Kamis, 28 Juli 2011

Jika kamu takdirku :)

2

Jika kamu memang takdirku
Maka tak perlu payah linglung kau mencariku
Cukup baikkan saja segala pada dirimu
Sampai kita pada waktu yang tepat untuk saling menyambut


Jika kamu memang takdirku
Tak perlu kau cari kombinasi sandi untuk masuki hatiku
Karena sungguh kuncinya ada padamu
Dan membuka hati hanya masalah kesiapan saja bagiku


Jika kamu memang takdirku
Tak peduli seangkuh apapun kita
Seperti gelap dan terang
DIA kan punya cara tuk pertemukan mereka
Entah pada lengang subuh ataupun hangatnya senja


Jika kamu memang takdirku
Aku tak perlu jutaan janji dari tutur katamu
Karena nanti Sang Maha Pembolak-balik Hati akan membimbing kalbu umatNYA, aku
Untuk menetapkan hati bersamamu


Jika kamu memang takdirku
Maka tak perlu risau mencari
Kumpulkan pelajaran hidup selama masa penantian ini
Hingga nanti kita dipertemukan
Dipersatukan dalam kehalalan, bersama indah Ridha-Nya


:)

Rabu, 13 Juli 2011

beautiful messages from a tiny Tinkerbell :)

0

Huaaaaahh, setelah ngempet sekian lama. Mendem hasrat buat nulis dan banyak kata yang sebenernya uda muter-muter di otak. Kenapa harus mendem sekian lama ? Karena UAS sedang menjadi prioritas.. J

Yak, posting kali ini dimulai dengan sedikit curhat. Beberapa minggu yang lalu, aku ga sengaja nonton fil kartun di global tv. Pertama kukira kartun peterpan, soalnya ada tinkerbell-nya. Eh ternyata salah, itu emang kartunnya tinkerbell. Karena aku belum pernah liat, yaudah, channel pun ga aku pindah. Dan pilihanku tepat, karena ada pesan penting yang bisa diambil dari kartun sederhana itu.

Cerita dimulai dengan penjabaran setting dunia peri yang- as usual- indah banget. Perinya cantik-ganteng dengan baju-bajunya yang lucu. Lalu terkisahlah Bell, peri lucu yang sedang menjalan semacam tes penentuan bakat. Jadi, di Pixie Hollow, nama dunia perinya, setiap peri punya bakat sendiri-sendiri. Mulai peri alam yang tugasnya berhubungan sama keadaan alam, peri pematri yang tugasnya bikin alat-alat untuk dipakai semua peri dalam membantu menjalankan tugasnya masing-masing, dan beberapa bakat lainnya. Bakat setiap peri nggak sembarangan ditentuin, simbol untuk setiap bakat lah yang memilih peri itu sendiri.

Singkat cerita, Bell terpilih menjadi peri pematri, sehingga dia pun dipanggil dengan nama Tinkerbell. Dia tidak menyukai bakatnya. Menurut Bell, menjadi peri pematri sangat membosankan. Berbagai cara akhirnya ditempuh Bell untuk bisa bertukar bakat sama temen-temennya. Tapi usahanya nggak pernah berhasil. Di akhir film, Bell dengan keahliannya sebagai pematri malah membawa pengaruh besar dan menyelamatkan pergantian musim. Hingga akhirnya dia sadar, bahwa tidak masalah menjadi seperi pematri, yang penting adalah, apa yang bisa kamu lakukan dengan kemampuanmu itu :D

Ada beberapa bait soundtrack film ini yang aku suka, ini dia..
 
Bila kau yakin siapa dirimu
Dan jadi seperti apa yang ditakdirkan
Maka bebaskan semangatmu dan buka hatimu





Di dunia ini, ada beberapa hal yang tidak bisa kita tentukan. Takdir Tuhan. Bisa diumpamakan seperti bakat peri-peri tadi, mereka dipilih oleh bakat, bukan memilihnya atas kemauan mereka sendiri. Termasuk Bell, dia terpilih menjadi peri pematri. Namun mau jadi peri pematri yang seperti apa, itu adalah keputusan pribadinya.

--Bila kau yakin siapa dirimu
Yakini bahwa dirimu spesial. Tuhan enciptakan kita unik satu sama lain. Walaupun mirip, hampir sama, atau apalh kata lainnya, setiap orang itu spesial. Setiap orang lengkap sama kelebihan dan kekurangan, yang nggak sama antara satu orang dengan orang yang lainnya. Itulah kenapa kita ada di dunia ini untuk saling melengkapi.

Orang sakit bisa sembuh lewat perantara dokter. Pasien bisa pergi ke rumah sakit (mungkin) karena ada bapak becak. Dokter bisa pergi ke rumahsakit karena ada montir yang membenahi mobilnya. Montir bisa pergi ke bengkel karena ada tukang tambal ban yang memperbaiki motornya.

Semuanya berkaitan. Semuanya saling melengkapi.

Jadi yakinilah dirimu. Yakinlah bahwa Tuhan menciptakanmu dengan segala kesempurnaan. Dan ketika kamu lahir di dunia, yakinlah bahwa dunia memang membutuhkanmu untuk hidup di dalamnya. J


--Dan jadi seperti apa yang ditakdirkan
Seperti yang udah aku bilang di awal, bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang nggak bisa kita tentukan sendiri. Misalnya aja, kita ga bisa milih untuk lahir di keluarga yang bagaimana, dengan situasi yang seperti apa. Maka tugas kita yang pertama adalah menerima dengan ikhlas.

