Minggu, 05 Februari 2017

Pahawang, Perjalanan Akhir Tahun

0

A lil' bit too late, but still better than never (haha, ngeleeees). Jadi, tanggal 16-18 Desember 2016 lalu, traveler senior di kantor nawarin untuk join open trip ke Pulau Pahawang, Lampung. Awalnya yang mau berangkat tuh tujuh orang (aku, mbak anggi, mbak nuni + suami, mas yogi, mas ash, mas yoga). Sampai mendekati hari H keberangkatan, ternyata suami mbak nuni nggak jadi ikut. Mas yoga pun harus pulkam mendadak, jadilah dialihkan ke githa. Nah pas hari H, tanggal 16, ternyata githa pun berhalangan ikut, puyeng kan kita yaa, sayang nih satu jatah kalau hangus. Di tengah kebingungan itu, mas ash langsung mikir ngajak fajrin aja. Fajrin adalah anak prodip yang lagi magang di subdit KND 2, subditku dan mas ash. Akhirnya yaudah, siang itu si fajrin kita ajakin, kita suruh pulang tenggo untuk siap-siap berangkat ngetrip dari kantor jam 7 malem. Hahahahaa. Aku bahkan masih inget kata-kata mas ash pas ngajakin fajrin.

"Jrin lu weekend ngapain? Nggak ngapa-ngapain kan? Ikutan aja ke Pahawang, berangkat ntar malem."  -- (semena-mena banget ngejudge fajrin nggak ada kegiatan pas weekend, wkwkwk)

Rencana untuk cabut jam 7 malem dari kantor pun meleset sampe hampir satu jam, hehehehe. Jam 7 itu sebagian dari kami masih ada yang makan (aku, mbak nuni, fajrin, mbak anggi nemenin doang). Ketika itu pulalah, terjadi percakapan baper berikut ini:

mbak anggi: (lihat percakapan di grup open trip) oh ini pembagian mobil sama penginapannya, ih kok tulisannya kel. yogi sih, keluarga yogi, hahaha lucu banget..
aku: ah masa? hahaha, oh iya yaa, kok keluarga sih, hahaha..
lalu datanglah mbak nuni meluruskan semuanya..

mbaknun: apa sih pada ketawa?
aku: ini lho, masa tulisannya keluarga yogi, wkwkwkw

mbaknun: keluarga? Kel. itu KELOMPOK, kali..

aku dan mbanggi: OH IYA YA. -_-

Baiklah, kembali ke cerita trip ya, jam 8 malam, taksi online menjemput dan membawa kami ke terminal Kalideres. Yap, kami akan naik bus sampai ke Pelabuhan Merak, meeting point trip kali ini adalah Pelabuhan Merak. Di sanalah nanti kami akan ketemu para anggota trip yang lain.
foto dulu sebelum berangkat
Perjalanan menuju terminal Kalideres memakan waktu sekitar satu jam-an. Jam 9 lewat, kami sampai di terminal dan segera nyari bus yang ke Merak. Belum juga turun dari mobil, sudah ada abang-abang yang nawarin bus gitu deh. Bilangnya per orang 25 rebu (kalau nggak salah inget ya). Akhirnya mas ash berinisiatif untuk turun duluan ngelihat kondisi busnya. Begitu nampak tuh mas ash turun dari bus, kami yang ada di dalam mobil pada ngobrol, "kalau diamat-amatin, mas ash nih badan udah ngeri yaa, tinggiiii, sayang ekspresi muka kurang gahar, haahahahaha".

Karena sepertinya cuma bus itu yang mau berangkat ke Merak, dan kenek nya bilang kalau udah tinggal 10 orang lagi langsung berangkat, yaudah kami memutuskan untuk naik bus itu. Udah naik, kok masih melompong ya busnya, haha. Yaudah lah, udah kadung duduk juga. Kami dengan sabar menunggu busnya penuh. Seiring berjalannya waktu, bus ini juga ngetem berkali-kali untuk nyari penumpang. Sabaaaarrr sabaaaar. Antara bete dan khawatir ditinggal rombongan sih, sebenernya. Soalnya, kesepakatannya tuh jam 1 malem mesti udah kumpul semua di Merak. Aku dan mbak nuni beberapa kali ngamatin gmaps and found that Merak masih jauh. Yawes Bismillah aja.

