sangat nggak pernah bikin event. Setelah pas kuliah non stop bikin acara-acara setiap tahun, masuk kerja langsung bum! Lupa caranya handle event, hahaha. Tapi di bulan Oktober, tetiba diajak gabung jadi panitia acara seminar di kantor. Aku yang biasanya jadi MC dan terima jadi aja susunan acara, sekarang "dipaksa" bikin rundown, make sure rundown-nya jalan, mastiin pic per kegiatan. Akhirnya kembali merasakan hal-hal seru kayak gini, nggak sekedar bikin nota dinas di depan komputer atau duduk nyatat hasil rapat. Penyegaran banget sih buat aku :D


Kemenkeu Mengajar 3
Kegiatan volunteering yang udah aku ikuti sejak tahun 2016, sejak tahun pertamanya dilaksanakan. Setiap tahun selalu ada rasa baru, karena dipertemukan dengan orang-orang yang berbeda di satu kelompok, mencoba metode mengajar yang berbeda dari tahun sebelumnya, dan pastinya ketemu dengan anak-anak yang karakternya begitu berwarna-warni. Kemenkeu Mengajar tuh kegiatan yang bikin dilema. Sebelum hari H, ribeeeet banget nyiapin ini itu sampai rassanya kapok. Tapi begtiu setelah hari H, jangan ditanya deh, pasti berasa recharge dan nggak mau ketinggalan untuk ikutan lagi di tahun depan!





SEPULUH TRIP di tahun 2018, baru aku sadari pas ngedaftar udah kemana aja aku tahun ini. Jadi wisatawan dalam kota Jakarta dan luar kota.

Bandung Trip
Ini bisa dibilang birthday trip, hehehe. Pas weekend aku ultah, pergi ke Bandung sama Cece. Di sana kami nginap di hotel dekat Braga, strategis banget tempatnya, alhasil kami kemana-mana jalan kaki (Masjid Raya, Museum Asia Afrika, landmark Braga, makan di Warung Lima Rasa). Sisanya, sudah pasti main di mall, wkwkwk. Ah jadi pengen ke Bandung lagi :D


Purwokerto Trip
Trip yang lumayan not well prepared, haha. Berhubung mbak Dani habis lahiran bakal segera capcus ke Papua ngikut suaminya, aku sama mbak Tika nyamperin dia di Purwokerto. Nengokin Shanum yang masih baby banget, sekalian jalan-jalan lah. Di sana dijamu dengan sangat amat menyenangkan sama keluarga mbak Dani (disuruh makan mulu, wkwk, apalagi mendoan, dah ga keitung berapa lembar). Jalan-jalan juga ke Baturraden, makan sroto, es durian). Waktu itu kami nginap di deket rumah mbak Dani, kamarnya ada di lantai 2, dan pemandangannya pegunungan. Sore-sore, mandang gunung, langit senja yang bersemu oranye, dan adzan yang berkumandang. Syahdu!


Jogja Trip
Tahun ini tiga kali ke Jogja! Tapi yah, Jogja memang selalu menyenangkan dan menenangkan untuk didatangi lagi dan lagi, nggak ada kata bosan sama sekali. Maret ke Jogja terus ke Solo dalam rangka nikahan mas Alam. Mei ke nikahan mas Yogi. Agustus liburan sama Cece. Jogja oh Jogja, sekarang aja aku udah pengen lagi ke sana :)




Ende-Labuan Bajo Trip
Ini diaaa gong-nya liburan tahun ini. Setelah berbagai pergolakan, akhirnya berangkat juga di bulan April, sama mbak Anggi. Ke Ende, kami menengok Danau Kelimutu yang terkenal di uang lima ribuan itu. Ke Labuan Bajo, kami menjajal rasanya sailing trip, menginap di kapal dan terapung berhari-hari di lautan. Banyak cerita, banyak tawa, banyak pengalaman, dan banyak pemandangan indah yang disaksikan. Nggak nyesel sama sekali, walau pas balik Jakarta langsung seret dompetnya, hahaha. Oiya., catatan perjalanan kami bisa dibaca di sinidi sinidi sini, dan di sini :D



Magelang Trip
Setelah dari nikahan mas Yogi, cabs ke Magelang nikahan si Ucup. Gileee, wedding traveller emang, wkwkwk. Duluu banget pernah ke Magelang, tapi nggak sempat menengok Candi Borobudur. Kali ini aku nggak mau kehilangan kesempatan, jadilah for the first time, aku ke Borobudur jugaaa  :D



Hutan Mangrove Trip
Bulan Juni, tak sanggup menahan hasrat ingin ngetrip, aku sama mbak Anggi jadi wisatawan dalam kota, kami nyobain ke Hutan Mangrove di Jakarta Utara. Bagus buat foto-foto, cuman udah mulai banyak sampah, sedih. Udah dibikinin tempat bagus, tapi kitanya sendiri malas ngejaga kebersihannya. Hiks..