Kecewa dan melawan keadaan yang seperti itu nggak akan menghasilkan apa-apa, kecuali sakit hati. Dan tentunya, stuck. Stuck di satu titik di mana kita nggak melakukan apa-apa. Stuck dengan kekecewaan yang nggak ngasih solusi apa-apa.

Percayalah Tuhan sudah menetapkan segalanya dengan baik. Percayalah Tuhan punya maksud yang baik atas apapun yang terjadi sama kita. Atas apapun yang menjadi kehendakNYA, yang bukan pada kapasitas kita untuk kita ubah.

Lalu percayalah, Tuhan tida pernah salah memberi takdir untuk seluruh umatNYA.


--Maka bebaskan semangatmu dan buka hatimu
Sudah bisa menerima keadaan ? Sudah yakin bahwa diri kamu, bahwa masing-masing dari kita adalah spesial ?
Saatnya untuk membebaskan semangatmu dan membuka hati.

Buka hati buat segala sesuatu yang baru dan baik. Buka mata dan yakinilah banyak hal yang bisa kita beri untuk sesama, untuk dunia.

Uang Rp 1.000.000 nggak akan jadi sejuta kalo kurang Rp 1. maka mulailah segala sesuatunya dari yang kecil. Sebelum memberi untuk sesama, berilah diri dan hatimu dengan semangat positif dan ikhlas untuk kehidupan. Jalani segala sesuatunya dengan baik. Jalani semuanya dengan semangat positif.

Oh iya, bahagia itu menular lho, jadi jangan ragu-ragu untuk merasa bahagia :D





Tentu saja kehidupan tidak selalu mudah untuk dilewati. Namun percayalah selalu ada makna dalam tiap peristiwa yang DIA takdirkan kita sebagai salah satu bagiannya.

Nggak peduli siapapun kamu, di manapun kamu, apa yang menjadi kemampuanmu, lakukan segalanya dengan benar, dan jadilah yang terbaik di bidangmu..

Segera putuskan, mau jadi seperti apa kamu, dengan segala apa yang telah Tuhan anugerahkan ! J


*be positive :D

Kamis, 23 Juni 2011

another energy :)

0

"berpikirlah dua kali, atau bahkan beberapa kali sebelum meremehkan orang lain.."


Maka bukanlah hal yang asing di kehidupan sehari-hari bila kita temukan beberapa tipe manusia. Manusia itu unik dengan pribadinya masing-masing, lengkap beserta kekurangan dan kelebihannya. Namun ada kalanya, manusia berpikiran terlalu sempit, sehingga menganggap manusia lainnya lebih rendah. Yah, marilah kita berharap semoga ketidakmampuannya untuk menyadari bahwa kita semua diciptakanNYA untuk saling melengkapi, hanyalah sebuah khilaf semata :)

Manusia yang berpaham seperti saya jelaskan di atas tadi pun, ada dua tipe juga. Yang nggak ekstrim sih, hanya memuaskan pahamnya itu di dalam hati. Namun yang ekstrim, bisa meluncurkan kalimat-kalimat yang tidak layak demi meyakinkan posisinya yang (menurutnya) lebih tinggi tersebut. Meremehkan orang lain, itulah versi gampangnya.

Di awal saya bilang "berpikirlah ulang sebelum meremehkan orang lain". Kenapa ?

Karena orang yang diremehkan, punya dua pilihan. Menyerah dan semakin menciut karena diremehkan. Dan satunya adalah, bangkit dengan energi yang jauh lebih besar untuk membuktikan pada siapapun yang meremehkannya, siapa dia sebenarnya. Nah, tukang ngeremehin orang, sudahkah kalian siap dengan reaksi yang terakhir ?

Mungkin ada yang sedikit luput untuk disadari, bahwa orang yang diremehkan itu seringkali punya energi lebih untuk usaha pembuktian dirinya. Dia akan jauh lebih kuat berusaha, untuk membuktikan bahwa dia tidak pantas diremehkan.

Mungkin kalo dibahasa-batin-an, seperti inilah kata hatinya..

"Deloken ae yo, salah gede kon ngeremehno aku.."

Hahaha

Yah mungkin agak terdengar jahat. Tapi jangan salah, energi semacam itu justru bisa menjadi energi positif. Selama menggunakannya dengan benar. Kalau akhirnya energi itu dipakai untuk menjatuhkan orang lain, atau melakukan upaya-upaya yang tidak bisa dibenarkan, ya tentu tidak lagi positif namanya. Oleh karena itu, sebagai manusia, pintar-pintarlah menyikapi apapun yang kita rasakan dalam hati..

