Sabtu, 25 April 2015

Curhatan dan Analogi

5

Beberapa minggu lalu, menjumpai rok jenas yang ada sakunya di Atrium. Entah mengapa saat itu aku hanya melihat-lihatnya sekilas. Merasa sangat suka (karena jaraaang rok yang ada sakunya), tapi aku tak juga membelinya.

Kunjungan ke dua, ke tiga setelah hari itu, aku mencarinya lagi.

Tapi tak ada.

Menyesal karena tak membelinya? Iya.

Tapi yang lebih membuatku menyesal adalah, aku nggak ada effort apapun saat itu. Bahkan bertanya harganya juga tidak.





Postingan ini adalah fakta, boleh juga dibilang curhat. Tapi, bisa juga dianalogikan untuk hal yang lain. Ketika menemukan orang yang kita rasa "cocok", misalnya.

5 komentar:

  1. Ada istilah lain, kesempatan tak datang dua kali. Tapi, tentu juga masih punya harapan, semoga di kesempatan yang lain, akan lebih lagi.

    BalasHapus
  2. Ada istilah lain, kesempatan tak datang dua kali. Tapi, kita tentu juga masih punya harapan, semoga di kesempatan yang lain, akan lebih lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. harapan ada.. tapi kesempatan yang sama, jarang datang untuk ke dua kali..

      makasi udah mampir :D

      Hapus
  3. sama. tuh kemaren ada komik lucky luke (asyik buat nostalgia-an) diskon keren. saya bergeming, cuek aja. besoknya saya datengin, ehh, udah balik harga 3 kali lipat. eehhh, beda sama nggak ya masalahnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmm.. bisa jadi sama, Pak. Dalam kasus ini mungkin kesempatan untuk dapat diskon keren tidak datang dua kali.. hehehe :D

      Hapus