TMII Trip
Akhirnya, setelah hampir 5 tahun di Jakarta, aku tau juga yang namanya Taman Mini Indonesia Indah, wkwk. Yah walaupun waktu itu TMII lagi rame buangeeet, sampe sempet salah masuk acara orang (acaranya make salah satu anjungan, ya meneketehe), macet pula di dalemnya, tapi terima kasih sudah ngajakin ke sini ya, Ky. Sah juga aku jadi orang Jakarta :p


Ragunan Trip
Ini  pun nggak direncanakan, karena kebetulan ada yang ngadain acara di sana, terus ikut datang fun walk di sana. Ternyata Ragunan bagus banget ya (ndeso tenan). Banyak wahana-wahananya, bersih, terus kayak banyak bangunan-bangunan menarik yang bisa dinaiki, dipanjat, pun dijadikan tempat foto-foto (teteeep ya). Ini juga pertama kalinya aku ke Ragunan, setelah sebelumnya cuman pernah naik busway yang jurusannya ke sana, hehe.



Tulungagung Trip
Oktober, nikahan sohib travelling-ku. Hati rasanya campur aduk. Happy pastinya lihat mbak Anggi akhirnya menikah dengan masnya. Tapi di sudut terdalam, ada sedih juga karena pasti udah nggak akan sebebas dulu kalau mau jalan-jalan. Oiya, btw ini trip tek-tok yang bikin aku sadar bahwa badanku sudah nggak semuda dulu, wkwkwk. Dulu pernah tek-tok Jakarta-Kediri, rasanya biasa aja Tapi kemarin, tek-tok Jakarta-Tulungagung rasanya udah remuk aja punggung. Hampir nggak bisa bangun tidur siang, nyaris ketinggalan kereta, wkwk. 


Ancol Trip
Baru-baru ini, sih, ke Ancol. Gegara pengeeeen banget jalan-jalan ke pantai, tapi angin dan ombak sedang nggak bersahabat. Yaudah, akhirnya ke Ancol deh, yang deket aja. Surprisingly, ada pasir putih yang masih bersih di pantai Ancol (kayaknya sih bagian baru, katanya dulu nggak ada). Lumayan lah, setidaknya ke pantai. Cukup tutup mata, rasakan hembusan angin, dengarkan deburan ombak, dan bayangkan pantai-pantai indah di Nusa Tenggara :p




FIRST TIME, yang pertama kalinya. Ya gitu, pengalaman pertama. 

Khatam Terjemah Al-Qur'an
Bener-bener pengalaman pertama nyelesain baca terjemah Al-Qur'an. Alhamdulillah diberi kesempatan untuk join PINBAKU39.2 di Daarut Tauhiid Jakarta, dan bertemu dengan sodari-sodari Tumbuh 8 yang selalu saling mengingatkan. Ini pencapaian buatku, karena sebelumnya kalau baca terjemah ya sepotong-sepotong aja, kalau lagi pengen, belum pernah secara utuh dari awal sampai akhir. Oiya, yang mau join, sekarang udah ganti nama jadi Kelas Mentari Hati, cus cari infonya di instagram yaa :)


Artikel Pertama
Bulan Juli, bulan bersejarah dimana untuk pertama kalinya aku nulis artikel yang serius (soal kerjaan) dan dimuat di media resmi kantor. Rasanya campur aduk. Ada seneng, bangga, tapi juga takut kalau tulisan itu jadi memancing "huru hara", karena mungkin ada salah penafsiran, hehe. Tapi alhamdulillah sejauh ini aman, sih. Next pengen nulis yang kayak gitu lagi, semoga bisa :D



Seleksi LPDP 
Yap, tahun ini pertama kalinya berusaha daftar beasiswa. Sudah sampai tahap akhir, tapi yah memang belum rezeki. Mungkin kurang persiapan, mungkin belum begitu matang, mungkin memang belum waktunya. Nggakpapa, belajar dari kesalahan, untuk daftar lagi tahun depan. Sedih sih, pasti, tapi yasudah, mari menghabiskan jatah gagal. Satu hal yang penting adalah ketika sudah mencoba dan mengusahakan yang terbaik namun gagal, mungkin ada sedih, tapi bukan penyesalan.. ;)


SWEET SURPRISE yang benar-benar tidak disangka-sangka.