Jangan sampai energi pembuktian tadi berubah menjadi dendam yang malah merusak diri dan hati. Sudah diremehkan, nggak dapet apa-apa, malah merusak diri. Naudzubillah, semoga kita tidak termasuk orang yang merugi.. :)

Nah untuk kalian yang sedang merasa diremehkan, jangan patah semangat ! Tidak ada sesuatu yang mustahil. Selama ada niat, usaha, doa dan tawakkal, Insya Allah pasti ada jalan. Buktikan jika kalian bisa memberi yang terbaik. Buktikan untuk tujuan yang benar dan dengan cara yang benar. Selalu ingat, tidak akan ada yang mengubah kondisimu, jika kamu hanya diam dan tidak melakukan apa-apa !

 Let Go and Move On



Masa bodoh apa yang mereka katakan. Jangan sampai kata-kata mereka membuat kalian tidak percaya diri. Sungguh setiap manusia telah dilengkapi kelebihan, dan tugas kita adalah menemukan. Dan membuat kelebihan itu berkembang dengan cara yang benar. Benahi niat, dan berusahalah dengan hati ikhlas. Hilangkan kedongkolan dalam hati, nggak ada manfaatnya. Lalu segeralah prepare, apa yang ingin kalian lakukan untuk mencapai mimpi yang kalian punya.. :D






Nggak munafik, setiap orang pasti pernah meremehkan sesuatu atau seseorang. Sayapun demikian. Tapi daripada meremehkan, bukankah lebih baik memotivasi ? Dengan motivasi, tidak akan ada hati yang dilukai, energi yang terbentuk pun bisa lebih positif lagi. :D

Akhir kata posting kali ini,,

Tetep semangat untuk melakukan dan memberikan yang terbaik. Siapapun kamu ! Orang lain bukan Tuhan yang tahu segalanya, bukan ? Jadi jangan berhenti untuk meraih mimpi. Bermimpi adalah hak setiap orang, dan tidak ada yang bisa memungkirinya..






yuk, menyadari bahwa semua sudah diciptakanNYA sesuai porsi masing-masing. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Yang ada hanya apa melengkapi apa, dan siapa melengkapi siapa.


Tidak ada yang namanya substitusi,
yang ada adalah komplementer :)

Rabu, 22 Juni 2011

memelodikan semesta :)

0

Maha Besar Allah Pencipta alam semesta yang keindahannya tidak dapat dipungkiri manusia. Berbagai macam ekspresi kekaguman datang dari mulut dan hati manusia yang kecil di hadapanNYA. Dan melalui musik adalah salah satunya. Unsur-unsur alam begitu universal sehingga mudah dijadikan perumpamaan, maupun bertindak sebagaimana arti dasarnya sendiri. Untuk posting kali ini, aku pengen sedikit mengulas, atau mengingat kembali lagu-lagu yang bertemakan, maupun yang sekedar menyelipkan unsur semesta sebagai pengindah syairnya. Check this out ! :D


Hujan by Utopia

"aku selalu bahagia saat hujan turun. karena kudapat mengenangmu untukku sendiri.."

Ya itu sepenggal liriknya. Lagu ini aku suka juga sih, easy listening. Walaupun isinya agak-agak mellow, tapi nadanya enak, ceria. Lagu yg lumayan sering kudengerin pas lagi patah hati. Huaahaha. Emm,, secara pribadi aku juga suka hujan. Meskipun ke mana-mana jadi ribet gara-gara mesti nenteng payung. Tapi, irama dan bau khasnya itu lhooo, ngangenin :)
Apalagi kalo hujannya gerimis kecil-kecil gitu.. hmmm, really really enjoy that moment. Wajah yg sedikit kena cipratan gerimis.. Rasanya dingin, tenteram..



Bintang by Kahitna

"biar aku melangkah menemani bintang menerangi malam. jangan resahkan aku, yang penting bahagia untukmu slalu kasihku"

Lagu baru sih. Tapi enaak. Lagu tipe seperti ini aku suka banget. Soalnya bawaannya adem.
Mmm, aku juga suka bikin bintang jadi banyak perumpamaan. Misalnya buat sahabat. Sahabat itu seperti bintang, dia selalu ada dan bersinar, sekalipun seringkali tak tampak dan samar. Bisa juga dianalogikan sebagai manusia. Manusia itu seharusnya bisa seperti bintang, sinarnya semakin terang ketika dijerat kegelapan. Atau dibikin gombalanku tadi siang "mencintai itu seperti bintang. kalo lagi terang, susah diliatnya, tapi ketika gelap, sinarnya benderang :)"
Siapa sih yang meragukan keindahan bintang ? Tak ada yang memungkiri bahwa pijaran cahayanya di malam hari seringkali dicari dan memukau banyak hati.. :)



Taman Langit by Peterpan

"ini taman mimpiku, ini taman langitku.."

Kenapa taman mimpi ? Mungkin ketika kita lihat langit, pikiran jadi ikutan terbawa meluas. Nggak tau kalo yang lain, tapi aku sih gitu. Fresh banget rasanya lihat langit yang biru cerah, luas, dengan gumpalan-gumpalan awan putih sebagai penghiasnya. Sungguh, aku suka.
Langit begitu tidak terbatas. Di sanalah benda-benda indah galaksi memainkan peranannya.. Bintang, bulan, planet.. juga pelangi, yang sangat jarang kulihat melengkung di warna dasar birunya.. :)



Laskar Pelangi by Nidji

"Laskar pelangi, takkan terikat waktu. Bebaskan mimpimu di angkasa, warnai bintang di jiwa "

Aku suka lagu ini. Tapi aku lebih suka lagi sama pelangi. Lengkungannya, warna-warninya, dan kemunculannya setelah hujan. Tepat bersamaan dengan matahari yang terangnya menerobos mendung.
Melalui pelangi, Allah Menyampaikan pesanNYA mengenai indahnya perbedaan.. Bahwa tak harus selalu kesamaan yang bisa menyatu dan membawa keharmonisan.







