Senin, 30 Januari 2023

Skincare Review: Whitelab pH-Balanced Facial Cleanser

0

Haloo, ketemu lagi dengan postingan skincare review! Kali ini aku mau mengulas produk facial cleanser dari Whitelab, yaitu Whitelab pH-Balanced Facial Cleanser. Postingan ini sekalian menepati janji review yang aku tebar dari polling instagram. Mayoritas pilih review moisturizer, jadi aku udah posting duluan review pelembap di instagram. Nah selanjutnya adalah review face cleanser. Biar adil, tetep aku bikinin juga reviewnya, hehe. Semoga ke depannya bisa rutin mereview skincare ya, at least satu bulan sekali deh. Yuk ah, nggak usah lama-lama, kita ketemuan dulu sama Whitelab pH-Balanced Facial Cleanser!

Kemasan



Whitelab pH-Balanced Facial Cleanser dikemas dalam bentuk tube yaa, yang tinggal pencet aja bisa langsung kita pakai. Relatif aman dari bocor karena beberapa kali aku bawa bepergian dia ngga merembes kemana-mana. Kemasannya didominasi warna putih dengan tulisan hitam, so simple.

Kandungan

Agarikon Mushroom Extract: memiliki kandungan Agaric Acid dapat membantu merawat pori-pori kulit wajah sehingga membuat pori-pori nampak lebih kecil

Prebiotic Oat: membantu menenangkan kulit kemerahan serta melembapkan kulit

Niacinamide: membantu mencerahkan kulit, menyamarkan noda gelap, dan membantu mengurangi minyak berlebih pada wajah

Manfaat

Dengan 3 bahan unggulan di atas, facial cleanser satu ini punya banyak manfaat, yaitu:

  • Melembapkan dan merawat kehalusan kulit wajah
  • Membersihkan wajah dari debu dan kotorang hingga ke pori
  • Melawan minyak berlebih tanpa menimbulkan sensasi ketarik
  • Merawat pori dan menyamarkan tampilan pori

Tekstur


Facial cleanser punya Whitelab ini punya tekstur gel berwarna bening, ya. Ketika dibaur dengan air, nggak menimbulkan banyak busa. Tapi, cukup digunakan sedikit aja sudah bisa untuk seluruh wajah. Ada sedikit aroma lembut yang menenangkan.

Pengalaman Pemakaian



Aku pribadi sudah beberapa kali repurchase ya, saking cocoknya. Klaim Whitelab kalau facial cleanser ini nggak menimbulkan rasa ketarik adalah benar adanya. Aku suka juga karena dia nggak banyak busa, dan gampang banget dibilasnya. Setelah cuci muka juga kulit nggak terasa kering. Kulitku lumayan sensitif, jadi kalau nggak cocok sama facial cleanser biasanya akan jadi kering (sometimes ada efek gatal), timbul komedo putih di hidung atau bawah dagu, dan kadang jadi timbul jerawat juga (walau nggak banyak). Tiga hal itu sama sekali nggak aku alamin, jadi emang aku cocok banget-banget pakai produk ini.


Overall



Plus + 

  • ngga bikin kulit kering atau kerasa ketarik
  • wanginya lembut
  • ngga bikin kulit berminyak
  • hemat, karena pake dikit udah bisa untuk seluruh muka

Minus -

buatku sih ngga ada minusnya ya, hehehe.


Dari pengalaman pemakaian, dah bisa disimpulkan aku cocok banget pakai Whitelab pH-Balanced Facial Cleanser. Kalau kamu cari facial cleanser yang nggak bikin kulit kering dan ketarik, punya fungsi oil-control, dan bisa sedikit berefek mencerahkan, kamu bisa cobain produk Whitelab yang satu ini. Untuk ukuran 100 ml, dibanderol dengan harga Rp55 ribu aja, super terjangkau, kan?! Di aku sih facial cleanser ini bisa tahan sampe sekitar 2 bulan, dengan 2 kali cuci muka dalam satu hari. Super hemat, dan super love efeknya di kulit aku. Gimana? Tertarik cobain juga?