Post Card from Kak Muti (Desember)
Di suatu sore, terkaget-kaget dapat kartu pos di atas keyboard. Dan ternyata dari Kak Muti yang lagi sekolah di Australia. How sweet you are, Kak, aku terharu. Sama sekali nggak ada ekspektasi bakal dikirimi kartu pos dengan tulisan yang bikin hati meleleh. Thankyou, Kakmuuut. Semoga sukses sekolahnya, semoga selalu dijaga Allah kapanpun dan dimanapun berada :*



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Flashback setahunan ini, banyak yang datang dan pergi, ada cerita tentang jatuh dan bangun, banyak tawa dan sesekali tangis, limpahan syukur yang kadang tertutup oleh khilaf kecewa.

Alhamdulillah, Alhamdulillah. Sekali lagi, Allah yang paling tahu apa yang terbaik, Allah yang paling tahu kapan waktu yang tepat, dan pasti Allah yang lebih tahu apa yang paling kita butuhkan. Itu pelajaran berharga yang di tahun ini, banyak diingetin lagi sama Allah untuk meyakininya lagi dan lagi. Keep husnudzon, keep husnudzon.

Salah satu kejadian yang paling berkesan ya pas ditolak beasiswa. Aku nggak terbiasa dengan kegagalan (terakhir kali ngerasain ditolak tuh sama BI pas ngelamar kerja tahun 2013), dan sekarang harus ngalamin. Rasanya pahit sih, nyesek, karena udah sampai tahap akhir, udah deket banget. Tapi aku ngerasa banget bahwa Allah itu Maha Baik. Tepat pada hari pengumuman, aku nangis karena nggak keterima. Tapi alhamdulillah, Allah kirimkan seseorang biar aku nggak menjalani hari itu sendirian. Besoknya pun, berkesempatan nonton mini konser Kahitna (terus dapat bunga pulak, wkwk). Besokannya lagi, ketemuan sama orang-orang yang melipur lara hati.

Dan benarlah adanya ketika ada yang Allah ambil, maka akan ada pengganti yang Allah siapkan. Manusia datang dan pergi dari kehidupan manusia yang lain, meninggalkan jejak, pelajaran, dan membuat mereka tidak sama lagi. Berasa banget Allah memilihkan yang tepat, yang memang aku butuhkan, dan ya, melalui cara yang tidak disangka-sangka. Semoga semuanya dimudahkan dan dilancarkan Allah :)

Anyway, tahun ini adalah tahun yang memalukan buatku sebagai seorang blogger, karena cuma menghasilkan 8 postingan. Haduh ampun. Seperti yang sudah-sudah, di tahun 2019 aku bertekad lebih sering lagi posting, menghidupkan kembali blog ini seperti dulu. Semoga bisa konsisten beneran.

Tahun 2019, semoga segalanya lebih baik lagi. Personality yang lebih baik, ibadah yang lebih baik, kebiasaan yang lebih baik, hobi yang lebih baik, status yang lebih baik (eh :p), yah semuanya lah pokoknya. Tetap yakin bahwa sebaik-baik skenario adalah yang Allah atur, semoga diberikan kemampuan untuk selalu mengejar ridho Allah, bukan pandangan manusia.

Sekian dulu postingan kaleidoskop 2018 kali ini. Semoga 2019 menjadi tahun yang penuh berkah untuk kita semua. Aamiin :)  

Sabtu, 30 Desember 2017

2017: The Turning Point

0

Seperti yang sudah-sudah, di penghujung tahun 2017, aku bikin postingan untuk flashback apa saja yang sudah dilalui selama satu tahun ini. Mengawali tahun dengan perasaan kehilangan, tapi kemudian begitu cepat Allah menggantikan kehilangan itu dengan kesempatan untuk melancong ke salah satu tujuan wisata yang kuimpikan sejak lama. Alhamdulillah :)

Setelah berpikir cukup lama, aku memutuskan untuk membagi postingan kaleidoskop 2017 ini menjadi 5P (People, Place, Pride, Plan, Prayer). Yoklah dimulai aja dari bagian yang pertama, People :D

PEOPLE
Tahun 2017 adalah tahunnya aku bertemu dan mengenal banyak orang baru. Tapi yah, banyak yang datang, beberapa pula ada yang pergi. Hmm, bukankah hidup memang demikian ya? Ada yang datang, ada yang pergi. Ada yang meninggalkan, ada yang ditinggalkan. Rangkaian pertemuan dan perpisahan.

