Tampilkan postingan dengan label YISC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YISC. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Agustus 2017

YISC: SII Bab Puasa

0

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Oleh: Ustadz Abdul Muis

1. Ibadah dibagi menjadi 4:
A. Ibadah badaniyah (jasmani): sholat, puasa
B. Ibadah maaliyah (harta): shodaqoh, zakat, wakaf, dll
C. Qouliyah (lisan): dzikir, membaca Al-Quran
D. Gabungan antara ketiganya: umrah, haji

2. Puasa Sunnah dibagi menjadi 4, yaitu puasa sunnah harian, puasa sunnah mingguan, puasa sunnah bulanan, dan puasa sunnah tahunan.

3. Puasa sunnah harian adalah Puasa Daud. Tata caranya adalah puasa selang-seling, sehari puasa, sehari tidak. Terdapat hadist yang menyatakan bahwa puasa Daud adalah puasa sunnah yang paling dicintai Allah.

4. Puasa sunnah mingguan yakni puasa senin-kamis.

5. Puasa sunnah bulanan yaitu puasa Ayyamul Bidh, dilaksanakan setiap tanggal 13,14,dan 15 bulan qomariyah. Keutamaan puasa ini adalah sama dengan berpuasa sepanjang tahun.

6. Puasa sunnah tahunan ada 5, yaitu:
A. Puasa Arofah: dilaksanakan pd tgl 9 Dzulhijjah. Keutamaannya adalah dapat menghapus dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang.
B. Puasa Syawal: dilaksanakan 6 hari di bulan syawal. Keutamaannya adalah mendapat ganjaran seperti berpuasa selama setahun.
C. Puasa Asyura: dilaksanakan pd tgl 10 Muharram. Keutamaannya adalah menghapus dosa tahun yang lalu.
D. Puasa di bulan Sya'ban. Sangat dianjurkan, karena Rasulullah paling banyak berpuasa di bulan sya'ban.
E. Puasa pd bulan2 haram, yaitu bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

6. Puasa yang hukumnya wajib, puasa Ramadhan, puasa krna nadzar, dan puasa kafarat.

7. Puasa sunnah, bisa menjadi wajib karena suatu sebab. Misalnya, kita nadzar akan puasa senin-kamis kalau lulus ujian. Maka, ketika benar lulus ujian, puasa senin-kamis yg tadinya adalah puasa sunnah, hukumnya menjadi wajib karena kita telah ber-nadzar.

8. Beberapa hikmah puasa:
A. Mendidik sabar dan disiplin
B. Mensucikan jiwa (Tazkiyatun Nafs)
C. Mengendalikan hawa nafsu
D. Melatih jujur
E. Menajamkan simpati dan empati

Wallahu'alam bishshowwab

YISC: SII Bab Zakat

0

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Oleh Ust. Syafrizal

1. Makna zakat
a. Suci & bersih: dengan berzakat berarti mensucikan/membersihkan harta
b. Berkembang & tumbuh: dengan zakat, harta bukan berkurang, tapi berkembang
c. Berkah: zakat membuat harta kita semakin berkah (berkah = membawa kebaikan, ketenangan)
d. Baik: memperoleh kebaikan dari zakat/berzakat

2. Lafadz az-zakah (zakat) dalam Al-Quran diulang sebanyak 30x, dimana 27x diantaranya disandingkan dengan kewajiban sholat. Salah satu maknanya adalah keseimbangan habluminallah dan habluminannaas. Apabila sholat hanya antara manusia dengan Allah, zakat menekankan manfaatnya untuk umat/sesama manusia.

3. Urgensi zakat
A. Segi agama (diniyah)
- Menjalankan rukun Islam
- Sarana utk taqarrub (mendekatkan diri) pada Allah
- Sarana utk mendapatkan pahala
- Sarana penghapus dosa

B. Segi akhlak (khuluqiyah)
- Menanamkan rasa emoati, belas kasih, dan lembut hati
- Penyucian akhlak

C. Segi sosial (ijtimaiyyah)
- Membantu fakir miskin
- Mengurangi kecemburuan sosial
- Memacu pertumbuhan ekonomi
- Memperluas kemanfaatan harta

4. Macam-macam zakat
A. Zakat Fitrah: zakat sekali setahun dikeluarkan ketika Ramadhan. Jumlahnya satu sha' per jiwa (setara 2,5 kg beras).