Sumber:

Whitelab.co.id

Kamis, 19 Januari 2023

Self-Love : Langkah Awal Menjaga Kesehatan Mental

0

 

sumber: Times Now

Kesehatan mental menjadi isu yang ramai dibicarakan baru-baru ini, khususnya di kalangan generasi muda. Berbagai informasi mulai dari cara menjaga kesehatan mental, sampai bahayanya self diagnose menjadi topik hangat yang sering berseliweran di sosial media. Remaja dipandang sebagai kelompok usia yang paling rentan mengalami gangguan mental dikarenakan emosi yang belum stabil, salah satunya dikaitkan dengan perubahan hormon dalam tubuhnya.

Berdasarkan hasil survei Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), ada satu dari tiga remaja berusia 10-17 tahun di Indonesia memiliki masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir, atau setara dengan 15,5 juta orang remaja. Temuan lainnya mengatakan bahwa 2,45 juta remaja berusia 10-17 tahun di Indonesia juga mengalami gangguan mental

Gangguan kecemasan menjadi gangguan mental paling banyak diderita oleh remaja, yakni 3,7%, yang merupakan gabungan antara fobia sisoal dan gangguan cemas secara menyeluruh. Persentase tersebut diikuti oleh gangguan depresi mayor sebanyak 1%, gangguan perilaku sebesar 0,9%, serta PTSD (gangguan stress pasca-trauma) dan ADHD (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas) masing-masing sebesar 0,5%. Pedihnya, hanya 2,6% dari remaja yang memiliki masalah kesehatan mental menggunakan fasilitas kesehatan mental atau konseling untuk membantu mengatasi masalahnya.

Berkaca pada penelitian I-NAMHS sebelumnya, maka upaya-upaya untuk menjaga kesehatan mental memang mutlak harus dilakukan. WHO mendefinisikan kesehatan mental sebagai kondisi dimana seseorang mampu mengatasi stress, bekerja secara produktif, dan berperan serta di komunitas dan masyarakat. Salah satu cara yang paling mudah untuk menjaga mental tetap sehat adalah dengan menerapkan self-love atau mencintai diri sendiri. Apa sih self-love itu? Menurut Andrea Brandht, seorang psikolog asal Amerika Serikat, self-love adalah menerima dan menghargai kekurangan dalam diri karena hal ini dapat membuat kita menjadi diri sendiri dan dapat memiliki belas kasih terhadap diri sendiri. Dengan memiliki self-love yang kuat, maka seseorang akan memiliki rasa penerimaan diri yang kuat, mampu mengenali kebutuhan maupun emosi yang dirasakannya, sehingga dapat mengantisipasi atau mengatasi emosi-emosi negatif yang dia rasakan dengan cara yang positif.

Maharaj & April (2013) dalam penelitiannya yang berjudul The Power Of Self-Love in The Evolution of Leadership and Employee Engagement, mengungkapkan bahwa ada lima hal yang dapat membangun self-love itu sendiri, yaitu:

a.    Self-Knowledge : mengenali kebutuhan diri, motivasi, tujuan, kemampuan, dan hal-hal yang menyangkut diri sendiri.

b.    Self- Acceptance : menerima segala kelebihan maupun kekurangan yang ada dalam diri sendiri.

c.     Self- Renewal : memastikan diri sendiri tumbuh dari segu fisik, mental, dan spiritual.

d.    Self-Transcendence : memahami bahwa diri ini merupakan bagian kecil dari kehidupan dan bagaimana kita memberi makna dalam hidup.

e.    Self-Being : mengakui eksistensi diri sendiri dan melepaskan kebutuhan akan validasi orang lain atau masyarakat.

Setelah tahu bahwa self-love punya peran penting untuk menjaga kesehatan mental, pasti jadi bertanya-tanya nih, sudahkah selama ini kita mencintai diri sendiri? Apa saja sih yang bisa dilakukan untuk menciptakan self-love dalam diri kita?



Memahami Diri Sendiri

Tahap pertama adalah penting untuk bisa memahami diri sendiri. Apa sih yang sebenarnya diri kita butuhkan? Emosi apa sih yang sebenarnya sedang kita rasakan? Bagaimana cara agar diri kita merasa tenang? Orang yang bagaimana sih yang dirasa membawa pengaruh positif bagi kita?

