Minggu, 06 Desember 2015

Cerita dari Indonesian Reader Festival 2015

0

Siang ini, hari Minggu yang sudah ditunggu-tunggu sejak sekitar satu bulan yang lalu. Sejak seorang teman ngeshare ada Festival Pembaca Indonesia, yang salah banyak acaranya adalah berbagai jenis workshop terkait dunia tulis menulis. Singkat cerita, saya daftar, dan terpilih ikut Workshop Penulisan Cerita Pendek. Exciting!

Sesuai jadwal, workshop dimulai jam 1 siang. Tersebutlah nama Ninda Daianti sebagai pengajar workshop ini. Siapakah NInda Daianti? Miss Ninda adalah seorang penggiat dunia literasi, khususnya di bidang creative writing atau penulisan fiksi. Salut banget, karena dia benar-benar mendalami sesuatu yang dia suka, serius menggelutinya. Pendidikan S1 dan S2 nya ditempuh di luar negeri semua, karena di dalam negeri masih belum umum ditemukan major consentration di bidang creative writing. Selengkanya tentang Miss Ninda bisa dilihat di sini.

Setelah perkenalan singkat, workshop dibuka dengan 6 elemen dasar dari cerita pendek:


Selanjutnya, penjelasan-penjelasan penting dibawakan dengan apik oleh pengajar kita yang satu ini. Nggak ngebosenin, langsung nancep di otak. Salah satu hal yang saya suka dari workshop tadi adalah, workshop yang benar-benar workshop karena ada writing exercise-nya. Beberapa workshop kadang cuma judulnya aja yang workshop, tapi nyatanya malah kayak seminar, dimana kita peserta hanya jadi sosok pasif yang mendengarkan narasumber. Kalaupun ada interaksi paling ya tanya jawab. Tapi yang tadi siang saya ikuti tuh beneran workshop, interaktif, dan langsung praktek. Walaupun karena keterbatasan waktu, jadi nggak semua exercise bisa dipraktekkan. But overall, this workshop was very very very helpful to understand every single thing that important in fictional writing.. Thanks, Miss! :)

Oh iya, rasanya juga senang sekali ketika dia bilang kalau dia sudah membaca sinopsis-sinopsis cerpen yang disubmit peserta workshop. Awalnya kukira sinopsis itu cuma formalitas belaka, tapi ternyata enggak. Itu sungguhan salah satu dari proses seleksi untuk ikutan di workshop ini. Such an honour for me :D

Baiklah, biar postingan ini nggak sekedar jadi postingan diary, berikut sedikit yang bisa saya share terkait workshop dasar-dasar penulisan cerita pendek tadi siang:

1. Characterization
- karakter harus unik
- karakter harus punya keinginan, apa yang dia kejar dalam cerita yang kita buat
- appearence karakter akan membantu pembaca untuk "melihat" karakter itu, jadi deskripsi karakter itu penting

2. Point of View
- secara garis besar ada 3 jenis; first person, second person, dan third person
- hindari yang namanya shifting perspective/mengganti point of view, jadi harus konsisten mau pakai point of view yang mana
- kalau mau menunjukkan internal struggle, lebih mantap pakai PoV first person

3. Plot
- answer these three questions: What? How? Why?
- Plot diagram's consist of:
   *) exposition: perkenalkan karaktermu
   *) Inciting incident: perkenalkan konflik, biasanya hanya 1 atau 2 kalimat
   *) Rising action: event-event menuju klimaks, isu-isu yang harus dihadapi para karakter
   *) Klimaks: puncaknya, make it so dramatic
   *) Falling action: menuju ke konklusi, alurnya sudah turun kembali
   *) Resolution: bagian ending

4. Setting
- setting penting, karena akan mempengaruhi action-action yang dilakukan karakter
- setting ikut membangun mood
- pilih setting, mau real atau fiksi murni/fantasi. Kalau pilih real, jangan malas research!
- describing setting: use 5 senses (see, smell, taste, hear, tekstur)

5. Writing Style and Voice
- akan terdevelop dengan sendirinya ketika kita menulis
- bisa berubah seiring berjalannya waktu karena ada pengaruh lingkungan eksternal
- banyak baca, supaya makin ngerti style yang sesuai sama kita itu yang kayak gimana

6. Theme
- tema akan terdevelop dengan sendirinya ketika keseluruhan tulisan kita sudah selesai
- kalau tema ditentukan di awal, nantinya cerita akan terkesan maksa, padahal penting juga membiarkan tulisan kita berkembang, mengikuti alurnya sendiri

Beberapa hal yang kadang terlupa atau nggak kita ketahui tentang cerita pendek:
  • Sampai batasan 20.000 kata, itu masih termasuk cerita pendek
  • Make it simple, jangan terlalu banyak isu yang diangkat dalam satu cerita
  • A short story can waste no words ; jangan bertele-tele
  • Setting itu penting sekali, tanpa setting, cerita kita hanya akan melayang-layang di udara
  • Give your readers as much information as soon as possible, karena cerita pendek itu ritmenya cepat


Masih ada beberapa hal lagi sebenarnya, tapi saya menanti email modulnya dulu dari Miss Ninda. Kalau emailnya sudah datang, Insya Allah segera saya share lagi ilmu menulisnya., hehe.

Selamat menulis! :)

0 komentar:

Posting Komentar