B. Zakat Maal:
- QS At-Taubah 34-35
- Nishab senilai 20 gr emas/perak 200 dirham, dikeluarkan sebesar 2,5%, Haul satu tahun

C. Zakat Ziro'ah (pertanian/hasil bumi)
- QS Al-An'am 141
- QS Al-Baqarah 267

D. Zakat Ma'adin (barang galian)
- Ada yg berpendapat bahwa ini zakat utk segala yang dikeluarkan dari bumi (tambang)
- Ada pula yang berpendapat bahwa bumi merupakan darat dan laut, jadi bukan hanya barang tambang.

E. Zakat Rikaz (harta temuan)
Tidak ada nishab dan haul, besarnya 20%.

F. Zakat binatang ternak
- Nishab setiap 40 ekor unta, maka zakat sebanyak 1 ekor unta
- Ctt: binatang ternak yg diambil manfaatnya

G. Zakat Tijaroh (zakat perdagangan)
Diambil dari modal (harga beli), dihitung dari barang yang terjual (2,5%)

H. Zakat Profesi
- QS Al-Baqarah: 267
- Macamnya:
1) hasil investasi/ investasi utk mendapat keuntungan (al-mustaghallat): misal sewa kontrakan, kos, jasa angkutan, dll
*nishab senilai 85 gr emas setahun, tdk ada haul, kadarnya/jumlahnya sebesar 10%
2) gaji/pendapatan (al-'athoyat)
*nishab senilai 85 gr emas setahun, tdk ada haul, kadarnya/jumlahnya 2,5%
[cara hitung, misal 1 gr emas 500rb, maka 85 gr adlh 42.500.000 setahun. Kita terima gaji bulanan, maka dibagi 42.500.000/12= 3,5 jutaan. Maka apabila gaji kita sebulan >= 3,5 jt, dizakatkan 2,5%)

5. 8 asnaf yg berhak menerima zakat
- QS At-Taubah: 61
A. Fakir
B. Miskin
C. Amil
D. Muallaf
E. Riqob (hamba sahaya)
F. Ghorim (org yg berhutang dan tdk mampu membayar)
G. Fi Sabilillah (org yg berjihad di jalan Allah)
H. Ibnu Sabil (org yg sedang dlm perjalanan)

Wallahu'alam bishshowwab

YISC: SII Bab Ma'rifatul Qur'an

0

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Oleh: Ust. Fajri E.

1. Al-Qur'an adalah Kalamullah (perkataan Allah), oleh karenanya Al-Qur'an merupakan:
A. Kitab yang Mubarak (diberkahi): QS. Al-An'am: 92

B. Menuntun ke jalan yang lurus: QS. Al-Isra': 9

C. Tidak ada sedikitpun kebatilan di dalamnya: QS. Fushshilat: 42

2. Kewajiban Muslim terhadap Al-Qur'an adalah sbb:
A. Tasdiq (mengimani dengan tidak memungkiri satu ayat pun) / QS. Al-Maidah: 83

B. Tilawah (membaca dgn baik dan benar) / QS. Al-Baqarah: 121

C. Tadabbur (memahami, menghayati) / QS. An-Nisa: 82

D. Tahfidz (menghafalkan) / "Rasulullah Salallahu alaihi wasallam mengatakan barang siapa yang didalam rongga tubuhnya tidak ada sedikitpun Al-Qur'an, tak ubahnya bagai rumah yg bobrok" (HR. At-Tirmidzi)

E. Tatbiq (mengamalkan, menerapkan) / QS. Al-Juma'ah: 5

F. Tabligh (mendakwahkan, mensyiarkan) / QS. An-Naml: 92

3. Keutamaan membaca Al-Qur'an
A. Membaca Al-Qur'an adalah sebaik-baik amal perbuatan
B. Al-Qur'an akan menjadi syafi' (penolong) di hari kiamat
C. Beserta para malaikat yang mulia di hari kiamat
D. Penyebab terangkatnya derajat suatu kaum
E. Turunnya rahmah dan sakinah
F. Memperoleh pahala berlipat ganda
G. Menjaga hati
H. Mendapatkan derajat tingkatan surga

