Minggu, 08 April 2018
Kamis, 14 Desember 2017
Kajian Tauhiid: K.H Abdullah Gymnastiar dan Ustadz Abdul Wahab
Kajian Tauhiid 12 November 2017
oleh: K.H. Abdullah Gymnastiar dan Ustadz Abdul Wahab
1. Ada 3 ilmu yang harus dipelajari dan diamalkan dalam Islam, yaitu Aqidah, Syari'at, dan Akhlaq.
2. Aqidah adalah pegangan hidup. Syari'at adalah jalan hidup. Akhlaq adalah perilaku hidup.
3. Aqidah
- pelajari dan dalami rukun Iman.
- sudahkah mengenal Allah? tidak akan bisa cinta jika tidak mengenal Allah terlebih dahulu. kenali sifat-sifatNya.
- kenali diri sendiri dgn cara mengenali 5 potensi manusia, yakni akal, nafsu, hati, fisik, dan ruh.
4. Syari'at
Ada 5 tujuan syari'at Islam (Daruriyatul Khams), yaitu:
- Memelihara agama
- Memelihara jiwa
- Memelihara keturunan
- Memelihara harta dan akal
- Memelihara lingkungan
5. QS Al-Hujurat ayat 10
- Bahwa sesama mukmin adalah saudara, tanamkan itu agar hati kita menjadi lebih lembut kepada sesama.
- Saudara itu ada 2, saudara seiman dan saudara dalam kemanusiaan.
- Apabila ada konflik, ada 3 semangat yang harus dijaga utk bisa menyelesaikannya, yaitu semangat bersaudara, semangat solusi, dan semangat sukses bersama.
6. QS. Al-Hujurat ayat 11
3 larangan Allah:
- jangan mengolok-olok/meremehkan
- jangan mencela
- jangan memanggil dengan panggilan yang buruk
7. QS. Al-Hujurat ayat 12
3 larangan Allah berikutnya:
- jangan berprasangka buruk
- jangan mencari-cari kesalahan orang lain
- jangan menggunjing orang lain/ghibah
8. Apabila datang ke majlis ilmu (apalagi di masjid), jangan lupa diniatkan untuk 3 hal:
- niatkan i'tikaf
- niatkan mencari ilmu
- niatkan silaturahim
Perbanyak dzikir, perbanyak istighfar.
Perbanyaklah sholawat, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ahzab ayat 56
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
Semoga bermanfaat :)
Wallahu'alam bishshowwab
Kajian Tauhiid: K.H Abdullah Gymnastiar dan Buya Yahya
Kajian Tauhiid 10 Desember 2017
Oleh K.H. Abdullah Gymnastiar dan Buya Yahya
1. Jika ada yang menyakiti hati atau berbuat buruk kepada kita, sikapi sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Ali Imran: 134
"(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,"
2. Cara menumbuhkan cinta:
A. Doakan saudara-saudara summat, maupun saudara-saudara dalam kemanusiaan
B. Jangan suka menggunjing
C. Jangan mudah percaya kepada pernyataan-pernyataan kebencian
3. Sikap jika menemui perbedaan, pelajari perbedaan itu. Jangan membicarakan perbedaan apabila belum menguasai ilmunya.
4. Ada 4 hikmah apabila ada orang yang berkata/berbuat buruk kepada kita, yaitu:
A. Syukur (bersyukur karena bukan kita yang berperilaku buruk tersebut)
B. Belajar (belajar agar tidak berperilaku yang sama)
C. Sarana taubat (mungkin kita pernah melakukan perbuatan yg sama di masa lalu, dan itu adalah cara Allah Menegur kita, banyak-banyak taubat dan istighfar)
D. Ladang pahala (akan menjadi pahala bagi kita apabila dapat membalas perlakuan buruk itu dengan kebaikan)
5. Q.S. Al-Hujurat 11-12
Janganlah orang mukmin itu:
A. mengolok-olok
B. meremehkan
C. memanggil dgn sebutan yg buruk
D. berprasangka buruk
E. menggunjing
F. mencari-cari kesalahan orang lain
6. Cara untuk mempererat persaudaraan
A. Banyak berdoa dan mendoakan. Doa sendiri adalah bentuk ibadan dan jalan mengubah takdir.
B. Rajin silaturahim
C. Tebarkan salam, sebab salam adalah doa
D. Perbanyak senyum dan menebar energi positif
7. Berbuat baiklah, tapi jangan diingat-ingat kebaikan diri kita. Jangan mengharap balasan kebaikan dari orang lain.
Firman Allah dalam Q.S. An-Nisa': 79
"Kebajikan apapun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apapun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi."