Begitulah, banyak pertanyaan yang harus kita ajukan kepada diri sendiri, dan kita juga yang harus mencari jawabannya. Ketika semua pertanyaan itu bisa kita jawab, maka kita telah berhasil mengenali dan memahami diri kita. Apa pentingnya? Misal nih, ketika kita merasa lelah dan tidak dihargai atas kerja keras kita, ada dua respon yang berbeda: orang yang memahami dirinya, tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang dia butuhkan untuk merespon perasaan itu, misalnya “oh kalau aku lagi ngerasa lelah dan tidak dihargai seperti ini, aku butuh recharge semangat lagi dengan travelling, nih”. Nah, berbeda dengan orang yang tidak memahami dirinya, bisa jadi dia akan merespon perasaan itu dengan memperburuk kinerjanya atau hal lain yang bisa jadi malah merugikan dirinya sendiri.

Menerima Diri Sendiri

Memahami diri sendiri termasuk dengan mengetahui apa-apa kelebihan dan kekurangan diri, kebaikan dan keburukan diri. Maka selanjutnya yang harus dilakukan adalah menerima semua itu sebagai bagian dari diri kita. Jika ada yang bisa diperbaiki, tentu kita harus berusaha memperbaikinya. Tapi jika itu menyangkut hal yang tidak bisa diubah (misal kondisi fisik), maka kita harus menerimanya. Segala emosi yang kita rasakan, itu valid, tidak apa-apa untuk kita rasakan.

Orang yang memiliki penerimaan diri yang besar, justru relatif lebih mudah untuk mengembangkan diri, karena dia mengetahui dan menerima apa-apa yang belum dia miliki, apa yang harus dia lakukan untuk meningkatkan skill-nya. Selain itu, kita juga lebih mudah untuk memvalidasi perasaan atau emosi yang kita rasakan. Misal nih, kita lagi patah hati. Kalau kita menerima perasaan patah hati itu, membiarkan diri kita meluapkan perasaan (dengan nangis misalnya), maka kita akan lebih mudah merasa legowo, merelakan, dan pada akhirnya bisa move on lebih cepat. Beda kalau kita terus menyangkal perasaan itu, yang ada malah semakin kepikiran terus menerus.

Mengapresiasi Diri Sendiri

Nggak ada salahnya kok, sesekali kita mengapresiasi diri sendiri, misalnya dengan travelling, makan makanan enak, nonton konser, atau melakukan apapun yang kita suka. Apalagi setelah kita bekerja keras untuk mencapai sesuatu. Penting untuk kita punya kemampuan untuk mengapresiasi diri sendiri, kenapa? Karena nggak semua orang bisa memberikan apresiasi itu untuk kita, maka mulailah untuk menghargai diri kita sendiri. Berterima kasihlah karena tubuh, jiwa, dan pikiranmu sudah bekerja sejauh ini, melalui suka duka bahkan menjalani hari-hari yang tidak mudah, sampai menjadi diri kita hari ini.

Terakhir, jangan ragu meminta tolong pada ahlinya, jika kamu merasakan ada masalah pada kesehatan mentalmu. Jangan takut pergi ke psikolog, tidak usah malu melakukan bimbingan konseling apabila memang diperlukan. Banyak sekali akses untuk informasi mengenai kesehatan mental, salah satunya kamu bisa simak artikel-artikel yang ada di website dan blog Dear Senja https://www.dearsenja.com/ atau https://www.blog.dearsenja.com/ . Atau kalau kamu juga ingin sharing-sharing soal kesehatan mental, yuk, join event nulis #DearSenjaBlogCompetition.



Sumber

https://dataindonesia.id/ragam/detail/survei-1-dari-3-remaja-indonesia-punya-masalah-kesehatan-mentali

https://theconversation.com/riset-sebanyak-2-45-juta-remaja-di-indonesia-tergolong-sebagai-orang-dengan-gangguan-jiwa-odgj-191960

Deborah Khoshaba, “A Seven-Step Prescription for Self-Love”, Psychology Today,

(https://www.psychologytoday.com/us/blog/get-hardy/201203/seven-step-prescription-self-love,

Senin, 11 April 2022, 10:42).

Nila Zaimatus Septiana dan Jesi Darina, “Membangun Self Love Pada Remaja Pengguna

Instagram Ditinjau Dari Pespektif Dramaturgi (Studi Fenomenologi Remaja Pengguna Instagram di

Desa Ngebrak)”, Shine Vol. 2, No. 1 (2021), 12.

