Kamis, 05 Mei 2011

Kesuksesan adalah Perjuangan, Apa, dan Bagaimana

0

Kesuksesan adalah kata yang sangat awam di telinga kita. Berbagai definisi telah digunakan demi mengartikannya dan mencari implementasinya dalam kehidupan. Banyak yang mengartikannya sebagai keberhasilan, pencapaian, atau bahkan kepuasan. Demikianlah satu kata ini begitu merajai kamus target manusia.
Namun, seringkali ketika manusia mencapai apa yang mereka sebut dengan kesuksesan, mereka berhenti. Seakan kesuksesan adalah suatu titik pencapaian, di mana sesudah itu tidak ada lagi yang akan dilakukan. Stuck. Hal inilah yang kadang mengusik pikiran saya, mencoba terus berpikir, dan kemudian sampai pada beberapa kata kunci mengenai kesuksesan itu sendiri.


Kesuksesan adalah perjuangan di balik gemerlap pencapaiannya. Kesuksesan bukan hanya terletak pada hasil akhir yang dapat dilihat mata. Mata manusia hanya menangkap apa yang bisa disaksikannya secara riil. Mata manusia hanya mampu melihat apa yang tampak di luar. Bahkan seringkali manusia hanya melihat apa yang ingin mereka lihat. Kesuksesan dimaknai sebagai kemenangan yang berujung pada kesenangan, kekaguman, penghargaan, dan segala sesuatu yang berada di puncak, tanpa memandang bagaimana cara pendakiannya. Kesuksesan bukan sesuatu yang begitu saja jatuh dari langit dan kamu mampu menangkapnya. Kesuksesan juga bukan hanya terletak pada hasil akhir yang gemilang, tapi juga pada seperti apa perjuangan yang telah dilakukan. Mana yang lebih sukses antara tukang bakso yang merintis usahanya dengan telaten hingga akhirnya memiliki banyak gerai dengan anak konglomerat yang menjadi direktur karena bisa membeli segalanya dengan uang ? Secara kasat mata, keduanya akan sama-sama memiliki kriteria kesuksesan yang mayoritas diagungkan setiap orang, yaitu kekayaan. Namun ketika melihat kembali pada perjuangan yang mereka lakukan, tentu pandangan kita bisa saja berubah. Tentulah bapak penjual bakso dikatakan lebih sukses, karena dia memulai segala sesuatunya dari bawah. Lebih banyak perjuangan yang dialaminya untuk mencapai posisi puncak yang dinamakan kesuksesan.

Ketika kesuksesan lebih merujuk pada perjuangan, hal ini memberikan suatu kendali untuk manusia. Perjuangan seperti apa, dengan cara-cara yang bagaimana. Masihkah disebut dengan kesuksesan ketika segala yang diraihnya didapatkan dari merebut hak orang lain ? Pantaskah memberi label sukses untuk para koruptor kaya yang nyatanya memakan uang rakyat dan mengabaikan nasib negara ? Berjuanglah tanpa henti dan itu yang dinamakan sukses. Bangkitlah kembali setelah jatuh, kita akan merasakan sukses. Kesuksesan sejatinya kembali pada hati nurani. Apalah artinya kekaguman manusia lain dan uang melimpah ketika kita mendapatkannya dari cara-cara yang tidak benar ? Sesungguhnya semua semu.

Kesuksesan adalah apa yang bisa kamu beri. Seringkali ketika kata sukses sudah di dalam genggaman, kita stuck di satu titik. Sukses. Sudah. Padahal banyak yang telah membantu kita mencapai kesuksesan itu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka selayaknyalah kita kembalikan sebarkan itu untuk orang-orang yang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya ? Demikianlah, jangan hanya membiarkan orang-orang memandang kesuksesan kita sebagai langit ke tujuh yang tak kan pernah mereka raih. Jangan membuat mereka berharap tanpa ujung, apalagi mengecilkan harapan mereka. Setiap orang berhak untuk berharap, dan sebagian kecilnya adalah jatah orang-orang sukses untuk turut mensukseskan mereka. Kesuksesan yang telah kita raih, bukan semata-mata milik kita sendiri. Segala sesuatu yang kita timbun pada akhirnya akan habis seiring waktu, namun apa yang kita berikan untuk kehidupan takkan pernah mengurangi apa yang kita punya. Apa yang kita berikan untuk kehidupan hanya akan semakin memperkaya diri kita sendiri.

Kesuksesan adalah bagaimana kita memaknai. Bagaimana agar kesuksesan yang kita raih membawa kebaikan bagi semua orang, baik dalam proses pendakian maupun pada puncaknya nanti. Kembali pada nurani, maka kesuksesan bukanlah benda mati ciptaan manusia secara individual. Banyak unsur-unsur di dalamnya, bantuan manusia lain dan garis Tuhan tentunya. Maka kita tidak akan merasa sombong karena sesungguhnya yang kita capai adalah bukan pribadi milik kita. Manusia akan lebih banyak memberi ketika menyadari bahwa kesuksesan pada hakikatnya adalah hak semua orang, hanya saja beberapa orang diberi kesempatan olehNYA untuk menikmatinya lebih awal dari yang lain. Manusia akan lebih banyak memotivasi daripada berpuas diri ketika menyadari betapa pentingnya proses yang dinamakan perjuangan. Manusia akan lebih konsen pada kedamaian hati, ketika menyadari bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari pandangan duniawi semata.

Jadilah sukses dengan cara rendah hati. Jadilah sukses dengan membantu manusia lain menggapai mimpi-mimpinya. Jadilah sukses dengan menjalani proses dengan sebaik-baiknya dan sekuat-kuatnya. Jadilah sukses dengan banyak memberi bagi kehidupan. Jadilah sukses dengan cara memaknai kesuksesan itu dengan bijaksana.

0 komentar:

Posting Komentar