Sabtu, 21 April 2012

CINTA PLATONIS, apaan tuh?

9

Berawal dari salah satu posting saya yang berjudul “aku bahagia denganmu”, saya mengenal istilah ini, cinta platonis. Jadi ceritanya, postingan saya itu dikomen sama salah seorang teman, dia bilang kalo kisah dalam postingan itu sejenis cinta platonis. Nah, jujur aja, saya nggak familiar dengan istilah itu, yang familiar cuma dari segi “Plato”-nya,yaitu nama seorang filsuf jaman dulu, temennya Socrates dkk. Akhirnya, karena ketidaktahuan saya mengenai cinta Platonis, saya putuskan buat browsing-browsing, dan akhirnya ketemulah.

Cinta Platonis, menurut Plato, pada umumnya, penggunaan paling benar dari cinta manusia adalah untuk mengarahkan pikiran seseorang untuk mencintai ketuhanan. Singkatnya, dengan cinta platonis asli, orang lainyang terlihat cantik atau indah akan mengilhami pikiran dan jiwa dan mengarahkan perhatian seseorang untuk hal-hal yang bersifat rohani.” (Sumber : Wikipedia)
 
Jadi dengan kata lain, cinta Platonis itu adalah cinta yang bisa membuat kita semakin mendekatkan diri sama Yang Kuasa. Begitu mulianya ya, cinta yang seperti ini. Beda jauh dengan cinta yang orientasinya seksual atau nafsu belaka. Cinta yang demikian itu mengerikan.
 
Nah, pertanyaannya, jaman sekarang ini, masih ada nggak sih, yang namanya cinta Platonis? Seperti yang kita tahujaman udah semakin nggak bener. Pornografi di mana-mana, gaya pacaran juga semakin mengkhawatirkan, dan yang pasti, banyak pula cinta yang mulai bergeser dari maknanya. Banyak cinta yang menjadi korban salah penafsiran. Hal ini yang pastinya membuat kita ragu-ragu akan keberadaan cinta Platonis itu sendiri. Mungkin sekarang sudah nggak banyak sih, tapi bukan berarti nggak ada. Saya yakin, di luar sana masih ada manusia-manusia yang punya cinta semacam ini.
 
Manusia-manusia yang dekat dengan Tuhannya..
 
Manusia-manusia yang mendekatkan diri sama Tuhan, pasti tahu bagaimana cara menempatkan cintanya. Mereka tahu bagaimana harus mengendalikan perasaan cintanya. Mereka juga tahu bagaimana caranya mencintai dengan benar, mencintai dengan cara yang direstui oleh Tuhan.
 
Cinta yang didasari kedekatan dengan Tuhan itu memberikan rasa damai yang lebih besar lho. Nggak bisa dipungkiri kan, kalo cinta itu datangnya dari Tuhan juga, jadi mendekatlah sama Yang Menciptakan cinta, mendekatlah sama Yang Memiliki hati-hati manusia.
 

Ingatlah, bagian terbaik dari mencintai dan dicintai seseorang adalah ketika cinta itu membuat kita semakin mencintai Tuhan :)

9 komentar:

  1. Saya yakin pasti ada orang yang mencintai karena Tuhan. Karena itu adalah sebuah awal dari nilai ketulusan.

    Semoga kita termasuk orang itu :)

    Tekno Muslim

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa, mereka adalah manusia-manusia yang dekat dengan Tuhannya..

      amin, semoga kita termasuk orang-orang demikian :)

      Hapus
  2. gue belum pernah ngerasain cinta seperti itu

    BalasHapus
  3. namaku plato . .
    aku harap cinta ku juga cinta platonis . .
    :D
    hahaha . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah, salam kenal plato,
      makasi sudah mampir membaca :)

      Hapus
  4. Keren. terima kasih. saya cari-cari makan mencintai secara platonis akhirnya ketemu juga.

    BalasHapus