"Apabila menuntut kesempurnaan, maka tidak akan ada orang yang berdakwah. Dakwah itu tidak harus sempurna, asalkan benar ilmunya dan benar cara menyampaikannya. Jika ada kekurangan, maka tugas kita adalah untuk saling menyempurnakan, bukan mencari kesalahan." - Aa Gym
Wallahu'alam bishshowwab :)
Semoga bermanfaat :)
Rabu, 30 Agustus 2017
YISC: SII Bab Puasa
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Oleh: Ustadz Abdul Muis
1. Ibadah dibagi menjadi 4:
A. Ibadah badaniyah (jasmani): sholat, puasa
B. Ibadah maaliyah (harta): shodaqoh, zakat, wakaf, dll
C. Qouliyah (lisan): dzikir, membaca Al-Quran
D. Gabungan antara ketiganya: umrah, haji
2. Puasa Sunnah dibagi menjadi 4, yaitu puasa sunnah harian, puasa sunnah mingguan, puasa sunnah bulanan, dan puasa sunnah tahunan.
3. Puasa sunnah harian adalah Puasa Daud. Tata caranya adalah puasa selang-seling, sehari puasa, sehari tidak. Terdapat hadist yang menyatakan bahwa puasa Daud adalah puasa sunnah yang paling dicintai Allah.
4. Puasa sunnah mingguan yakni puasa senin-kamis.
5. Puasa sunnah bulanan yaitu puasa Ayyamul Bidh, dilaksanakan setiap tanggal 13,14,dan 15 bulan qomariyah. Keutamaan puasa ini adalah sama dengan berpuasa sepanjang tahun.
6. Puasa sunnah tahunan ada 5, yaitu:
A. Puasa Arofah: dilaksanakan pd tgl 9 Dzulhijjah. Keutamaannya adalah dapat menghapus dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang.
B. Puasa Syawal: dilaksanakan 6 hari di bulan syawal. Keutamaannya adalah mendapat ganjaran seperti berpuasa selama setahun.
C. Puasa Asyura: dilaksanakan pd tgl 10 Muharram. Keutamaannya adalah menghapus dosa tahun yang lalu.
D. Puasa di bulan Sya'ban. Sangat dianjurkan, karena Rasulullah paling banyak berpuasa di bulan sya'ban.
E. Puasa pd bulan2 haram, yaitu bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
6. Puasa yang hukumnya wajib, puasa Ramadhan, puasa krna nadzar, dan puasa kafarat.
7. Puasa sunnah, bisa menjadi wajib karena suatu sebab. Misalnya, kita nadzar akan puasa senin-kamis kalau lulus ujian. Maka, ketika benar lulus ujian, puasa senin-kamis yg tadinya adalah puasa sunnah, hukumnya menjadi wajib karena kita telah ber-nadzar.
8. Beberapa hikmah puasa:
A. Mendidik sabar dan disiplin
B. Mensucikan jiwa (Tazkiyatun Nafs)
C. Mengendalikan hawa nafsu
D. Melatih jujur
E. Menajamkan simpati dan empati
Wallahu'alam bishshowwab
YISC: SII Bab Zakat
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Oleh Ust. Syafrizal
1. Makna zakat
a. Suci & bersih: dengan berzakat berarti mensucikan/membersihkan harta
b. Berkembang & tumbuh: dengan zakat, harta bukan berkurang, tapi berkembang
c. Berkah: zakat membuat harta kita semakin berkah (berkah = membawa kebaikan, ketenangan)
d. Baik: memperoleh kebaikan dari zakat/berzakat
2. Lafadz az-zakah (zakat) dalam Al-Quran diulang sebanyak 30x, dimana 27x diantaranya disandingkan dengan kewajiban sholat. Salah satu maknanya adalah keseimbangan habluminallah dan habluminannaas. Apabila sholat hanya antara manusia dengan Allah, zakat menekankan manfaatnya untuk umat/sesama manusia.