Sahabat Bolangs


Ria, Tika, Uni Amel, Hanik, Tyas, Rinda, Mba Titin, Mbak Ridha, Mbak Rida, Ovi, Novi, Mbak Andin,
Iman, Mas Rahmad, Khafidz, Rusdi, Mas Yogi, Mas Nanda, Mbak Ipon
Akhir tahun 2016 aku memutuskan untuk daftar jadi anggota Youth Islamic Study Club (YISC) Al Azhar. Apa itu YISC? Simplenya sih, YISC itu tempat belajar Al-Qur'an dan ilmu agama Islam. Nah, sebelum memulai program studinya, kita diwajibkan untuk mengikuti Maperaba. Dari sekitar 400-an anggota baru, dibagi menjadi 20 kelompok. Aku masuk di kelompok 13, yang isinya satu profesi semua (nggak tahu sih apa memang pembagiannya berdasarkan profesi ya :p). Mereka inilah orang-orang yang pertama kali kukenal di YISC. Orang-orang yang langsung berisik bahkan sejak pertemuan pertama di tanggal 7 Januari. Bersama mereka juga nantinya aku ngetrip ke beberapa tempat (ini dibahas di bagian Place aja, ya, hehe)

Faqih Fiddin Family


Masih tentang YISC, mereka inilah teman-teman sekelas SII (Studi Islam Intensif). Hampir setiap minggu ketemu, ditambah weekend-weekend yang sibuk untuk nyiapin Tafaqquh Fiddin. Banyak suka duka yang dijalanin sama mereka. Potluck pertama, latihan drama yang nggak pernah komplit, latihan yel-yel yang komplitnya cuman sekali (dan sempat ngganti gerakan pas H-beberapa menit sebelum tampil, wkwkwk), sampe ikutan lomba tumpeng pas ultahnya YISC. Nggak akan terlupakan juga pencapaian kita pas TF yaaa, best yel-yel dan juara 1 performance, Alhamdulillah <3



Frans Seda Squad

Mbak Rina, Mbak Nana, Mbak Novia, Mas Rahman, Yudha, Mbak Tiwi, Mbak Nathalia, Mas Pras,
Anggita, Audra, Ipeh, Mas Puguh, Ana, Mbak Radhika, Arif, Andreas, Bening, Mas Hendra,
Mas Syarif, Mas Wachid, Mas Radit.
Sekitar bulan Oktober, aku kembali join Kemenkeu Mengajar. Pengalaman seru ngajar anak-anak SD di event yang sama di tahun sebelumnya, nggak bikin kapok, malah bikin nagih pengen ngerasain lagi. Pengen nyobain metode ngajar yang nggak aku pakai di tahun sebelumnya. Tiba saat hari briefing, alias hari dimana kami bertemu pertama kalinya dengan kelompok masing-masing, akhirnya aku mengenal juga anggota kelompok yang beberapa minggu sebelumnya hanya berinteraksi lewat grup whatsapp.

Frans Seda. Apa kesan pertama dari member grup ini? Muda dan bersemangat! Kesan selanjutnya? Heboh, wkwkwk.



PLACE
Tahun 2017 nggak begitu sering travelling kayak tahun lalu, hehe. Tapi mengagendakan liburan jauh setahun sekali itu tetap wajib :p. Liburan jauhnya ke Lombok, selebihnya menyesuaikan dengan waktu dan kondisi dompet :p

Lombok, Nusa Tenggara Barat

bukit merese
sunrise in gili trawangan
Trip pertama di tahun 2017. Trip yang berkesan dan banyak kenangannya. Berawal dari randomisasi dua orang anak manusia yang suka jalan-jalan, aku dan mbak Anggi yang belum mengantongi izin cuti kala itu, yang sedang nongkrong-nongkrong ngopi cantik dan makan singkong keju, tetiba membeli begitu saja tiket PP Jakarta-Lombok untuk akhir bulan Februari, hahaaha. Jelajah Lombok dalam waktu 5 hari 4 malam. Gonta-ganti hotel setiap hari, sarapan nasi goreng hampir tiap pagi, dan banyak pengalaman lucu lainnya. Cerita selengkapnya bisa dibaca di sini (Part 1) dan di sini (Part 2).