4. Bahaya melupakan Al-Qur'an
A. Kesesatan yang nyata / QS. An-Nisa': 60 dan 115

B. Sempit dada / QS. Al-An'am: 125

C. Kehidupan serba sulit / QS. Taha: 124

D. Buta hati / QS. Al-Hajj: 46

E. Hati menjadi keras / QS. Al-Hadid: 16

F. Lupa diri / QS. Al-Hasyr: 19

5. Kiat utk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an:
A. Banyak beribadah, khususnya sholat
B. Memperbanyak tilawah
C. Bergaul dengan orang2 yg mencintai Al-Qur'an

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari)

Wallahu'alam bishshowwab

YISC : SII Bab Tauhiid Ma'rifatullah

0

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Oleh Ustadz Ilyas

1. Pentingnya Syahadatain
A. Pintu gerbang masuk ke dalam Islam (Makhdholu ilal Islam)
B. Intisari ajaran Islam (Khulashah ta'aliimil islam) | QS Al-An'am: 42
C. Dasar-dasar perubahan (Asasul Inqilaab)
D. Hakikat dakwah para Rasul (Haqiqatul Da'watir Rasul)

2. Makna Asyhadu
A. Ikrar | QS. Al-A'raf: 172
B. Sumpah | QS. Al-Munafiqun: 1-2
C. Janji | QS. Al-Baqarah: 285

3. Tauhid berasal dari kata a-ha-da yang berarti satu
Menurut bahasa, tauhid adalah menunggalkan, mengesakan
Menurut istilah, tauhid adalah mengesakan Allah, baik dari segi zat, nama, maupun sifat.

4. Tauhid ada 3, yaitu:
A. Tauhidul Rububiyah
Bahwa Allah adalah Sang Pencipta langit dan bumi, setiap makhluk, dan Penguasa alam semesta.

B. Tauhidul Mulkiyah
Bahwa Allah satu-satunya raja yang Menguasai alam semesta, maka Allah lah Pemimpin, Penguasa yang Menentukan (hakim), dan yang menjadi tujuan (shayah).

C. Tauhidul Uluhiyah
Bahwa Allah satu-satunya yang disembah dengan penuh kecintaan dan pengagungan.
Pengesaan Allah dalam peribadatan, kepatuhan, dan ketaatan secara mutlak (Dr. Yusuf Al-Qordowi)

"Kitab Al-Qur'an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa" - QS. Al-Baqarah: 2

Wallahu'alam bishshowwab

Rabu, 10 Mei 2017

Selalu Ada yang Pertama: Rihlah Bolangs

0

Berawal dari wacana rihlah Bolang yang belum terlaksana, akhirnya tanggal 29-30 April lalu, direalisasikan juga rencana rihlahnya. Walaupun satu per satu peserta berguguran mendekati hari H dikarenakan berbagai halang rintang, kami tetap berangkats dengan lima orang personil saja, yaitu aku, Ria, mas Yogi, Iman, dan Rusdi.

Destinasi rihlah kali ini adalah Taman Nasional Gede-Pangrango (TNGP). Nggak, bukan mau mendaki gunung, sih. Kami mau kemping ceria di bumi perkemahan Mandalawangi, baru besoknya trekking syantik ke Air Terjun Cibeureum. Jadi gini, di TNGP tuh kayak semacam komplek wisata alam gitu. Di sana ada beberapa tempat wisata, diantaranya ada Kebun Raya Cibodas, Air Terjun Cibeureum, bumi perkemahan Mandalawangi, Gunung Gede, Gunung Pangrango, dan lain-lain.