Ah iya, ada satu lagi yang ngeselin dari bus ini. Maaaasa di tengah jalan, pas keneknya nagih bayar ke aku (as usual aku didapuk jadi bendaharanya rombongan KND), bayarnya jadi 35 rebu! Aku sempet ngeyel sih, kok jadi 35 rebu, terus keneknya bilang, kalau sampe Merak-nya 35 rebu emang! Lah piye sih! Huft. Tapi yaudah lah, daripada diturunin di tempat antah berantah dan kami nggak jadi ke Pahawang, aku bayar deh. KZL.

Finally kami touch down Merak jam 1 malam, perjalanan 4 jam dari Jakarta, cuy!

Nggak pakai lama, kami bergegas menuju Indoma*** yang jadi meeting point. Dan bener aja, rombongan kami yang paling telat. Untung aja nggak lama-lama amat telatnya, hehehe. Setelah itu, pemandu tripnya langsung ngumpulin semua rombongan. Jadi, trip kali ini punya 30an personel. Dari penampakannya sih, anak kuliahan semua nih pada (sok tua, sok tau). Setelah didata, tiket sudah dibeli, kami pun naik ke kapal. Ini adalah kali ke 3 aku naik kapal ferry setelah terakhir kali jaman SMA dulu. Dulu banget.

Setelah naik, kami misah dengan rombongan yang lain, pada nyari tempat sendiri-sendiri. Ini kami sempet muter-muter nyari dimana ruang VIP. Naik-turun, belok kanan-belok kiri, akhirnya nemu. Tapi udah nggak ada tempat kosong yang bener-bener PW buat kami berenam. Jadilah ada yang duduk di kursi, ada yang ngemper di bawah. Setelah mengisi perut, kami sepakat untuk bobok aja sampai kapalnya menyentuh dermaga Bakauheni nanti.

pada mikirin apa sih fajrin, mbanggi?

17 Desember 2016
Jam 02.00
Mesin kapal terdengar menderu, kapal terasa bergerak. Kami mengatupkan mata, biar pagi nanti seger untuk liburan!

Jam 05.00
Kapal bersandar di Bakauheni, Alhamdulillah. Kami segera berkemas, turun kapal, dan nemuin rombongan trip. Selepas sholat subuh, kami menuju mobil masing-masing sesuai pembagian yang sudah disepakati.

Lucky us, rombongan kami nggak dicampur dengan rombongan lain, wkwkwk, jumlahnya pas banget sih.

sekitar jam 06.00
Konvoi mobil mulai jalan ke dermaga Ketapang. Karena kaki mas ash yang (ke)panjang(an), otomatis dia nggak bisa (baca: nggak muat) duduk di belakang. Jadilah aku yang kebagian duduk di belakang sama mas yogi dan fajrin. Sepanjang perjalanan, kerjaan kami cuma ngobrol-ngemil-tidur.

car-fie :p
sekitar jam 08.15
Sampailah kami di Dermaga Ketapang, yeay! Dari sini, perjalanan baru dilanjutkan naik perahu untuk island-hopping, salah satunya ke Pulau Pahawang. Tapi sebelumnya, kami dikumpulkan di satu rumah alias base camp sementara untuk naruh barang bawaan, sekaligus makan makanan yang sudah disiapkan untuk sarapan kami. Selesai makan, sembari nyiapin barang yang mau dibawa island-hopping, kami ngobrol sama anak kecil yang lagi nonton tv. Anaknya cewek.

kami: adek namanya siapa?
her: Ola
kami: nama lengkapnya siapa?
her: Ola Fiola
kami: weh, kok kayak namanya orang Sunda ya, wkwkwk, Ola orang mana sih?
her: orang Ketapang
kami: bukan orang Lampung?
her: BUKAN
kami: lah emang Ketapang itu bukan di Lampung
her: BUKAN
kami: ngakak tak tertahankan