3. Urgensi zakat
A. Segi agama (diniyah)
- Menjalankan rukun Islam
- Sarana utk taqarrub (mendekatkan diri) pada Allah
- Sarana utk mendapatkan pahala
- Sarana penghapus dosa
B. Segi akhlak (khuluqiyah)
- Menanamkan rasa emoati, belas kasih, dan lembut hati
- Penyucian akhlak
C. Segi sosial (ijtimaiyyah)
- Membantu fakir miskin
- Mengurangi kecemburuan sosial
- Memacu pertumbuhan ekonomi
- Memperluas kemanfaatan harta
4. Macam-macam zakat
A. Zakat Fitrah: zakat sekali setahun dikeluarkan ketika Ramadhan. Jumlahnya satu sha' per jiwa (setara 2,5 kg beras).
B. Zakat Maal:
- QS At-Taubah 34-35
- Nishab senilai 20 gr emas/perak 200 dirham, dikeluarkan sebesar 2,5%, Haul satu tahun
C. Zakat Ziro'ah (pertanian/hasil bumi)
- QS Al-An'am 141
- QS Al-Baqarah 267
D. Zakat Ma'adin (barang galian)
- Ada yg berpendapat bahwa ini zakat utk segala yang dikeluarkan dari bumi (tambang)
- Ada pula yang berpendapat bahwa bumi merupakan darat dan laut, jadi bukan hanya barang tambang.
E. Zakat Rikaz (harta temuan)
Tidak ada nishab dan haul, besarnya 20%.
F. Zakat binatang ternak
- Nishab setiap 40 ekor unta, maka zakat sebanyak 1 ekor unta
- Ctt: binatang ternak yg diambil manfaatnya
G. Zakat Tijaroh (zakat perdagangan)
Diambil dari modal (harga beli), dihitung dari barang yang terjual (2,5%)
H. Zakat Profesi
- QS Al-Baqarah: 267
- Macamnya:
1) hasil investasi/ investasi utk mendapat keuntungan (al-mustaghallat): misal sewa kontrakan, kos, jasa angkutan, dll
*nishab senilai 85 gr emas setahun, tdk ada haul, kadarnya/jumlahnya sebesar 10%
2) gaji/pendapatan (al-'athoyat)
*nishab senilai 85 gr emas setahun, tdk ada haul, kadarnya/jumlahnya 2,5%
[cara hitung, misal 1 gr emas 500rb, maka 85 gr adlh 42.500.000 setahun. Kita terima gaji bulanan, maka dibagi 42.500.000/12= 3,5 jutaan. Maka apabila gaji kita sebulan >= 3,5 jt, dizakatkan 2,5%)
5. 8 asnaf yg berhak menerima zakat
- QS At-Taubah: 61
A. Fakir
B. Miskin
C. Amil
D. Muallaf
E. Riqob (hamba sahaya)
F. Ghorim (org yg berhutang dan tdk mampu membayar)
G. Fi Sabilillah (org yg berjihad di jalan Allah)
H. Ibnu Sabil (org yg sedang dlm perjalanan)
Wallahu'alam bishshowwab
YISC: SII Bab Ma'rifatul Qur'an
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Oleh: Ust. Fajri E.
1. Al-Qur'an adalah Kalamullah (perkataan Allah), oleh karenanya Al-Qur'an merupakan:
A. Kitab yang Mubarak (diberkahi): QS. Al-An'am: 92
B. Menuntun ke jalan yang lurus: QS. Al-Isra': 9
C. Tidak ada sedikitpun kebatilan di dalamnya: QS. Fushshilat: 42
2. Kewajiban Muslim terhadap Al-Qur'an adalah sbb:
A. Tasdiq (mengimani dengan tidak memungkiri satu ayat pun) / QS. Al-Maidah: 83
B. Tilawah (membaca dgn baik dan benar) / QS. Al-Baqarah: 121
C. Tadabbur (memahami, menghayati) / QS. An-Nisa: 82
D. Tahfidz (menghafalkan) / "Rasulullah Salallahu alaihi wasallam mengatakan barang siapa yang didalam rongga tubuhnya tidak ada sedikitpun Al-Qur'an, tak ubahnya bagai rumah yg bobrok" (HR. At-Tirmidzi)
E. Tatbiq (mengamalkan, menerapkan) / QS. Al-Juma'ah: 5
F. Tabligh (mendakwahkan, mensyiarkan) / QS. An-Naml: 92
3. Keutamaan membaca Al-Qur'an
A. Membaca Al-Qur'an adalah sebaik-baik amal perbuatan
B. Al-Qur'an akan menjadi syafi' (penolong) di hari kiamat
C. Beserta para malaikat yang mulia di hari kiamat
D. Penyebab terangkatnya derajat suatu kaum
E. Turunnya rahmah dan sakinah
F. Memperoleh pahala berlipat ganda
G. Menjaga hati
H. Mendapatkan derajat tingkatan surga
4. Bahaya melupakan Al-Qur'an
A. Kesesatan yang nyata / QS. An-Nisa': 60 dan 115
B. Sempit dada / QS. Al-An'am: 125
C. Kehidupan serba sulit / QS. Taha: 124
D. Buta hati / QS. Al-Hajj: 46
E. Hati menjadi keras / QS. Al-Hadid: 16
F. Lupa diri / QS. Al-Hasyr: 19
5. Kiat utk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an:
A. Banyak beribadah, khususnya sholat
B. Memperbanyak tilawah
C. Bergaul dengan orang2 yg mencintai Al-Qur'an
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari)
Wallahu'alam bishshowwab
YISC : SII Bab Tauhiid Ma'rifatullah
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Oleh Ustadz Ilyas
1. Pentingnya Syahadatain
A. Pintu gerbang masuk ke dalam Islam (Makhdholu ilal Islam)
B. Intisari ajaran Islam (Khulashah ta'aliimil islam) | QS Al-An'am: 42
C. Dasar-dasar perubahan (Asasul Inqilaab)
D. Hakikat dakwah para Rasul (Haqiqatul Da'watir Rasul)
2. Makna Asyhadu
A. Ikrar | QS. Al-A'raf: 172
B. Sumpah | QS. Al-Munafiqun: 1-2
C. Janji | QS. Al-Baqarah: 285
3. Tauhid berasal dari kata a-ha-da yang berarti satu
Menurut bahasa, tauhid adalah menunggalkan, mengesakan
Menurut istilah, tauhid adalah mengesakan Allah, baik dari segi zat, nama, maupun sifat.
