Kamis, 30 April 2015

Filosofi Kopi The Movie: Film Ringan Sarat Makna

0

Baru saja kemarin nonton film FIlosofi Kopi (akhirnyaaaaa!). Sebenernya sudah lama pengen nonton film ini, tapi malah waktunya kepake nonton FF7 sama The Avenger. Akhirnya, kemarin pas Mbak Tika ngajakin nonton Filosofi Kopi, langsung lah aku iyain! Berangkatlah kami jam 6 sore menuju bioskop terdekat.. 

Film dibuka dengan adegan suguhan secangkir kopi di tempat dan cara yang berbeda. Kemudian, dikisahkan dua orang sahabat karib, Ben dan Jody yang bekerja sama membangun kedai kopi bertajuk Filosofi Kopi. Hujan badai mewarnai perjalanan mereka mengelola kedai itu, hingga jalan cerita membawa mereka bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Ellaine. Ben yang seorang barista terkenal, punya obsesi begitu besar terhadap kopi, harus menghadapi Ellaine, seorang penulis buku tentang kopi yang mengatakan bahwa ada racikan kopi yang lebih enak dibandingkan buatan Ben. Daaan, perjalanan yang sesungguhnya baru dimulai ketika tiga orang itu melakukan perjalanan bersama-sama, menemukan Kopi Tiwus yang begitu dikagumi oleh Ellaine. Namun di perjalanan itu, ternyata bukan sekedar kopi terenak yang mereka temukan, tapi juga jalan pulang... :)

Aku nggak akan cerita banyak mengenai jalan cerita utuh film ini, kalian bisa lihat sendiri masing-masing. Tapi, menurutku, film ini termasuk film Indonesia yang layak untuk ditonton di bioskop. Aku sendiri bukan orang yang maniak alias doyan banget nonton di bioskop. Ada film-film tertentu yang memang pengen aku tonton di bioskop, jadi jauh-jauh hari udah ngincer gitu. Tapi ada juga yang semacam ini nih, accidentaly menemukan film yang layak tonton di bioskop. Overall, film ini sangat menghibur. Dan yang nggak kalah penting adalah, aku menemukan banyak pesan yang indah di film ini.. :)

Mungkin obsesi bisa membawamu kemanapun, tapi kesederhanaan dan kerendahan hati yang akan membawamu "pulang". Racikan Ben's Perfecto yang dibuat dengan obsesi menggebu dan sedikit kesombongan, disandingkan dengan kesederhanaan Kopi Tiwus. Cerita di balik kedua jenis kopi ini bikin aku sadar bahwa, kesederhanaan dan kerendahan hati itu mutlak dibutuhkan untuk menemukan jalan pulang. Pulang kemana kah? Pulang ke pemahaman baik tentang kehidupan, pulang ke penerimaan garis takdir, pulang ke diri sendiri. 

Selalu ada alasan untuk segala hal yang terjadi, kalau tidak sekarang, mungkin suatu saat nanti kita akan tahu. Sungguh mengharukan ketika tahu alasan ayah Ben berlaku kasar padanya ketika kecil. Karena perilaku ayahnya itu juga Ben jadi sangaaaatt terobsesi sama yang namanya kopi. Terobsesi pengen bikin kopi yang paling enak. Sampai pada tahap obsesi itu membawanya perlahan dan tanpa disadari, menuju ke tahta kesombongan. Tapi, semuanya berubah ketika dia menemukan jalan pulangnya. Jalan pulang ke masa lalu yang pada akhirnya membuat Ben memahami peristiwa-peristiwa yang harus dilaluinya di masa kecil, 

Kemudian, untuk hal-hal yang belum, atau mungkin tidak bisa kita mengerti, kadang memaafkan adalah satu-satunya jalan keluar. Cerita Jody dengan papinya, hubungan Ellaine dengan papanya, lalu konflik Ben dan ayahnya, semua selesai ketika mereka berani melapangkan hati untuk memaafkan segalanya. Kata maaf seperti menjadi kunci untuk membuka pintu kehidupan yang baru bagi mereka.

Masih banyaaaak pesan yang bisa diambil dari film ini. Menyenangkan melihat interaksi antara Ben dan Jody. Cerita tentang persahabatan, keluarga, dan kecintaan terhadap mimpi, semuanya terangkai dengan apik di film ini. Aku suka. Ini film adaptasi tulisan Dee ke tiga yang aku tonton. Sebelumnya aku nonton Recto Verso dan terpesona sekali sama film itu.  Kedua aku nonton Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh dan jatuh bingung dengan bahasa-bahasa berat di sana, hahaha. Nah kali ini, Filosofi Kopi, film ringan, menyenangkan, tapi tetap sarat makna.

Penasaran? Nonton aja filmnya, lalu share juga pesan-pesan indah yang kamu temukan dalam film ini 
:)



Psssttt, by the way, ketika kamu pikir filmnya sudah selesai, sesungguhnya masih ada Ending mengejutkan di bagian (benar-benar) akhirnya, jadi jangan keburu keluar dari bioskopnya, ya! ;D

0 komentar:

Posting Komentar