Selesai siap-siap, saatnya pembagian pelampung dan sepatu katak.

action! :D
jam 09.09
Perahu berangkat island-hopping, liburan dimulai!

berangkaaaaats!
Karena posting catatan ini sudah lama, aku jadi agak inget-inget lupa nih sama nama spot-spot-nya, hahaha. Disesuaikan sama itinerary-nya aja lah ya, sama kayaknya :p

breath-taking view :)
Spot snorkeling pertama adalah Jelerangan alias Pahawang Besar. Terakhir kali snorkeling bulan April pas ke Belitung, grogi juga nih aku pas mau nyemplung, hahahaha. But, Alhamdulillah, setelah penyesuaian sebentar, dah amaaan bisa snorkeling like a pro :p

abaikan dua orang di pojokan
Terumbu karang di sini masih indah-indah lho, masih warna-warni. Ada macam-macam ukuran juga.

Setelah puas, kami beralih ke spot berikutnya, yaitu Gosongan. Spot kedua ini airnya lebih jernih, ikan-ikannya lebih banyak. Mas yogi segera bikin ramuan untuk makanan ikan, alias remah-remah biskuit campur air yang dimasukin ke dalam botol air mineral.

ikannyaaa :3


Kemudian, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Pahawang Kecil. Di sini nggak snorkeling, tapi lebih ke jelajah pantai aja. Mas yogi langsung nenteng tas drone nya. Setelah foto-foto beberapa kali, saatnya drone beraksi.

wefie pertama di pantai :D
jerniiiihhh banget :3
drone in action
drone in action (1)
drone (and nuni) in action (2)
Mungkin hampir satu jam kami di Pulau Pahawang Kecil, selanjutnya beralih ke spot snorkeling berikutnya di Cukuh Bedil. Kalau dibandingkan dengan spot ke dua, masih lebih bagus spot ke dua. But its okay, kami tetep menikmati. Kapan lagi berendem di laut dan nontonin terumbu karang, kan? Dah penat hari-hari nontonin layar komputer, wkwkwk :p

ikannya biruuu :3 


Selepas dari Cukuh Bedil, perahu membawa kami ke Pulau Kelagian Kecil. Alokasi waktu di sini lumayan lama, hampir dua jam. Akhirnya kami menghabiskan waktu dengan makan. Makan mie instan, pakai nasi, plus bakwan yang enaaak banget. Entah deh nih bakwannya emang enak banget atau karena kami aja yang lagi kelaperan, haha.

beauty <3
Kenyang makan, kami jalan-jalan keliling pulau. Ternyata ada spot pantai yang bagus di bagian belakang pulau. Puas kami foto-foto dan nyusurin tepi pantai di sana. Baju yang awalnya masih basah sampai kering sudah di badan.

foto macam apa ini?
maunya foto lompat, sih.

perahu aja berdua...
<3
Jam 3 sore, kami kumpul lagi ke perahu, dan masih ada satu spot snorkeling lagi yaitu Kelagian Besar. Sampai di spot snorkelingnya, bimbang mau nyemplung apa nggak, soalnya baju udah kering, sayang kalau basah lagi. Hahahaha. Tapi setelah dipikir-pikir, lebih sayang lagi kalau ngga nyebur.

Spot terakhir tuntas, kami pun menempuh perjalanan untuk kembali ke Ketapang.

Jam 16.30
Menginjakkan kaki kembali di dermaga Ketapang. Setelah balikin snorkeling set, kami langsung menuju homestay masing-masing rombongan. Homestay kami ditempatin 3 rombongan. Ada rombongan kami dan 2 rombongan lain. Ada dua kamar, spot depan tv, dan spot ruang tamu yang bisa dijadiin tempat untuk tidur. Tanpa pikir panjang, aku mbanggi dan mbaknun langsung masuk kamar pertama. Hijabers mesti bobok di dalem kamar lah :p

Salah satu rombongan cuma dua orang (cowok-cewek), akhirnya yang cewek satu kamar sama kami, namanya Tatyana.