Jumat, 13 Januari 2023

STORYCATION: Antologi Jalan-Jalan 14 Penulis

2


 

Akhirnya, setelah bertahun-tahun lamanya aku vakum nulis, nggak pernah lagi join event nulis bareng, bahkan sekedar posting di blog aja aku nggak sempat (atau males yha), di awal tahun 2023 ini aku bisa mengawalinya dengan sebuah karya: StoryCation. Awalnya, buku keroyokan alias antologi ini digagas oleh seorang penulis yang dulu aku nikmati beberapa karyanya yakni Mas Ariy. Aku suka banget buku-bukunya yang bertema traveling, mulai Nomadic Heart sampai The Hostel dimana dia duet nulis dengan dosenku di buku itu.

Ide awal berasal dari Mbak Rieke, kemudian dieksekusi oleh Mas Ariy lewat IG Story yang ngajakin untuk bikin buku antologi tentang traveling. Di luar dugaan, gayung sangat bersambut, banyak yang mau join proyek nulis ini sampai terkumpullah 14 orang penulis. Kalau nggak salah proyek ini dimulai bulan Oktober, lalu kami menyepakati deadline pengumpulan tulisan selama satu bulan. Dilanjutkan dengan diskusi nentuin judul buku, pilah-pilih foto yang mau dimasukin jadi ilustrasi, mikirin dan bikin cover bukunya, editing sana-sini, sampai proses penerbitan oleh penerbit Indiva di Solo. Buanyak banyak makasih sama Mas Ariy yang handle semua proses kelahiran buku ini dari awal sampai akhir.

Ada 14 penulis yang tergabung dalam proyek ini: ada saya (Aulia), mas Ariy, mbak Rieke, mbak Dharwiyanti, mbak Aan, mbak Nurul, mbak Zizou, mbak Nadine, mas Rifqy, mas Aji, mas Adi, mas Rinto, mas Indra, dan mbak Eka. Kami berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari pekerja kantoran, dosen/guru, penulis, penyiar radio, sampe pegiat wisata. Kebanyakan dari kami juga belum pernah bersua secara langsung, tapi alhamdulillah bisa berkomitmen menyelesaikan karya ini dan nyambung-nyambung aja ngobrol di grup wa, hahaha.

Cerita-cerita di buku ini terbagi 3, perjalanan di dalam negeri, petualangan di mancanegara, dan wisata kuliner di keduanya. Aku sendiri menuliskan dua cerita soal magisnya sunrise Kelimutu dan rekomendasi kuliner di Labuan Bajo. Penasaran? Ada juga cerita berburu makanan halal, deg-degan-nya melintas di perbatasan Indochina, dan banyak cerita mengesankan yang bermula dari satu hal: travelling.

Buatku sendiri, proyek buku ini adalah suatu titik balik. Aku kembali semangat nulis, blog-ku sudah terisi lagi, bahkan aku memberanikan diri untuk ikut lomba blog juga, walaupun belum pernah menang, wkwk. Baru-baru ini aku juga tertarik untuk bikin-bikin konten menggunakan Canva untuk mendukung visual tulisanku di blog, atau bikin postingan di instagram. Apa ya? Kayak menemukan kembali hal menarik dalam hidup di tengah kegiatan keseharian yang lumayan monoton.

Semoga setelah ini aku bisa membuat karya-karya yang lain. Bermimpi itu gratis, maka aku akan mempertahankan mimpiku untuk menjadi penulis Best Seller. Oh iya, teman-teman yang mau order buku StoryCation, boleh order ke aku ya.. Hit me on DM IG @rachaulia. Ayo, temukan petualangan favoritmu di buku ini!

See yaa! 

Jumat, 30 Desember 2022

Explore Malang Bareng Traveloka: Wujudkan Destinasi Honeymoon Yang Tertunda

2

 


Merencanakan pernikahan pasti sepaket dengan segudang wishlist bulan madu impian, begitupun adanya dengan aku dan suami. Tahun 2019, kami berencana untuk menikmati indahnya sunrise Gunung Bromo dan mengejar sunset pantai-pantai di Malang Selatan. Tapi karena satu dan lain hal, mimpi untuk menjelajahi kota Malang itu harus rela kami tukar ke destinasi lain yaitu Yogyakarta dan Magelang. Walaupun berbeda dari rencana awal, tapi pengalaman honeymoon di dua kota itu tetap berkesan banget buatku dan suami.