4. Tauhid ada 3, yaitu:
A. Tauhidul Rububiyah
Bahwa Allah adalah Sang Pencipta langit dan bumi, setiap makhluk, dan Penguasa alam semesta.
B. Tauhidul Mulkiyah
Bahwa Allah satu-satunya raja yang Menguasai alam semesta, maka Allah lah Pemimpin, Penguasa yang Menentukan (hakim), dan yang menjadi tujuan (shayah).
C. Tauhidul Uluhiyah
Bahwa Allah satu-satunya yang disembah dengan penuh kecintaan dan pengagungan.
Pengesaan Allah dalam peribadatan, kepatuhan, dan ketaatan secara mutlak (Dr. Yusuf Al-Qordowi)
"Kitab Al-Qur'an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa" - QS. Al-Baqarah: 2
Wallahu'alam bishshowwab
Sabtu, 26 Agustus 2017
YISC: SII Bab Mengenal Sunnah
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Oleh: Ustadz Akhmad Nizarrudin
1. Arti Sunnah
A. Menurut fuqoha (ulama fiqih): suatu amal yg dianjurkan oleh syariat namun tdk mencapai derajat wajib/harus
B. Menurut muhadditsun (ulama pakar hadits): segala hal yg disandarkan kpd Rasul, baik perkataan, perbuatan, ketetapan, sifat perangai/sifat fisik, baik sebelum diutus menjadi Rasul ataupun setelahnya.
C. Menurut ulama usul fiqih: segala hal yg disandarkan kpd Rasul berupa perkataan, perbuatan, dan ketetapan.
D. Menurut ulana akidah: lawan kata dari bid'ah
2. Kedudukan Sunnah dalam Islam
A. Merupakan sumber hukum ke 2 setelah Al-Qur'an: (QS. Ali Imran: 32)
B. QS. An-Nisa': 80
C. QS. An-Nahl: 44
D. QS. Muhammad: 33
E. QS. Al-Hasyr: 7
3. Macam-macam Sunnah
A. Sunnah Qouliyah (ucapan): semua ucapan yg keluar dari lisan Rasul
B. Sunnah Fi'liyah: semua perbuatan Rasul atau perbuatan sahabat atas perintah Rasul
C. Sunnah Taqririyah: ucapan atau perbuatan yg dilakukan sahabat di hadapan Rasul atau tidak di hadapan Rasul tetapi diketahui oleh Rasul dan dibiarkan
4. Kedudukan Sunnah terhadap Al-Qur'an
A. Menguatkan Al-Qur'an
B. Menjelaskan Al-Qur'an: merinci yg global, membatasi yg mutlaq, mengkhususkan yg umum, menerangkan yg sulit
C. Menerangkan apa yg tidak diterangkan dalam Al-Qur'an
5. Keutamaan mengaplikasikan Sunnah:
A. Selamat dari perpecahan dan perselisihan
B. Selamat dari kesesatan
C. Mewujudkan perilaku yg mulia
D. Perwujudan iman dan selamat dunia akhirat
E. Pahala menghidupkan sunnah
Wallahu'alam bishshowwab
Kajian oleh Ustadz Bachtiar Nasir
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Tadabur Al-Qur'an Surah Al-Mu'minun ayat 97-100
1. Setan menjerumuskan manusia melalui dua cara, yakni melalui bisikan, dan mendatangi manusia tsb. Setan masuk melalui cara-cara yang amat halus dan konsisten, sampai manusia mengikuti kebiasaan-kebiasaan mereka.