Perjalanan dimulai di hari Sabtu pagi. Blok M dipilih menjadi meeting point rihlah kali ini. Sekitar pukul 07.30, mobil rombongan Bolangs berangkat menuju Cibodas. Bismillaah.. :D

Perjalanan lancar diselingi lalin padat beberapa kali (aih, dah kayak info lalin aja ini kalimatnya). Oh iya, sedari sebelum berangkat, mas Yogi sudah nyusun apa yang bakal jadi menu makanan selama kemping. Ada bala-bala alias bakwan sayur, martabak mie, roti maryam, dan sop. Ah iya, chicken gordon bleu juga :p. Banyak hal yang kami obrolin di mobil, salah satunya ya soal makanan. Seakan semesta mendukung, pas kami lagi ngomongin untuk bakar-bakar ubi, ada satu mobil pick-up bermuatan ubi melintas di sebelah mobil. Tinggal buka jendela, julurin tangan, hap! Hehehehe, nggak ding, bercanda aja.. :D

Alhamdulillah, jalur menuju Puncak pas banget lagi buka. Kalau pas tutup, mungkin bakal terhambat perjalanan kami ke tempat tujuan rihlah. Memasuki kabupaten Bogor, udara mulai segar. Mendung beberapa kali nampak, sempat bikin was-was. Kemping di kala hujan tetep asik sih, tapi nanti nggak bisa melihat langit yang dipenuhi kerlip bintang kayak diharap-harapkan Ria :p Mobil kami mampir dulu ke minimarket untuk beli tepung, minyak, keju, mie, dan beberapa cemilan. Di luar minimarket, ada bapak-bapak jualan pisang. Langsunglah para ikhwan beli pisang 3 sisir, wkwkwk. Aku sama Ria shock lihatnya, tapi mereka yakin kalau pisangnya bakal habis sampai besok. Baiklah :p

Sekitar jam 12 siang, kami sampai di kawasan TNGP. Setelah cari tempat parkir mobil, kami ke mushola untuk melaksanakan sholat Dhuhur. Selesai sholat, kami memutuskan untuk berkeliling dulu, dan Kebun Raya Cibodas yang jadi tujuan pertama. Kamipun jalan menuju loket masuk Kebun Raya, sambil nanya-nanya, kalau keliling Kebun dengan jalan kaki apakah memungkinkan. Dan ternyataaaaa.. Kebunnya luas bingiiits, hahaha, jadilah kami balik lagi ke parkiran untuk ambil mobil, keliling kebunnya naik mobil aja. Tapi sebelumnya, kami beli nasi bungkus dulu. Ceritanya, kami mau makan siang ala-ala gitu nanti di Kebun Raya.

Belum jauh mobil kami memasuki Kebun Raya, si Iman yang duduk di depan udah disapa aja sama mas-mas yang melintas di sebelah mobil, wkwkwkwk. Sabar ya, Man.

Setelah melihat-lihat sekitar, kamipun parkir di salah satu sisi Kebun Raya. Kami turun dari mobil dan mencari spot yang asyik untuk memulai piknik.

Flysheet digelar, posisi kami pewe banget lah. Sekeliling nggak begitu ramai orang, di kejauhan nampak pemandangan khas dataran tinggi. Pepohonan dan tanaman hijau di sana-sini, sejuk banget dipandang.


piknik makan siang ala-ala :D


Sembari makan siang, kami sekalian menobatkan Rusdi jadi Korlang alias Koordinator Bolang. Nggakpapa walau Rusdi nggak jadi Kortan, kamu selalu di hati para Bolangs :D

Lagi asyik-asyiknya kami makan dan ngobrol-ngobrol, tiba-tiba ada anak kecil cowok yang nyamperin tempat kami piknik. Bingung lah kami. Tapi itu bocah kok mandangin si Iman. Tapi nggak lama, anak kecil tadi pergi lagi. Setelah melihat ke sekitar, tahulah kami kalau ternyata abinya anak kecil tadi mirip banget sama Iman.. huahahaha, sama-sama pakai baju hitam pulak.. :p

green everywhere <3

Selesai makan, kami jalan ke sisi yang lain. Ada danau dan air mancur di tengah taman, ada juga jalur bebatuan dengan aliran air di tepinya, air terjun buatan pun ada. Instagramable banget lah ini Kebun Raya Cibodas :D

jalan bebatuan :D
melangkah ke depan
Instagramable :p

Sekitar jam setengah 4 sore, kamipun turun kembali menuju tempat parkir mobil yang pas banget di seberang pintu masuk bumi perkemahan Mandalawangi. Sebelumnya, kami sewa kompor dan nyari gas kalengan dulu, karena kami cuma bawa 1 kompor aja. Nggak lupa , kami juga beli sayuran, beras, teh celup, dan beberapa hal lain yang kami butuhkan.