Liburan cara aku pastinya nggak jauh-jauh dari wisata alam dan menekan pengeluaran untuk penginapan. Karena menurutku penginapan itu cuma buat numpang tidur dan naruh barang, haha, jadi aku nggak pernah memprioritaskan untuk menginap di hotel yang bagus. Tapiii karena kali ini adalah romantic trip dengan orang istimewa, jadi aku sedikit keluar dari pakem biasanya. Wisata alam tetap jadi destinasi utama, sementara penginapan aku pesan hotel yang jauh lebih bagus dari jenis hotel yang biasa aku pilih sebelumnya, jadi vacation dan staycation bisa berjalan seimbang!

Tiga hari pertama kami habiskan untuk jalan-jalan di Magelang. Kota kecil yang sejuk, asri dan bersahaja ini berhasil menghipnotis suami sampai-sampai dia bilang satu saat ingin tinggal di sana, hihi. Dari Yogyakarta, kami naik bus transjogja untuk ke terminal Jombor, lalu dilanjutkan dengan bis menuju Magelang. Dari terminal Magelang, kami lanjut jalan santai naik becak menuju penginapan yang sudah aku pesan lewat Traveloka juga pastinya. Hotel tempat kami menginap berada persis di samping kompleks Candi Borobudur. Jadi jam 4 sore, kami pergi mengunjungi bangunan bersejarah yang megah itu dan mulai mencari spot yang bagus untuk foto. Bukan rahasia lagi kalau sunset di Borobudur jadi salah satu sunset memesona yang dinanti-nantikan para wisatawan.

dok pribadi

Sunset sudah dapat di Borobudur, esoknya, giliran sunrise yang kami buru sampai ke Punthuk Setumbu. Waktu itu, tahu ada tempat yang namanya Punthuk Setumbu gegara nonton film Ada Apa Dengan Cinta 2. Dari puncaknya, kami bisa menikmati hamparan hijau yang luas, dan nggak ketinggalan juga penampakan Candi Borobudur yang tertutup kabut tipis dari kejauhan. Semakin tinggi matahari naik dari peraduannya, pendaran sinar yang membelah kabut tampak menakjubkan. Udara yang tadinya sangat dingin, berubah jadi lebih hangat.


dok pribadi

Masih nggak jauh dari wisata alam, aku dan suami juga berkunjung ke Air Terjun Kedung Kayang. Bener-bener nggak menyesal naik motor menempuh jarak yang lumayan jauh, karena pemandangan di sana sangat memanjakan mata. Perpaduan antara tingginya debit air terjun dan megahnya Gunung Merbabu di kejauhan jadi daya tarik tersendiri. Ada beberapa spot foto yang bikin merinding disko buatku yang agak parno sama ketinggian, tapi sayang banget kalo nggak dicobain. Sebenernya masih bisa turun untuk menyusuri sungai bening yang lumayan dangkal, tapi kami urungkan niat itu karena nggak bawa baju ganti untuk basah-basahan.

dok pribadi

Setelah menjelajahi dataran tinggi dan air terjun, giliran kami mengunjungi pantai yang sangat terkenal di Yogyakarta, yaitu Pantai Parangtritis. Aku sudah beberapa kali liburan ke Yogyakarta, tapi belum pernah sekalipun mengunjungi pantai ini. Perlu waktu sekitar 3 jam naik motor dari pusat kota untuk bisa sampai ke Pantai Parangtritis yang mahsyur dengan pasir hitam dan sunset magisnya. Karena keterbatasan waktu, kami nggak sempat untuk menikmati sunset di sana. Tapi sedikitpun tidak mengurangi pesona pantai ini di mata kami.

dok pribadi

Sisa hari di Yogyakarta kami habiskan untuk jalan-jalan ke tempat-tempat favorit seperti makan es krim di Tempo Gelato, menikmati hangatnya bakmi rebus Mbah Gito, sampai sekedar strolling around Malioboro dan Pasar Beringharjo.

dok pribadi

Perjalanan honeymoon-ku dan suami memang relatif sederhana, tapi tetap terasa sangat istimewa karena ini pertama kalinya kami traveling berdua. Tapi, jauh dalam hatiku, masih terpendam keinginan untuk mewujudkan rencana bulan madu di Kota Malang. Bahkan itinerary yang pernah aku buat dulu juga masih tersimpan rapi, seolah menunggu terealisasi.

