Jumat, 09 Oktober 2015

Sedikit Cerita tentang Perjuangan

1



Mungkin aku memang belum bisa menjadi penulis rutin yang tiap hari selalu punya topik untuk ditulis. Aku masih saja penulis dadakan, yang idenya muncul di saat-saat yang tak terduga. Seperti pagi ini, ketika bangun tidur. Tiba-tiba saja terpikir kembali soal percakapan kita mengenai penyesalan, hal-hal yang kusesali dalam hidup.

X: kamu pernah menyesali sesuatu nggak dalam hidup?
y: mmm, sepertinya nggak, sih..
X: oh ya? bagus kalo gitu
y: kalo kamu?
X: aku? banyak dong!

Yeaa, begitu saja percakapan itu muncul di kepalaku lagi. 

Aku memang nyaris nggak pernah menyesali apapun di hidupku. Kenapa aku bilang nyaris? Karena yaaa, setelah aku pikir lagi, aku cari lagi, memang ada hal-hal kecil, hal-hal yang mungkin terlupakan, yang ternyata memang pernah aku sesali, tapi karena aku orangnya kadang terlalu easy going, dengan mudahnya aku bisa bilang "ah, yaudah lah yaa..". 

Well, aku memang bisa dibilang bukan seorang perencana jangka panjang yang baik. Sejak dulu, aku memang tipe orang yang yaa pokoknya menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya. Rencana jangka panjang paling panjang versiku paling jangka waktunya cuma 2 tahun (misalnya, pas kelas 1 SMP sudah punya rencana nanti mau masuk SMA mana, hahaha). Aku juga bukan tipe orang yang punya ekspektasi berlebih, aku hanya percaya Allah Maha Melihat umatNya yang berikhtiar dan berdoa. Intinya sih, hidup ya dijalanin aja, enjoy aja.

Mungkin karena itu juga sih, aku nyaris nggak pernah menyesali apapun dalam hidupku.

Tapi pagi ini, tiba-tiba teringat tentang percakapan mengenai penyesalan, dan pembelajaran yang baru saja aku dapatkan. Menurutku....

Mungkin, hal-hal yang paling layak untuk disesali adalah hal-hal yang tidak pernah diperjuangkan dalam hidup kita..

Hal-hal yang pernah kita inginkan, tapi kita mundur tanpa alasan. Hal-hal yang pernah menjadi cita-cita kita, tapi tidak pernah kita usahakan. Hal-hal yang sebenarnya mungkin bisa saja kita capai, tapi kita memilih untuk tidak mau melihat kemungkinan itu. Hal-hal yang menyita pikiran dan perasaan, tapi kita lebih sibuk berdiam membiarkannya terkubur sendiri seiring waktu.

Yap, baru-baru ini aku belajar bahwa berjuang itu adalah bagian besar usaha untuk menghindari adanya penyesalan. Ah, tentu berjuang pun butuh nyali yang tidak sedikit, butuh keberanian yang lebih. Berjuang memang tidak mudah, ada batasan-batasan yang harus pandai kita identifikasi sebagai limit atau tantangan. Berjuang memang kadang tidak pernah sederhana, tapi ia juga tidak serumit yang kita bayangkan.

Berjuanglah, sekalipun kita tidak pernah tahu bagaimana nanti hasilnya. Dengan berjuang, setidaknya, ada langkah-langkah yang nantinya bisa kita banggakan. Ada pelajaran-pelajaran yang bisa kita dapatkan dan bagikan dalam perjalanannya. Berjuang, karena percaya selalu ada hikmah yang mengiring di tiap inchi prosesnya. Berjuanglah, jikapun gagal, hikmah dan pelajaran akan jauh menutup dan menyembuhkan luka karena kecewa. 

"Yang ikhlas aja,..", katanya suatu hari. Yap, yang ikhlas saja, maka perjuangan akan terasa jauh lebih ringan. Percaya saja Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita. Tidak akan ada usaha dan doa yang sia-sia, itu pasti.

Tidak semua orang punya kesempatan, tidak semua orang punya keberanian untuk berjuang. So, kamu sudah berjuang dan ternyata tidak mendapatkan apa yang kamu perjuangkan? Tenang kawan, at least kamu sudah termasuk manusia-manusia limited edition yang diberi Tuhan kesempatan dan keberanian untuk berjuang. Bangga dan bahagialah! :)

1 komentar:

  1. Meraih sesuatu yang baik dengan perjuangan adalah bagian dari upaya yang tidak boleh tidak bagi siapa saja yang ingin berhasil.

    BalasHapus