Sebelum masuk bumi perkemahan (buper), kami mau pencitraan dulu lah, pura-puranya kemping seriusan, wkwkwk.

kemping ceria :D
pencitraan :p
Memasuki buper, aku shock. Gimanalah area kemping kok ya ada kabel-kabel terjulur kemana-mana untuk suplai listrik. Belum selesai sampai situ, ternyata di dalam buper juga ada warung-warung, toilet umum, dan lain sebagainya. Wahahaha. Ini mah bener-bener kemping ceriaaa :D

Buper ramai banget, banyak yang ngadain event di sana. Mungkin karena liburan juga, ya. Setelah mencari beberapa lama, akhirnya kami nemu juga area yang enak untuk mendirikan tenda. Siapakah yang mendirikan tenda? Tentu para ikhwan, aku dan Ria membantu.............. dengan doa :D

Cuaca mendung, beberapa kali gerimis. Hawa mulai agak dingin. Ini yang aku suka di dataran tinggi, hawa dinginnya.. :)

Setelah tenda terpasang, aku iseng-iseng mau cek dalemnya. Eh ternyata retsleting tendanya nggak bisa dibuka! Nah lho.. Usut punya usut, ternyata retsletingnya agak karatan karena abis kena air laut pas mas Yogi kemping di pinggir pantai. Tapi Alhamdulillah, setelah berbagai upaya dilakukan (pakai minyak goreng untuk pelumas retsleting, narik-narik retsleting), akhirnya retsleting tenda berhasil juga dibuka. Horaaayy! Yang paling bersyukur sih para ikhwan, karena nggak jadi bobok di hammock, wkwkwk :p

Tenda dan flysheet terpasang, barang bawaan sudah aman di dalam tenda, maka saatnya mengeluarkan semua perbekalan. Dan, perbekalan kami udah kayak orang mau kemping seminggu!

logistik kemping seminggu
Tanpa membuang waktu, kami langsung motong-motongin sayuran. Ada wortel, sawi, daun bawang, cabe. Semua kami beli di pasar yang ada di TNGP. Pasarnya lengkaaapp, dan muraaaaahhh banget. Hanya dengan 13 ribu rupiah, bisa dapat satu ikat wortel yang isinya entah berapa batang saking banyaknya, seikat daun bawang, pokoknya udah kayak abis panen dari kebun sendiri deh :D

Hari semakin gelap, waktunya sholat maghrib. Kami bagi tugas. Mas Yogi dan Rusdi sholat duluan. Sementara Iman jagain aku dan Ria yang lagi masak buat makan malem. Masak bala-bala tentunya, wkwkwk. Di sinilah kegalauan dimulai.

Ria: Ini dipakai berapa banyak ya, tepungnya?
Aku: Udah, abisin aja sih, sebungkus. Kan kita beli tepungnya dua bungkus tadi.
Iman: Ih jangan, kebanyakan kalau sebungkus.
Aku: Yaudah, 3/4 bungkus dah.
Ria: (tuang tepung ke sayuran, lalu tuang air, dan aduk-aduk)
Ria: Kebanyakan nih airnya, keenceran. Tambahin aja lah ya tepungnya.

