Sabtu, 07 Januari 2012

HIMA ku :')

0


Hari ini harusnya ngerjain tugas etbis, tapi malah twitteran sama anak-anak hima. Nostalgia selama di hima.
Rasanya kayak baru kemarin ya, kita semua raker. Ngabisin bergelas-gelas teh dan kopi yang udah masuk hitungan entah alias nggak keitung. Ngabisin malem sama-sama. Ada yang ngantuk (aku pastinya), ada yang eyel-eyelan, ada yang denger dan ngerasain “sesuatu”, ada yang tidur sampe ngowoh, dan macem-macem hal lain yang terasa begitu lebih menarik daripada rapatnya itu sendiri. Hahaha
Rasanya baru kemarin, pas raker, kita batal bakar-bakar jagung gara-gara jagungnya ketinggalan entah di mana. Untung nggak kita bakar juga itu villa nya ya, ahaahaha. Kasian sarah uda terlanjur bawa panggangan buat bakar-bakar.

Waktu itu, kita belum akrab satu sama lain. Antara 2009 sama 2010 masih ada di atmosfer perkenalan dan dalam tahap mengidentifikasi perilaku masing-masing.. :p
Eh, tapi itu semalam yang mengesankan lho. Berasa lagi liburan sama keluarga baru.

Rasanya kayak baru kemarin. HIMA mulai kotor lagi gara-gara mulai banyak baju bekas, koran-koran yang ada di sana. Pertanda satu per satu proker mulai dilaksanakan. Yaa, proker kita banyak, segudang. Karena itu juga barangnya banyak, sampahnya banyak, tapi yang paling penting adalah, kenangannya banyak..:)

Rasanya kayak baru kemarin, kita dapet kunjungan dari hima-hima universitas lain. Bikin rempong. Tapi ya itu dia, semua punya kenangan masing-masing.

Dan rasanya baru kemarin (kali ini bener-bener emang baru kemarin) kita main-main bareng di hima, nyanyi-nyanyi, galau-galau bareng. Sampai nggak peduli sama jam dinding yg nempel di hima. Ini semua salah himajo, nempel foto-foto mereka di situ, jadi gak jelas kan liatnya. Hehehe. Alasan. Sebenernya kita emang sengaja. Sengaja mengabaikan waktu. Karena kita tau, satu menit hari itu mungkin ga bakal sama kayak satu menit esok hari, sekalipun di waktu dan tempat yang sama. Karena itu, kita nggak mau melewatkan sedetikpun kesempatan yang kita punya. Hari ini aku pulang sama Itsna dan mendapati portal deket rumah masi mbuka. Hehe. Iyalah, tadi masih jam 6 sore. Sementara biasanya aku pulang di atas jam 9 atau bahkan di atas jam 10. Yah, aku harus mulai terbiasa.

Hari ini aku lagi nggak mood buat bikin kata-kata puitis (secara tugas etbisku durung mari T.T), tapi aku juga nggak bisa nahan diri buat nulis tentang kalian. Entah gimana ngejelasinnya ya, pokoknya satu tahun sama kalian tuh berkesan banget. Mulai welpar di bonbin yang bikin capek (kelompokku muter-muter se !), kemudian raker di trawas, satu per satu proker yang mulai kita kerjain. Mulai proker pertama sampai terakhir. Semuanya dikerjain sama-sama. Saling bantu, walaupun kapasitasnya beda-beda. Walaupun sempat kadang terbersit rasa males buat dateng rapat, toh segala sesuatunya pasti bikin kangen pas proker itu kelar dikerjain. Apalagi pas MEXPO. Acara baru tahun ini. Berkesan mendalam, berpesan tiada habisnya. Dua hari aja. Di rolay, eh royal maksudnya :p . Di sana kita menorehkan memori yang mungkin akan diingat sama dinding-dinding bisunya, dikenang sama kerlip lampu-lampunya, waktu ketika manajemen menggaungkan namanya dengan pride penuh, spirit tinggi, karena adanya unity yang besar. Siapa sih yang bisa ngebohongin hatinya sendiri kalo bakal kangen banget sama momen-momen selama di sana ? sekecil apapun itu, sesederhana apapun itu. Jangankan terbesit keinginan untuk melupakan, secuil kemampuan buat lupa aja aku nggak punya, rek.. :’)

Satu tahun ini. Bohong lah kalo nggak ada rasa mangkel, kecewa, marah, bingung, sebel, pusing, dan semua semua yang sempet bikin kita semua kocar-kacir mempertahankan kekeluargaan yang sudah kita punya. Tapi, semua itu udah bikin kita semua jadi lebih dewasa, jadi lebih tau gimana seharusnya bersikap, dan jadi paham kalo persaudaraan yang kuat itu bukan berarti nggak pernah marahan dan adem ayem terus tanpa masalah. Tapi, justru persaudaraan itu diukur dari seberapa kuat kita bisa raket lagi setelah agak melonggar. Seberapa ikhlas kita mau memberikan maaf. Dan seberapa besar kemauan kita untuk mencoba memahami karakter kita masing-masing, untuk akhirnya bisa saling toleransi dan mau ngertiin.

Kemudian, di awal-awal waktu pensiun ini, aku (atau kami ?) mau minta maaf, karena pasti banyak kesalahan, banyak hal yang nggak sreg di hati kalian. Yang baik dari kami ya dipertahankan, yang jelek dibuang aja. Diganti sama yang baik.

Nggak ada keraguan sedikitpun, kalian pasti bisa jadiin HIMA lebih baik taun ini, tahun depan, dan tahun-tahun selanjutnya. Dan kali ini, aku secara pribadi mau minta maaf kalo mungkin aku susah lepas dari hima. Hehehe. Entah yaa, kan kalian tau aku sering buanget ada di hima. Entah buat tidur berjam-jam, atau bahkan cuma buat nitip tas buat bolos kuliah. Minta maaf kalo mungkin aku bakalan kadang-kadang ke sana, mbuh numpang ngecharge, mbuh nitip helm, ta lapo ngono, hehehe. Tenang aja, aku akan mulai membiasakan diri untuk jadi tunawisma di kampus :p Tapi kalo kadang aku kehilangan keahlian buat nggelandang, boleh yaa aku mampir ke HIMA ? :’)

Aku nggak akan minta buat memutar waktu, karena suatu hal jadi sangat berkesan karena cuma sekali terjadi. Dan nggak akan pernah ada kejadian yang sama persis.

Jadi, aku lebih memilih untuk memohon sama Tuhan, biar kita diberi waktu lagi, yang lebih lama, untuk terus ngerasain ikatan persaudaraan ini. Walaupun dengan cara yang berbeda, dengan kapasitas yang berbeda juga. Itu karena satu hal, aku sayang sama kalian semua :)

0 komentar:

Posting Komentar