Selasa, 08 Juli 2014

Karena Hidup itu Menerima

0

Flashback setahun terakhir.. Rasanya banyak sekali hal-hal yang terjadi dalam hidup. Banyak hal yang bikin aku merasa bahwa fase hidupku ini berjalan sangat cepat. Dan, banyak hal juga yang tidak bisa aku mengerti, banyak hal yang menuntut aku untuk bisa menerimanya. Ya, menerima tanpa harus memahami, atau bahkan sekedar mengetahui alasan dari peristiwa-peristiwa itu.

Sampai pada beberapa minggu terakhir ini. Lagi, lagi aku bertemu dengan hal-hal yang bikin aku bertanya-tanya "kok bisa, sih??" , bikin aku nggumun "ah, masa sih??", bikin aku nggak habis pikir.

Sampai akhirnya aku tiba di satu kesimpulan, bahwa:

Inilah hidup. Kadang, hidup akan memaksamu untuk menerima, sekalipun kamu nggak paham, nggak ngerti alasan di balik kejadian yang kamu alami.

Jika kamu dan kamu membaca ini, aku bisa katakan bahwa rasa sesaknya sudah hilang. Di suatu siang yang panas, setelah aku gemetar memegang handphone karena membaca beberapa pesan pendek, di salah satu ruangan paling nyaman di kantor, aku sudah menumpahkan semuanya.

Aku sudah menumpahkan ketidakpahamanku, sesaknya perasaan, dan semua yang mengganjal di hatiku, kepadaNYA. Hanya DIA yang Tahu bagaimana kondisiku sepenuhnya saat itu.

Aku tidak ingin lagi merasa lelah. Aku tidak ingin lagi merasa bodoh.

Dan sekarang aku sudah menerima semuanya.

Menerima.

Tanpa aku ingin tahu semua alasan di baliknya. Tanpa aku ingin tahu bagaimana bisa terjadinya. Tanpa aku ingin tahu apa yang terjadi sebelum dan sesudahnya.

Satu hal lagi yang aku pahami adalah:

Mungkin, Allah menjaga ketidak-sepaham-anku, agar pemahaman baik itu tidak terkontaminasi.

Biarlah aku sampai nanti, tetap tidak bisa memahami. Biarlah aku sampai nanti tetap seperti itu.

Jika kamu dan kamu membaca ini, membaca postingan ini. Ketahuilah, bahwa manusia akan menuai apa yang ditanamnya.

0 komentar:

Posting Komentar