sunset vew from bukit pantai seger

Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur

kakaban <3
sunset in maratua
Diidam-idamkan sejak lama, Alhamdulillah kesampaian tepat setelah galau melanda, hehe. Sedihnya satu kali, bahagianya berkeali-kali. Maratua yang indah, Kakaban yang memesona dengan ubur-ubur imutnya.

ubur ubuuuur :3

Cibodas Trip

Curug Cibereum
Bersama Sahabat Bolangs (walau hanya berenam, hiks) nyobain kemping syantik di Taman Nasional Gede-Pangrango. Kempingnya tetep di tenda biasa, masak sendiri, tapi yaa toilet bersih sudah tersedia, aliran listrik terjamin adanya, warung-warung pun berjejer di luar area camp, hahaha. Di sini juga kami naik-naik dikit meuju air terjun Cibeureum. Banyak kejadian lucu juga, misal pas bikin adonan bala-bala yang keenceran, Iman yang jadi minimarket berjalan, Ria yang pilek semalaman, bahan makanan yang udah kayak orang mau kemping seminggu, sampai soal K3DB yang bikin kehidupan terkorek-korek, wkwkwk. Bisa dibaca ceritanya di sini :D

Kebun Raya Cibodas


Jakarta Trip (TIM, Masjid Ramlie Musofa, Ancol, TIM)

Masjid Ramlie Musofa
Ini trip dalam kota sama Bolangs, wkwk. Trip dadakan dan random. Awalnya cuma mau nonton film Surau dan Silek, akhirnya jadi jalan kemana-mana.. :D

Curug Bidadari, Sentul

Curug Bidadari
Ini termasuk unplanned trip, hahaha. Trip sama Bolang (lagi) :)


Gombong, Jawa Tengah


Another wedding trip, hahaha. Kali ini nikahan Stevie. Aku, mbak Titis, dan Danar, berangkat ke Gombong.


Solo dan Yogyakarta

Dapat diklat di Jogja, aku dan Cipi sekalian aja ikutan Pak Bos Adi ke Solo. Alhamdulillah keluarga Beliau amat welcome dengan kehadiran dua anak (buah) yang nginthilin bosnya ini, hahahaha. Wisata di Solo means wisata kuliner. Selama dua hari di Solo, udah nggak kehitung makanan yang masuk dalam perut. Solo emang rajanya kuliner enak dan murah <3

kupat tahu favorit <3
Diklat di Jogja selama lima hari, tiap malem wisata kuliner juga. Aku dan Cipi lanjut sampai hari Minggu. Udah diniatin kami pengen pergi ke pantai dan dataran tinggi. Bahkan sebelum berangkat diklat, kami sudah nyusun itinerary :p

Ratu Boko
Tempo Gelato <3
Mangunan
Imogiri
Pantai Indrayanti

Pulau Pari, Kepulauan Seribu

sunrise :)
Mengunjungi Pulau Pari untuk ke dua kalinya, yang pertama pas tahun 2014. Trip bersama Bolang (lagi), hehehe. Banyak yang berubah dari Pulau ini dalam jangka waktu tiga tahun. Rameeee banget sekarang. Nggak mengubah keindahannya, cuman suasananya udah beda aja. Yang beda juga sih kali ini nginepnya di tenda, bukan di homestay :p. Banyak kejadian menarik, mulai dari mas Yogi dan mas Rahmad yang hampir ketinggalan turun dari kapal, sebelahan sama tenda bocah-bocah, tips naik hammock, hampir tenggelam (terimakasih masih dikasih kesempatan hidup, ya Allah), sampai jadi rombongan kucel yang makan di dalem restoran :D




PRIDE
Nggak ada pencapaian besar di tahun ini, tetapi beberapa hal kecil berhasil membuat diri ini seolah mengukir prestasi, wkwkwk. 

Swim

ilustrasi, sebelum hampir kelelep, hahaha
Setelah pengalaman keseret arus di Lombok dan nyaris tenggelam di pulau Pari, tekad untuk belajar berenang itu semakin tak tertahankan. Bersama dua orang teman kantor, akhirnya ikut les privat berenang. Alhamdulillah sekarang udah bisa berenang  mengambang, maju, maju sambil gerakin kaki ala gaya katak (tanpa tangan, soalnya masih belom bisa sinkron-in gerakan tangan dan kakinya, hahaha). Mengalahkan rasa takut tenggelam dan takut kuping ini kemasukan air. Bismillah, semangat terus latihan biar bisa berenang sungguhan!