Dan alam tempat inspirasi manusia yang tak terbatas. Tinggal bagaimana kita belajar peka untuk membaca pesan bisu yang dibawa hal-hal kecil di dalamnya. Seperti ketenangan air, semangat panas matahari, ataupun merasakan tiupan angin yang tak mengenal kata kembali. Semuanya bermakna. Aku selalu berdoa supaya punya jiwa dan hati yang peka dan lapang. Agar aku tidak melewatkan sedikitpun makna, serta keindahan-keindahan pesan semesta yang tak pernah bicara lewat suara.. :)

Senin, 20 Juni 2011

dari mereka tentangku :)

0

Beberapa waktu dekat ini, banyak mendapatkan statement tentang pendapat mereka mengenai diri saya. Mereka yang saya maksud ini kebanyakan orang-orang yang memang sangat dekat dengan saya. Ada yang membuat tersenyum, namun ada juga yang membuat saya merenung. Sekedar ingin berbagi saja kali ini, hehehe..

"there's a pain in your eyes. but also a warmness inside it" (F) (D)
Uumm, a lil' speechless, actually. Dua orang yang mengatakan dua hal berbeda yang saling melengkapi tersebut. Entah bagaimana cara mereka melihat ke dalam mataku. Membaca apa yang ada di dalamnya. Bahkan mungkin telah banyak memahami sekalipun aku belum bercerita apapun. Karena aku memang tak terlalu suka membicarakan tentang privasiku. Bukan tidak ingin diketahui, hanya saja aku kadang demikian takut dengan kemungkinan perubahan mereka nantinya. Membuat seseorang mengerti dan memahami sama seperti bagaimana yang aku inginkan tentunya bukan pekerjaan yang mudah. Dan mereka punya hak penafsiran sendiri yang tidak pada tempatnya untuk aku kendalikan. :)


"adek kayak pohon, melindungi dan menyejukkan :)"  (M)
Kalimat yang membuatku tersenyum ini berasal dari seorang mbak cantik, guru saya. Kenapa ? Karena dia satu-satunya yg bilang saya kayak pohon karena melindungi dan menyejukkan, bukan karena saya rimbun. Lho? hahha. Bukan bukan. Tersenyum karena guru saya ini punya pandangan yang demikian manis tentang saya. Sampai saat ini, sudah sekitar 5 tahun lebih kami saling mengenal dan dekat. Saya seperti merasa punya kakak cewek, maklum lah, sindrom anak tunggal. :p . Menjadi "melindungi dan menyejukkan" saya rasa bukanlah hal yang mudah. Namun semoga saja itu benar adanya dan bisa terus ada dalam pribadi saya. :)



"tetep jadi adekku yang kuat dan baik sama semua orang"  (G)
Dia adalah orang pertama yang membuat saya menyukai suara gitar. Kami saling mengenal lewat seni. Lewat artikel, paduan suara, dan yang pasti musik. Hadiah ulangtahun paling berkesan datang darinya. Kaset yang berisi lagu-lagu ciptaannya beserta petikan nada gitar yang indah dari jari-jarinya. Tujuh tahun persahabatan. Waktu yang lumayan lama untuk komunikasi yang bisa dibilang sangat jarang. Kesibukan begitu menyita kebersamaan kami, tapi tidak halnya dengan kedekatan kami. :)



"selama kamu ada benefit, kita temenan" (D)
Bukan kata-kata yang indah, tentu saja. Kalimat ini sempat membuat saya bertanya-tanya tentang manusia model apa yang sedang mengucapkannya. Apalagi sang pengucap notabene adalah teman dekat saya sendiri. Seseorang yang terlanjur lama tidak bisa menaruh keprcayaan terhadap orang lain. Terang-terangan dia menyodorkan paham untung-rugi saat itu. Jujur selama 20 tahun saya hidup, baru kali itu saya mendengar kalimat demikian. Awalnya kaget. Namun sungguh tidak ada sesal atau kemarahan. Entahlah, aku tidak merasa memberi apapun, namun apa ruginya memberi manfaat untuk manusia lain ? Selama itu hal positif dan tidak bertentangan dengan agama. Maka semua dari kami masih berjalan seperti biasa sampai saat ini. :)



"really, i think that i've to realize and admit that you're so amazing... " (R)
Hahaha. Dengan orang satu ini, kembali saya berasa punya kakak cowok. Bagaimana rasanya dianggap menjadi seseorang yg telah lama dirindukan keberadaannya ? Orang ini telah menjelaskannya kepada saya. Saya, adalah sosok pengganti adik perempuannya yang sudah lama meninggal. So sad to hear that. Tapi, syukurlah selama beberapa tahun ini, menurutnya, saya bisa sedikit mengisi 'ruang' kosong itu. Sekali lagi dengan kebersamaan yang amat minim. Cuma sekali ketemu, itupun nggak lama. Karena dia kuliah di jogja, dan saat ini sedang magang di freeport, Papua. Good luck brothaaa.. :D



