Selasa, 19 Mei 2015

Penjelajah Mimpi

1

taken from: http://nhne-pulse.org/dream-the-greatest-movie-ever-made/colorful-drawing-of-woman-dreaming/

Meda mengamati laki-laki yang duduk di bangku paling pojok kafe itu. Meda adalah pelanggan setia, hampir tiap weekend dia menghabiskan waktu di sana, sendiri ataupun bersama teman-temannya. Tapi kali ini ia sendirian, ia bisa dengan leluasa mengamati laki-laki yang kira-kira berada di jarak yang tidak terlalu jauh darinya. Kedua alis Meda bertaut, benaknya dipenuhi tanya. Meda seperti pernah melihatnya sebelum ini. Bukan, bukan satu atau dua minggu lalu saat laki-laki itu juga sudah ada di sana, tapi....
Meda merasa sering sekali bertemu dengan laki-laki itu, tapi di mana?

Greentea latte favoritnya sudah hampir habis, tapi pikiran Meda masih menjelajah kemana-mana. Siapa laki-laki itu?

***

"Med, lu kenapa sih?"
"Hah? Apanya yang kenapa, Tan?"
"Lu daritadi celingukan mulu. Abis celingukan, lu liatin terus tuh bangku paling pojok. Lu kenapa sih? Lu lagi nyari siapa?" Intan mulai penasaran dengan kelakuan sahabat baiknya itu. Yang ditanya hanya kembali menyeruput greentea latte nya pelan, mengacuhkan pertanyaan Intan, sebab di benaknya ada tanda tanya yang jauh lebih besar, jauh jauuuh lebih penting artinya.

Mana laki-laki itu? Mana laki-laki yang ternyata seringkali mampir di mimpinya itu?

***

Seorang laki-laki muda tampak sibuk di sudut ruang kamarnya yang gelap. Ada sebatang lilin putih yang menyala di hadapannya. Ditengoknya jendela, purnama membulat terang. Dibacanya beberapa baris mantra.
Penjelajah mimpi. Di samping tempat tidurnya, ada foto gadis penyuka greentea latte.

1 komentar:

  1. Udha pernah nontoh Inception blm ? film itu mirip bgt sama artikel yg kamu buat ini :)

    Watch movie free

    BalasHapus