Dan endingnya, habis juga itu tepung dua bungkus gara-gara nuang airnya kebanyakan, hahahaha :p

Malam itu kami makan besar. Makan malam di bawah langit berbintang. Alhamdulillah, cuacanya cerah :)

bapak-bapak lagi masak :D
makan besar: nasi, mie rebus, nugget, bala-bala, kerupuk, dan pisang
makan malam beratapkan bintang (bintangnya nggak keliatan, haha)
Setelah makan malam, kamipun ngemil bala-bala yang masih tersisa. Sembari ngemil, kami main sambung kata, hukumannya pakai tisu. Gimana tuh main sambung kata? Susah dijelaskan dengan kata-kata, mending langsung main aja :p

yanasiib.. T.T
Bosan main sambung kata, kami bikin sesi K3DB live. Rasanya amazing banget kehidupan dikorek-korek, curhat di bawah langit malam yang diterangi cahaya bulan. Botol sambalnya Ria yang jadi saksi cerita hidup kita berlima di Cibodas kala itu. What's in Cibodas stay in Cibodas :p

Jam 1 malam, sesi K3DB berakhir, kami udah ngantuk banget. Sampai jumpa besok pagi :)

Pagi menjelang, hawa dingin menyergap. Sayup-sayup terdengar suara ribut. Ternyata Ria yang pilek-pilek sejak semalam, hahahaha. Alergi dingin ternyata diaaa, jadi di luar tenda kami berdua, sudah berjajar tisu-tisu yang menemani Ria semalaman. Ciyan Ria :p

Rencananya, kami akan trekking ke Cibeureum agak siang. Jadi, pagi ini agendanya santai-santai, makan pagi alias sarapan, baru deh beres-beres. Setelah semua barang beres di mobil, baru nanti kami naik menuju air terjun Cibeureum.

Pagi itu tim bala-bala dapat jatah nyantai duluan. Para ikhwan giliran masak dulu. Mas Yogi masak martabak mie, roti maryam. Iman dan Rusdi bikin teh dan masak sop. Sopnya isinya apa? Sudah tentu wortel dan sawi sisa bala-bala semalam, hehehe.

roti maryam, yummy :9
bala-bala, adonan semalam ditambahin sayur lagi
sop, isinya wortel, sawi, cabe, sosis, dan royco :p
uwuwuwu, masak berdua :3
Sementara itu, aku dan Ria bersantai-santai, sunbath-ing dan berayun-ayun di hammock :D

like a boss :p
enak ya Ria?
Pas ketika semua masakan sudah matang dan terhidang siap disantap. Datanglah seorang anak manusia yang nyusulin ke tenda kami. Siapakah dia???

Hapis!
pas banget dateng pas mau sarapan -__-


Setelah makan, main sambung kata, dan ngobrolin ini itu, kamipun beres-beres tenda, dan tak lupa berfoto bersama.. :D
foto dulu sebelum diberesin
foto dulu sebelum diberesin (1)
bye buper :)


Sekitar jam 11an, kami siap trekking ringan menuju air terjun. Cemilan dipilah-pilih mana yang mau dibawa, air minum juga. Checking pula siapa yang udah bawa jas hujan, siapa yang belum. Mas Yogi beli beberapa jas hujan sesuai keperluan. Kecuali si Iman, dia katanya mau sekalian mandi aja kalau kehujanan.. :p

Iman didapuk sebagai minimarket berjalan :D
Track pendakian sungguh mengasyikkan, wkwkwk. Lumayan menanjak di awal-awal, tapi untungnya track-nya kayak sudah dibentuk jadi undak-undakan bebatuan gitu, jadi nggak susah. Bener-bener track wisata banget. Walaupun gitu, aku yang udah lama nggak lari, lumayan berasa pegel juga, hahaha.

Di samping kiri-kanan track, pengunjung akan dinaungi pepohonan dan berbagai macam tanaman. Nyaman banget, dan fresh banget udaranya. Makanya suka agak sebel kalau ada orang ngerokok di tempat kayak gini. Kan pengen hirup napas dalam-dalam, eh yang kehirup malah asap rokok. Zonk banget -_____-

Sekitar satu jam perjalanan, hujan turun menemani langkah kami. Jas hujan pada dipakai, kecuali Iman si Satria Baja Hitam :p

go go power ranger!
bersama satria baja hitam :D


foto dulu di jembatan :D
Jam menunjukkan pukul 13.30 ketika kami akhirnya sampai di air terjun Cibeureum.. Yeaay!