"aksentuasi di antara wanita berhijab" (F)
Itulah komentar singkatnya mengenai profile picture yang saya pajang beberapa minggu lalu. Sedikit tercekat rasanya di tenggorokan. Hehe. Entahlah, ada sesuatu dalam diri saya yang mengambil sisi lain dari komentar yg nyatanya hanya sebuah penerapan kosakata dari keahliannya di bidang seni. Aksentuasi, katanya, adalah unsur minoritas yang menjadi mayoritas karena cara penyajiannya. Tapi kata-kata koreksi diri sering membayangi pikiranku di hari-hari setelahnya. :) Terimakasih, walaupun secara tidak langsung, anda sudah mengingatkan adekmu yg masih harus banyak belajar ini.. :) 




Yang di atas hanya segelintir. Sebenarnya masih banyak. Sekalipun bukan lewat kata, kadang kepedulian dan kedekatan telah berbicara jauh lebih banyak. Syukurnya aku memiliki orang-orang baik yang selalu ada untuk membuatku tersenyum, merenung, sekaligus mengoreksi diri.


Dan tentang pelangi itu juga tentang mereka. Warna-warna indah yang menghiasi kehidupanku sebagai langitnya. :)

Rabu, 08 Juni 2011

seperti Shinichi Kudo dan Ran Mouri :)

22

Barusan selesai baca komik favorit, atau lebih tepatnya satu-satunya komik yang saya baca, yaitu detective conan edisi 61. Seperti biasa, ceritanya menarik dan nggak ngebosenin sama sekali. Yang paling penting juga, komik kali ini saya dapet penuh perjuangan gara-gara nyaris keabisan. Maklum, uda terbit dua bulan lalu, tapi baru ada waktu buat beli minggu ini.

Saya lagi nggak pengen mengulas tentang ceritanya secara keseluruhan, karena itu bisa dibaca sendiri dan hanya perlu sedikit konsentrasi biar bisa paham. Kali ini, saya pengen sedikit nyeritain tentang romantisme dalam komik ini. Menarik kan, karena nggak cuma perlu otak untuk menangkap sisi minoritas macam masalah masalah cinta dalam komik detektif yang dijejali kasus dan konflik.

Keinginan mengulas romantisme ini timbul tepat ketika saya selesai mambaca komik ini, di halaman terakhir, dalam dialog conan alias shinichi yang berbicara satu arah dengan dirinya sendiri.

Pernah ngamatin nggak, sih ? Kalo cinta yang ada di antara shinichi kudo dan ran mouri itu sweet banget.. :)

Kehebatan pertama datang dari seorang cewek bernama Ran Mouri. Iya, cewek yang jago beladiri ini digambarkan sangat mencintai Shinichi Kudo. Dilihat dari ekspresi degup jantungnya ketika shinichi menelepon, rona wajahnya waktu menanggapi guyonan Sonoko yang menyinggung tentang shinichi, bahkan dari sekilas senyum yang tampak tipis ketika membaca email dari orang kesayangannya itu.
Hebatnya ran bisa menjaga komitmen.
Komitmen dengan siapa ? dengan Shinichi ? bukan. Sadar atau tidak, Shinichi dan Ran tidak pernah berkomitmen menyatakan saling mencintai satu sama lain. Berkomitmen bahwa mereka saling memiliki, yah gampangnya jadian lah.
Ran mampu menjaga komitmennya dengan Ran Mouri, yaitu dirinya sendiri. Jangan keburu menyepelekan, komitmen dengan diri sendiri justru kerapkali lebih sulit dilakukan. Kenapa ? Berkomitmen dengan diri sendiri lebih rawan untuk dilanggar. Tidak ada yang tahu di luar, konsekuensi sosial tidak ada, dan manusia cerderung lebih permisif terhadap dirinya sendiri. Namun yang terjadi pada Ran adalah sebaliknya. Dia mampu menjaga perasaannya untuk Shinichi. Bukan membenamkan rasa tapi membiarkan rasa itu indah dalam diamnya, sampai waktunya tiba. Menjaga dirinya untuk seseorang yang dia bahkan tak tahu keberadaannya. Menjaga pengharapan untuk satu-satunya orang yang dia yakin akan menjaga dirinya pula untuk suatu saat datang dan menginginkan Ran menjadi satu-satunya wanita yang menemani hidupnya.

Kemudian Shinichi Kudo. Cowok ganteng idola saya sejak dulu ini (setelah Mamoru di Sailormoon, hahaha) juga punya rasa cinta yang hebat dan manis. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya di bagian Ran, bahwa mereka tak pernah berkomitmen apapun, Shinichi juga punya komitmen yang bagus dengan dirinya sendiri.
Tapi yang paling menonjol adalah, caranya mencintai Ran dengan indah. Shinichi mencintai dengan sepenuh hati, sangat melindungi, tanpa diketahui padahal setiap hari dia berada begitu dekat dengan orang yang dia cintai.
Bisa saja dia katakan bahwa Conan Edogawa itu tak lain adalah dirinya. Agar Ran tahu bahwa sesungguhnya Shinichi selalu menjaganya, jelas-jelas mencintainya dalam jarak sedekat itu. Tapi Shinichi bukan tipe orang  egois. Dia tidak mengabaikan keselamatan Ran, karena terlalu berbahaya jika nantinya Ran juga ikut-ikutan diincar oleh orang-orang dari organisasi hitam..


huaaahh
Nggak berhenti saya mengagumi dua orang ini.
Kiranya wawasan saya mengenai kosakata dan cara penyampaian masih jauh dari sempurna. Pun perasaan yang mungkin agak lebay atau malah kurang peka untuk mengambil makna-makna tersembunyi dari sesuatu (dalam hal ini cerita conan, :p).