5 KM in 45 Minutes

partner lari :D
Tahun ini ikutan event Oeang Run lagi :D Berhasil pecahin rekor sendiri, lari 5 km dalam waktu 45 menit. Setelah sebelumnya vacuum lari berbulan-bulan, rasanya lumayan ngos-ngosan parah, hehe. 

MC-ing more

MC-ing sosialisasi PMK
after MC-ing Pengambilan Sumpah Jabatan Direksi
Stakeholder mulai merambah ke subdit tetangga, hehehe. Thanks for the chances, mates! :)

Kemenkeu Mengajar 2

puzzle KN
Kali ini nggak hanya join sebagai Relawan, tapi juga sebagai Panitia di bidang rekrutmen. Nyobain gimana rasanya jadi bagian HRM, bidang yang jadi impian sejak kuliah dulu. Sampai konsentrasi pun ambilnya Manajemen SDM, hehe. Pas kembali jadi Pengajar, merasakan kebanggaan dan kebahagiaan tersediri juga, karena apa? Karena berhasil mengatasi ketakutan diri sendiri untuk ngajar kelas kecil, hahaha. Pengalaman tahun kemarin kewalahan buangeeeetttt. Tapi Alhamdulillah tahun ini berbalik 180 derajat, well done! Kalau mau tahu ceritanya, bisa disimak di sini :)




PLAN

Awal tahun 2017, banyak rencana terpampang di benak, banyak tekad berjejal di dalam dada. Rencana untuk nerbitkan/bikin buku/novel, rencana untuk daftar beasiswa S2, rencana untuk menikah (eh ini rencana atau keinginan, sih?), rencana untuk posting lebih sering. Mungkin kurang upaya, mungkin kurang sungguh-sungguh, mungkin kurang berdoa sama Allah.

Tapi yang terpenting dari belum terwujudnya semua rencana itu adalah belajar. Belajar dari kesalahan, belajar dari kegagalan, belajar untuk memperbaiki segala sesuatunya.

Jadi apa rencana untuk tahun 2018? Masih sama. Masih berencana untuk ngejar beasiswa. Masih berencana untuk bikin buku/novel/kumpulan cerpen. Masih berencana untuk lebih sering menulis/posting. Dan yaa, masih berencana untuk menikah (rencana aja, perkara sama siapa-nya ya masih minta sama Allah :'').

Cuma itu rencananya? Nope. Tapi itu saja yang dituliskan di sini, sisanya biarlah hanya aku dan Allah yang tahu.. Hehe

PRAYER

Seperti judul postingan, bisa dibilang bahwa 2017 ini adalah one of my turning point. Nggak ada pencapaian besar yang kasat mata, karena untukku, 2017 lebih ke spiritual journey. Titik balik dimana aku punya pandangan baru tentang menjalani hidup. Titik dimana  aku belajar menempatkan harapan. Titik dimana aku sadar kalau selama ini aku kurang banget memperjuangkan akhirat.

Tahun ini, satu doa baik telah mengubah motivasi menulisku. Menjadi penulis besar yang bermanfaat untuk umat. Jika tidak jadi penulis besar, setidaknya aku bisa menjadi penulis yang bermanfaat. Maka sejak saat itu, semoga Allah memberikan kemampuan untukku konsisten menyelipkan nilai-nilai kebaikan (atau bahkan nilai-nilai Islam) dalam setiap tulisanku.

Alhamdulillah untuk semua yang terjadi di tahun 2017, entah itu yang membahagiakan, menyedihkan, mengecewakan, mengagetkan, sampai yang mengharukan. Tidak ada air mata yang tidak dibarengi dengan senyuman. Percaya dengan janji Allah dalam Q.S. Al-Insyirah ayat 6-7, "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.".  Garis bawahi kata "bersama", dan Allah menyebutkannya dua kali.

Doa untuk tahun 2018, semoga langkah kaki ini dituntunNya ke jalan yang benar, jalan orang-orang yang Allah ridhoi. Semoga Allah senantiasa mendekatkan dan menempatkan di sekeliling orang-orang baik. Semoga Allah memberi kemampuan untuk senantiasa husnudzon, bersyukur, dan istiqomah. 

Semoga akan lebih banyak orang yang melantunkan doa, bukan sekedar bertanya "kapan?", wkwkwwkwk :p

Akhirnyaaaa, di penghujung tahun ini, aku mengucap hamdalah.

Alhamdulillaahirobbil 'alamiin :)

cheerfully welcoming 2018 :D