Ceritanya, malam itu ada pertandingan final Indonesia lawan Thailand. Oiya, kan kami dapat jatah barbeque-an juga, jadi acara malam itu adalah nobar sepak bola plus barbeque-an di rumah Ola Fiola. Aku sama mbanggi tertarik makan ikan aja sih, sebenernya. Nggak tertarik nonton bola-nya, hehe.

Kami yang tadinya berangkat berlima ke rumah Ola, jadi tinggal aku, mbanggi, dan fajrin doang, gara-gara mas yogi dan mas ash lelah nunggu ikannya nggak selesai-selesai dibakar, jadi balik duluan ke homestay.

Kelar makan ikan, aku sama mbanggi pamitan ke fajrin.

kami: jrin, kami duluan ya. kamu apal kan jalan balik homestay nya?
fajrin: apal mbak.

Aku dan mbanggi jalan balik ke homestay. Terus kami salah belok. Hampir nyasar. (sok-sokan nanya fajrin inget jalan apa nggak, nyatanya kami yang nyasar -_-).

18 Desember 2016
Pagi itu kami berniat mengejar sunrise di dermaga IV. Jadi, sekitar jam setengah 6, kami berangkat ke jalan kaki ke dermaga IV. Langitnya agak mendung sih, tapi sunrisenya tetep nampak sedikit-sedikit.

langit menyemu jingga <3
Sepulang nonton sunrise, kami kembali ke homestay untuk sarapan, mandi, packing untuk cabs ke Bakauheni jam 10.00 nanti.


Jam 10.00
Cabs ke Bakauheni. Di perjalanan sempet mampir beli nasi untuk makan di kapal, plus beli oleh-oleh.

Jam 13.00
Sampai Bakauheni, penutupan trip, dan siap-siap naik kapal balik ke Merak.

Jam 14.00
Kapal membawa kami kembali ke Pulau Jawa. Setelah nyari spot yang pewe, kami memutuskan untuk lesehan di ruang VIP. Duduk melingkar, lalu makan bersama. Nikmatnya :)

makan lesehaaan :D
Jam 16.00
Di luar dugaan, perjalanan cuma 2 jam. Baru juga mau tidur, eh kapalnya udah nyampai Merak.. :p

Merak-nya dah nampak :D
Jam 17.30
Setelah mengisi perut dengan bakso dan mie ayam di sekitaran pelabuhan, kami cus nyari bus untuk balik ke Jakarta. Alhamdulillah dapat bus yang sesuai harapan, hihihi.

Kurang lebih jam setengah 10 malam, kami sampai di kantor, untuk naruh oleh-oleh dan mengucapkan good bye satu sama lain sebelum kembali ke kosan masing-masing.

Alhamdulillah, Pahawang trip: D(R)ONE! :D

Terima kasih untuk trip akhir tahun yang berkesan yaa, gaes. Banyak kejadian lucu selama liburan singkat kali ini.

Fajrin yang mulai bersin-bersin bahkan sejak masih di spot snorkeling ke dua.

Mbak Nuni yang make kerudungnya lamaaaaa amir buat foto di spot snorkeling ke tiga (atau ke empat ya), sampe ditungguin sama perahunya T.T

Percakapan absurd antara mas yogi dan fajrin ketika snorkeling:
mas yogi: air lautnya nggak asin lho
fajrin: hah? asin lah.
mas yogi: beneran nggak asin. coba aja..
fajrin: UDAH   (ngaaaaaappps jrin, nyicipin air laut? hahahahah)

Mas yogi yang lepas ngilang sendirian nyari nemo dan spot-spot foto bawah laut sambil ngebawa gocin-nya mbanggi. 

Foto-foto lompat yang selalu gagal, wkwkwk.. Maafkan ane nggak canggih motret T,T

Terima kasih yaaaa... Maafkan juga aku baru bikin catatan perjalanannya sekarang, dah lewat hampir 2 bulan, euy! Maap ya, hehehe
Yuk gaes, kapan lagi kita kemana? :D







0 komentar:

Posting Komentar