Yang jelas,, dialog satu arah ini, sangat manis :)

sejujurnya, itu benar sih. jujur saja aku nggak ingat apa yg kukatakan waktu itu. pikiranku panik. dan aku terus memikirkan penyelamat lincah ini dengan sepenuh hatiku.. aku harus mati-matian melindunginya.. (Conan Edogawa, Shinichi Kudo)

Sabtu, 21 Mei 2011

untukMU, Tuhan..

0

lalu bisa apa aku
bertekuk pasrah di bawah kesaktian kehilangan
terluka aku terluka
jika rasa itu punya darah sudah pasti aku tengah berdarah

menangis lalu aku merasa lemah begitu saja
bertanya-tanya akan takdir yang sudah tergariskan
kecewa
namun apalah artinya

merasakan duka dan luka orang lain itu istimewa
ucapan bisa disuarakan tiap orang
tapi perih dan nyeri itu,
cuma hatinya yang tahu

entahlah aku cuma mampu mengadu padaNYA

Tuhan, kuatkan hati-hati yang terluka
kuatkan mereka-mereka yang kehilangan
kuatkan mereka yang sedang terpuruk dalam hidupnya

berikanlah mereka keyakinan untuk bangkit
bukan untuk mengaduh tapi berdiri
bukan untuk meratap tapi berharap
bukan untuk berlari tapi menghadapi
bukan untuk menyesali tapi bersyukur dan mengetahui maksud baikMU

Tuhan
aku memohon padaMU
demi hati yang luka
demi hati yang sedang rapuh
dan demi Engkau Yang Maha Kuat dan Menguatkan
:')

Kamis, 19 Mei 2011

lakon

0

langit birumu mengelabu
seperti bayang membuntut di ragamu
kusam
kalah telak
kamu menunduk dan aku seakan turut meredup

lalu ke mana sinar yang dahulu begitu terang menantang ?
ke mana luap energi api yang melingkupimu ?

mungkin masih ada
tapi bukan lagi tuk nyala
untuk membakar

sejenak aku kembali jadi petir

aku dan kamu kadang tak bisa berdamai
tapi tentu semua jalan cerita bukan kuasa kita
kita ada
tapi bukan sebagai pengatur
kita eksis
tapi bukan sebagai penentu

kita aku kamu mereka
adalah lakon

Kamis, 05 Mei 2011

Kesuksesan adalah Perjuangan, Apa, dan Bagaimana

0

Kesuksesan adalah kata yang sangat awam di telinga kita. Berbagai definisi telah digunakan demi mengartikannya dan mencari implementasinya dalam kehidupan. Banyak yang mengartikannya sebagai keberhasilan, pencapaian, atau bahkan kepuasan. Demikianlah satu kata ini begitu merajai kamus target manusia.
Namun, seringkali ketika manusia mencapai apa yang mereka sebut dengan kesuksesan, mereka berhenti. Seakan kesuksesan adalah suatu titik pencapaian, di mana sesudah itu tidak ada lagi yang akan dilakukan. Stuck. Hal inilah yang kadang mengusik pikiran saya, mencoba terus berpikir, dan kemudian sampai pada beberapa kata kunci mengenai kesuksesan itu sendiri.


Kesuksesan adalah perjuangan di balik gemerlap pencapaiannya. Kesuksesan bukan hanya terletak pada hasil akhir yang dapat dilihat mata. Mata manusia hanya menangkap apa yang bisa disaksikannya secara riil. Mata manusia hanya mampu melihat apa yang tampak di luar. Bahkan seringkali manusia hanya melihat apa yang ingin mereka lihat. Kesuksesan dimaknai sebagai kemenangan yang berujung pada kesenangan, kekaguman, penghargaan, dan segala sesuatu yang berada di puncak, tanpa memandang bagaimana cara pendakiannya. Kesuksesan bukan sesuatu yang begitu saja jatuh dari langit dan kamu mampu menangkapnya. Kesuksesan juga bukan hanya terletak pada hasil akhir yang gemilang, tapi juga pada seperti apa perjuangan yang telah dilakukan. Mana yang lebih sukses antara tukang bakso yang merintis usahanya dengan telaten hingga akhirnya memiliki banyak gerai dengan anak konglomerat yang menjadi direktur karena bisa membeli segalanya dengan uang ? Secara kasat mata, keduanya akan sama-sama memiliki kriteria kesuksesan yang mayoritas diagungkan setiap orang, yaitu kekayaan. Namun ketika melihat kembali pada perjuangan yang mereka lakukan, tentu pandangan kita bisa saja berubah. Tentulah bapak penjual bakso dikatakan lebih sukses, karena dia memulai segala sesuatunya dari bawah. Lebih banyak perjuangan yang dialaminya untuk mencapai posisi puncak yang dinamakan kesuksesan.

