Sabtu, 05 Desember 2015

Book Review: PINDAH

0

pict taken from goodreads.com

Ada sejarah lucu tentang buku ini, buku kumpulan cerita pendek, judul bukunya "PINDAH", dengan tagline "ada indah di setiap pindah". Mungkin dari sini bisa ketebak arahnya mau kemana. Hahaha.

Jadi, pertama kali aku berjumpa dengan buku ini adalah tahun 2013, di salah satu toko buku favorit dekat kampus yang lumayan sering aku kunjungi. Saat itu aku sedang dalam masa move on, hahaha, jadi, begitu lihat sampulnya, wah langsung berasa jatuh cinta, berasa kalau buku ini bakal "aku banget nih". Tapi, waktu itu, berhubung anggaran terbatas, aku urung beli, dan malah beli komik detektif conan, yang memang rajin banget aku ikuti.

Waktu berjalan, tahun 2014 di Jakarta, aku ketemu buku ini lagi pas lagi ke tokobuku dekat kosan. Udah mau beli banget sih waktu itu, tapi sayangnya kuurungkan lagi. Apa pasal? Saat itu aku masih dalam masa prihatin, baru digaji di bawah satu juta perbulan, jadi kudu selektif banget, kalau nggak butuh-butuh banget ya nggak beli. Jadilah, sekali lagi lolos tuh buku, nggak jadi kebeli.

Sampai sekitar dua bulan yang lalu, aku akhirnya bener-bener beli buku ini lewat toko buku online, hehehe. Akhirnya, rasa penasaranku bisa terhapuskan juga! :D

Kesan pertama waktu aku buka plastik pembungkus buku ini adalah, buku ini unik banget! Sampul bukunya berbentuk bukaan kardus, gitu. Terus di dalamnya ada semacam gift berbentuk jaring-jaring kubus/kotak kardus yang beneran bisa dirangkai jadi kotak kardus kecil. Kesan pindah-annya kuat banget.. :)

Seperti yang aku bayangkan sebelumnya, buku ini memang berisi kumpulan cerpen yang tema besarnya adalah perihal move on. Ada 11 cerita pendek yang dikisahkan oleh 8 orang penulis. Ke-sebelas-sebelasnya sama-sama punya sisi manis, sisi nyesek, sisi sedih, dan beberapa sisi lain yang umumnya kita rasakan kalau harus move on, harus pergi dari sesuatu yang awalnya tiada, lalu ada, dan akhirnya menjadi kembali pada ketiadaannya.

Kalau kamu lagi mau move on, aku bisa bilang bahwa buku ini lumayan tepat untuk dibaca. Kemungkinannya ada dua sih, bakal bikin nangis bombay karena ingat kisah diri sendiri, atau malah menemukan semacam pencerahan tentang bagaimana melaksanakan dan menjalani proses move on itu sendiri.

Perkara pindah itu memang tidak pernah mudah, tapi juga tidak sepenuhnya sulit. Menjalani kepindahan itu memang tidak pernah sederhana, tapi juga tidak sepenuhnya rumit. Semua itu pilihan, antara ya dan tidak, antara berhenti dan berjalan, antara menetap saja dan pergi jauh melesat. Dan kita manusia, adalah kuncinya. Waktu hanya membantu.

Jadi, sudah siap mengemasi masa lalumu dalam kotak kardus? Selamat pindah.. :)

0 komentar:

Posting Komentar