Air terjun Cibeureum 
Air terjun Cibeureum (1)
Setelah sholat di mushola, dan minum minuman hangat yang dijual di sana, kami nyari tempat duduk yang pewe. Hujan masih turun, jadi kami memutuskan untuk ngiyup dulu. Dingin banget hawanya, sampai kami bisa mengeluarkan asap ketika bicara :D

<3
adem ya, rus?


adem ya, pis?
Para ikhwan pada menggigil di sini, wwkwkwk. Demi menghangatkan badan, kami jalan sedikit ke sisi kanan air terjun, katanya ada curug lagi. Jalanlah kami ke sana... Dan inilah yang kami temukan...

beauty :)
flower :)

flower (1)
ngapain sih, ul?
bukan kaki aku
Curug yang nggak seberapa besar, tapi indah. Sekelilingnya banyak bunga, airnya jernih, bebatuan di dasar curugnya warna-warni.. <3


happy :D
jump!
happy!
si lebay baju hitam :p
Jam setengah 4 sore, kami ucapkan sampai jumpa ke air terjun Cibeureum :)

Perjalanan turun memang lebih singkat daripada waktu naik. Sekitar jam 5 sore, kami sudah sampai bawah. Setelah sholat ashar, kami berjalan kembali menuju ke parkir mobil. Sebelumnya, nggak lupa kami menghidupkan perekonomian lokal dengan cara beli suvenir. Aku as usual beli gantungan kunci. Iman dan Rusdi, di luar dugaan, beli kaktus! Soooo unyu :3

Sesampainya di mobil, kami rapikan semua bawaan. Ikhwan pada mandi, aku dan Ria jaga mobil. Adzan magrib berkumandang, kami sholat sebelum pulang.

Perut yang keroncongan memaksa kami untuk singgah makan sejenak di bakso solo. Nikmatnya makan anget-anget di tengah udara dingin. Saking laparnya, kami lupa pesan minum. Hahahah

Puas makan, kamipun bersiap pulang. Hapis pulang sendiri naik motor. Sementara kami berlima pulang naik mobil. Perjalanan nyampai Jakarta membutuhkan waktu kurang lebih selama 4 jam, plus waktu istirahat alias bobok sebentar :D

Sepanjang jalan kami main sambung kata, sampai ngantuk-ngantuk, sampai eror. Demi nemenin mas Yogi biar tetap fokus nyetirnya. Makasi mas Yogi :D

Senin dini hari, kami telah sampai di tempat tinggal masing-masing. Alhamdulillah, Rihlah Bolangs yang pertama berjalan lancar.. :)

-----------------------------------------------------------------------------------------

Setiap perjalanan pasti membawa hikmah dan pelajaran baru. Di setiap perjalanan, akan ada lagi orang-orang baru yang kepadanya kamu bisa meletakkan rasa percaya dengan nyaman.. :)

Aku jadi tahu jawaban paling tepat ketika ada yang bertanya kenapa aku suka travelling.

Sebab travelling adalah salah satu cara untuk bersyukur.

Mensyukuri nikmat rezeki yang Allah beri.

Mensyukuri orang-orang baik hati yang Allah kirim.

Mensyukuri indah alam raya yang Allah cipta.

Mensyukuri momen, rasa, dan pelajaran yang Allah sisipkan dalam setiap perjalanan.

-----------------------------------------------------------------------------------------

Sisi terbaik dari perjalanan kali ini adalah teman seperjalanan yang senantiasa saling mengingatkan waktu sholat. Alhamdulillaah :)

Jazakumullah khair untuk:
Mas Yogi yang udah setia nyetirin pulang-pergi
Ria yang jadi bu bendahara trip
Iman yang kasih suggest soal tepung di malam itu
Rusdi yang telah sah dilantik jadi koordinator Bolangs

Terima kasih untuk sharing session yang "mengesankan", wkwkwk. 
------------------------------------------------------------------------------------------

Pulang travelling, adalah pulang dengan rasa syukur yang membuncah, rasa syukur yang baru, rasa bahwa Allah amat menyayangi diri kita :)

Sampai jumpa di Rihlah selanjutnya... Insya Allah :)





Khafidz, Ria, Aku, mas Yogi, Rusdi, Iman