Ketika kesuksesan lebih merujuk pada perjuangan, hal ini memberikan suatu kendali untuk manusia. Perjuangan seperti apa, dengan cara-cara yang bagaimana. Masihkah disebut dengan kesuksesan ketika segala yang diraihnya didapatkan dari merebut hak orang lain ? Pantaskah memberi label sukses untuk para koruptor kaya yang nyatanya memakan uang rakyat dan mengabaikan nasib negara ? Berjuanglah tanpa henti dan itu yang dinamakan sukses. Bangkitlah kembali setelah jatuh, kita akan merasakan sukses. Kesuksesan sejatinya kembali pada hati nurani. Apalah artinya kekaguman manusia lain dan uang melimpah ketika kita mendapatkannya dari cara-cara yang tidak benar ? Sesungguhnya semua semu.

Kesuksesan adalah apa yang bisa kamu beri. Seringkali ketika kata sukses sudah di dalam genggaman, kita stuck di satu titik. Sukses. Sudah. Padahal banyak yang telah membantu kita mencapai kesuksesan itu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka selayaknyalah kita kembalikan sebarkan itu untuk orang-orang yang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya ? Demikianlah, jangan hanya membiarkan orang-orang memandang kesuksesan kita sebagai langit ke tujuh yang tak kan pernah mereka raih. Jangan membuat mereka berharap tanpa ujung, apalagi mengecilkan harapan mereka. Setiap orang berhak untuk berharap, dan sebagian kecilnya adalah jatah orang-orang sukses untuk turut mensukseskan mereka. Kesuksesan yang telah kita raih, bukan semata-mata milik kita sendiri. Segala sesuatu yang kita timbun pada akhirnya akan habis seiring waktu, namun apa yang kita berikan untuk kehidupan takkan pernah mengurangi apa yang kita punya. Apa yang kita berikan untuk kehidupan hanya akan semakin memperkaya diri kita sendiri.

Kesuksesan adalah bagaimana kita memaknai. Bagaimana agar kesuksesan yang kita raih membawa kebaikan bagi semua orang, baik dalam proses pendakian maupun pada puncaknya nanti. Kembali pada nurani, maka kesuksesan bukanlah benda mati ciptaan manusia secara individual. Banyak unsur-unsur di dalamnya, bantuan manusia lain dan garis Tuhan tentunya. Maka kita tidak akan merasa sombong karena sesungguhnya yang kita capai adalah bukan pribadi milik kita. Manusia akan lebih banyak memberi ketika menyadari bahwa kesuksesan pada hakikatnya adalah hak semua orang, hanya saja beberapa orang diberi kesempatan olehNYA untuk menikmatinya lebih awal dari yang lain. Manusia akan lebih banyak memotivasi daripada berpuas diri ketika menyadari betapa pentingnya proses yang dinamakan perjuangan. Manusia akan lebih konsen pada kedamaian hati, ketika menyadari bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari pandangan duniawi semata.

Jadilah sukses dengan cara rendah hati. Jadilah sukses dengan membantu manusia lain menggapai mimpi-mimpinya. Jadilah sukses dengan menjalani proses dengan sebaik-baiknya dan sekuat-kuatnya. Jadilah sukses dengan banyak memberi bagi kehidupan. Jadilah sukses dengan cara memaknai kesuksesan itu dengan bijaksana.

Rabu, 02 Maret 2011

jatuh cinta dengan bijaksana.. :)

0

Awalnya iseng aja bikin status kayak gini. Lalu banyak yang nge-like. Lalu timbul pertanyaan-pertanyaan yang diajukan buat saya tentang jatuh cinta dan mencintai dengan bijaksana. Padahal sumpah ya, aku cuma asal nulis, karena tiba-tiba aja kepikiran kata-kata kayak gitu.

Hmm, tapi aku bakal coba sedikit membahas tentang ini ya..
:)

Ini pure, menurut saya. Ya saya, saya yang memang belum cukup punya ilmu untuk membahas masalah macam beginian. Tapi, share opini nggak ada salahnya kaaann..

Jatuh cinta dengan bijaksana,,
It means, jatuh cintalah dengan keseluruhan, yaitu dengan perasaan, logika, dan juga iman. Kenapa harus tiga komponen ini ? Mari kita kuliti satu per satu..

Jatuh cinta dengan perasaan.
Yang ini sudah pasti ya.. Karena menurut salah satu guru saya, rasa suka, cinta, dsb itu adalah fitrah. Bia dirasakan semua manusia, dan bukan sebuah dosa. Cara kita menindaklanjuti perasaan ini lah yang akan menentukan, di bawa k mana rasa yang fitrah itu. Tetap menjadi fitrah, atau malah sebaliknya.
Jatuh cinta dengan perasaan. Berarti bukan hanya melibatkan perasaan diri sendiri, tapi juga orang lain. Bukan hanya perasaan orang yang kita cintai, tapi juga orang-orang yang mencintainya. Bukan hanya orang-orang yang mencintainya, tapi juga orang-orang yang mencintai kita.