2. Oleh karenanya, kita jangan sampai lupa meminta perlindungan kepada Allah, dari segala bisikan dan kehadiran setan.
3. "Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku." - QS. Al-Mu'minun: 97-98.
4. Mengenai Taqwa dgn sebenar-benarnya Taqwa
A. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata "Hendaklah Allah itu ditaati dan jangan didurhakai, diingat dan jangan dilupakan, disyukuri dan jangan dikufuri".
B. Hasan Al-Basri: ialah meninggalkan hal-hal yang halal karena khawatir apabila dilakukan akan terjerumus pada yang haram. (misal, makan dan minum kan halal, tapi jika dilakukan di siang hari di bulan Ramadhan, jadi haram krna membatalkan puasa)
5. Optimalkan beribadah di bulan Ramadhan:
A. Mohon perlindungan Allah dari segala tipu daya setan yang akan membuat kita menyia-nyiakan mewahnya bulan Ramadhan
B. Rutinkan Qiyamul Lail, tunggu waktu Subuh dengan beristighfar
C. Buat target yang konkrit, yang ingin kita capai selama Ramadhan
D. Tinggalkan kebiasaan buruk yg kita lakukan sebelum-sebelumnya
*Tanya-Jawab*
1. Bagaimana agar istiqomah?
- Mohon kpd Allah agar dimampukan untuk istiqomah. Jaga ibadah wajib, kawal dengan menjalankan ibadah sunnah. Perbanyak amalan2 sunnah.
2. Soal dakwah/mengajarkan Islam
- Banyak yang mengaji hanya untuk dirinya sendiri. Dakwah bukan hanya wajib, tapi dampaknya amat luar biasa.
Jika kita menjadi perantara hidayah Allah, mendapatkan kedudukan yang istimewa.. (afwan detailnya nggak tercatat tadi)
Sekian disampaikan, semoga bermanfaat. Semoga Ramadhan kali ini adalah momentum bagi kita untuk menjadi muslim/muslimah yang jauh lebih baik dari sebelumnya 😊
Kajian oleh K.H. Nazarudin Umar
Kesabaran sebagai Kematangan Spiritual
1. Manusia mengalami kelahiran sebanyak 3 kali
A. Lahir biologis: ditandai dgn kelahiran bayi/kelahiran dlm wujud bayi/anak/manusia secara fisik
B. Lahir psikologis: ketika egonya mulai muncul, merasa memiliki apa yg ada di sekitarnya
C. Lahir ruuhiyah/spiritual: muncul kemandirian batiniah
2. Masing2 kelahiran, punya kriteria kematangan.
A. Matang jasmani/biologis: haid, mimpi basah
B. Matang psikologis: sudah mulai mau berbagi, ada tenggang rasa, rasa sosial mulai tumbuh
C.Matang spiritual: setelah matang biologis dan psikologis. Ditandai dengan adanya kesabaran.
3. Tingkatan sabar dlm Al-Qur'an:
A. Ash-shoobir: orang yg sabar, kesabaran yang masih tergambar bentuk protes/kekecewaannya
B. Al-mashoobir: lebih sabar dari Ash-Shoobir. Memaafkan dan melupakan kesalahan. Memutihkan/menghapus seluruh kekecewaan masa lampau.
Salah satu fungsi puasa, mengikis endapan2 masa lampau.
C. Ash-Shoobur: jauh lebih sabar dari Al-Mashoobir. Ash-Shoobur wilayah Allah, asmaul husna.
Ash-Shoobur sebagaimana perumpamaan air tuba dibalas air susu. Racun dibalas dengan madu. Keburukan dibalas kebaikan.
4. Syukur: mensyukuri nikmat Allah
Syakur: mensyukuri apapun yg datang dari Allah.
5. Mukhlis: ikhlas tetapi masih mengingat kebaikannya, masih bangga jika orang lain tahu kebaikannya
Mukhlas: malu apabila diketahui kebaikannya. Menyembunyikan kebaikannya.
6. Semoga Ramadhan kali ini kita dapat Hijrah, tinggalkan shoobir menjadi mashoobir.
Naik kelas dari syukur menjadi syakur.
Naik tingkat dari mukhlis menjadi mukhlas.
Wallahu'alam bishshowwab
Kajian DJKN: Ustadz Salim A. Fillah
| pict from aboutislam.net |
Kajian Tauhid: K.H. Abdullah Gymnastiar
| pict from: favim.com |
Kajian Tauhid: K.H. Abdullah Gymnastiar
| pict from: dakwahadventure.com |