Jatuh cinta dengan logika.
Logika di sini berperan sebagai penyeimbang, supaya kita tetap menggunakan akal, yang membedakan kita dengan makhluk lain ciptaanNYA. Dari logika kita mendapatkan pertimbangan-pertimbangan. Mengenai baik buruk, benar salah, pantas tidak, dan banyak lagi pertimbangan lain yang kita perlukan. Orang bilang cinta tidak pernah salah. Menurut saya itu nggak sepenuhnya benar. Memang perasaan tidak bisa dipersalahkan. Tapi bagaimana kita mengekspresikan, mengungkapkan, memperlakukan perasaan itu, yang pada akhirnya membuat kita harus menggunakan akal.

Jatuh cinta dengan iman.
Entahlah, saya pun tidak ahli dengan hal ini. Tapi, jatuh cintalah dengan iman. Karena sesungguhnya semua akan kembali pada NYA. Semua yang awalnya tak ada akan kembali tiada. Jatuh cinta dengan iman akan memberikan ketenangan tersendiri. Kenapa ? Karena kita yakin. Sudah ada yang Maha Mengatur. Sudah ada yang Maha Menentukan. Kapan cinta itu akan datang dan pergi. Kapan cinta itu akan baik untuk kita dan semua orang. Bagaimana cinta itu nanti akan menemukan jalannya. Dengan siapa cinta itu akan bertaut. Seperti apa cinta itu untuk kehidupan kita nantinya..
Jatuh cintalah dengan iman.
Maka kita akan yakin sudah ada Yang Memberikan yang terbaik untuk kita. Sudah ada Sang Maha Perencana yang selalu menyiapkan skenario terindah untuk kehidupan kita.


Jatuh cintalah secara keseluruhan. Bukan hanya dengan perasaan, tapi juga dengan logika dan iman.


Saya cuma bisa membagi sedikit pandangan. Tanpa bermaksud sok tau, tanpa bermaksud menggurui. Setiap orang memiliki cara sendiri dalam menyikapi cinta dalam hidupnya. Tapi yang jelas, setiap orang pasti tahu,
 kendaraan tanpa kemudi dan rem, seberapa bagus fitur-fiturnya, seberapa mengkilat polesan luarnya, jalannya tidak akan baik..

:)

Selasa, 01 Maret 2011

they're so special for me.. :)

0

minggu, 27 februari 2011
satu hari lagi untuk kesenangan, cerita, tawa, dan segala sesuatu yang identik dengan B3ST tercinta..

Minggu adalah hari terakhir liburannya anak Unair, termasuk aku. Dan syukurlah hari terakhir itu menjadi hari yang paling berkesan. Kenapa ? Because I spent it with my b3STies..

Sperti biasa, dengan rencana yang bisa dibilang dadakan. Kira-kira seminggu, tiba-tiba kita nyeletuk "nang wbl yok ?! budreg nag suroboyo terus". hahahaha. Sebenernya kita pun uda ngerencanain liburan di surabaya, waktu itu rencananya naik Surabaa heritage-nya HOS. Itu persiapan uda mateng banget. 2 minggu sebelumnya, pendataan siapa aja yg bakal ikut. Beberapa hari sebelum hari H, pesen ke orangnya yg kerja di HOS. Eeeeeehhh lha kok bisnya udah full booked. Huhuhuhu
Batal deh jalan-jalannya.

Terus iseng-iseng kumpul di royal. Cuma bertujuh, trus langsung ngerencanain ini. Seminggu saja. Dan semua terlaksana dengan sangat baiiikkk.. Alhamdulillah,, walaupun banyak juga yang ga ikut..

Hmmm
panggil saya lebay, ga penting, atau apalah terserah..

Tapi, memang nyaris semua hari, setiap waktu yang aku laluin sama B3ST pasti indah banget. Menyenangkan. Kayak lupa semua masalah, semua tantanan yang uda di depan mata, yang ada cuma senang.

Terima kasih buat kalian,
yang selalu ada. Ga peduli seneng, sedih, banyak tugas, sibuk, kalian selalu ada. Walaupun kita cuma ketemu kalo liburan, itupun ga semua, tapi itu udah cukup mengobati. Kalian uda kayak keluarga kedua buatku. Allah menciptakan banyak manusia, mempertemukan beberapa dalam kehidupanku, tapi nggak satupun yang bisa nggantiin kalian. Jangankan ngganti, nyamain aja nggak ada.

Kalian.
Di mana siapa, apa, kenapa, berapa, dan semua pertanyaan menjadi tidak penting lagi.
Di mana karena, sebab, dan tiap alasan menjadi tak perlu lagi.

Kalian, di mana aku belajar banyak hal.
Mengatasi masalah, menjaga kekeluargaan, belajar kebersamaan.
Dan tentu banyak lagi yang mungkin nggak aku sadari.

Dari kalian,
aku belajar bahwa senyum dan tawa itu bisa mengobati apapun
bahwa mengenang itu kadang perlu untuk menimbulkan lagi kesenangan dalam hati.
bahwa setiap dari kita akan selalu dekat sampai kapanpun juga.


I LOVE YOU B3ST

semoga Allah mengekalkan persaudaraan kitaaa..
:)