Nah, kebetulan Traveloka berbaik hati ngadain event Life Your Way ini, yang jadi semacam titik terang buatku untuk bisa benar-benar menjadikan mimpi ke Malang itu menjadi nyata. Bisa aku bilang kalau ini akan menjadi honeymoon plus plus, karena kami sudah punya seorang gadis kecil yang pasti akan ikut kemanapun kami pergi. Traveloka, please make my dream comes true!


Malang dan Sejuta Pesonanya

Kota Malang memang sudah lama terkenal menjadi salah satu destinasi wisata di Jawa Timur. Pasalnya, traveling di Malang itu bisa dapet macem-macem destinasi. Mau wisata alam? Ada Gunung Bromo dan pantai-pantai yang membentang di bagian Malang selatan. Mau wisata kuliner? Bakso bakar, ketan susu, sampai cwie mie siap menggoyang lidah para penikmatnya. Mau wisata yang ramah untuk anak nan instagramable? Banyak, ada Museum Angkut, Jawa Timur Park 1-3, Batu Night Spectacular, dan lain-lain.

Yang tidak berubah dari cara hidupku sejak dulu adalah aku selalu mengagendakan liburan jauh, paling tidak sekali dalam setahun. Ini jadi caraku untuk memberi reward untuk diriku sendiri dan selalu ampuh untuk recharge semangat lagi! Setelah anak umur dua tahun seperti sekarang, aku jadi tergoda untuk rencanakan liburan di Traveloka lagi, dengan destinasi yang agak jauh yaitu Malang. Ada 3 alasan kenapa aku pengen banget liburan ke Malang:

1. Malang adalah destinasi impianku untuk honeymoon 3 tahun yang lalu.

2. Malang adalah paket lengkap wisata alam, kuliner, dan lainnya.

3. Banyak objek wisata ramah anak di Malang, ini penting banget karena aku sudah punya bocil, hihi.


Liburan Cara Aku versi sudah punya suami dan anak pasti beda dibandingkan pas masih single. Lalu, destinasi mana aja siiih, yang pengen banget aku kunjungi nantinya… Cekidot!



Untuk berangkat menuju ke Kota Malang, kami pilih kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan pastinya disukai anak-anak. Apalagi pesan di Traveloka yang sering banget kasih diskon, otomatis bisa lebih hemat dan uangnya bisa dibuat jajan yang lain (dasar emak-emak yaaa, haha)


Jug ijag ijug ijag ijug, Bismillaah, kami berangkat dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Malang..

Perjalanan Jakarta-Malang via kereta membutuhkan waktu kurang lebih 13 jam. Sampai di Malang, better kami langsung istirahat di Hotel untuk menyimpan tenaga sebelum bersafari malam menuju Gunung Bromo. Tentunya hotel aku pesan di Traveloka, dan tiga hotel ini yang jadi wishlist-ku. Yuhuuu..


Hotel idamanku yang pertama adalah Plataran Bromo. Bukan hanya pasti unggul dari segi pelayanan, makanan, interior, dan fasilitas kamar, tapi pemandangan Gunung Bromo dari hotel ini juga menjadi daya pikat yang bikin aku pengen banget menginap di sana. Wishlist ke dua adalah Jiwa Jawa Resort yang nggak hanya menawarkan pemandangan indah dan banyak pilihan tipe kamar, punya playground adalah nilai plus plus yang bikin aku melirik hotel ini. Maklum yaa, Namanya punya anak kecil pasti tertarik sama hotel yang punya extra fasilitas untuk nyenengin anak. Yang terakhir adalah Bromo Terrace Hotel yang lagi-lagi punya pemandangan super ciamik dan konsepnya yang seperti vila-vila kecil ini bikin lebih merasa private.



Trip ke Gunung Bromo aku percayakan juga ke Trip Bromo by Sobatperjalanan yang lagi-lagi aku pesan via apps Traveloka Xperience. Super hemat karena dengan biaya segitu sudah termasuk tiket masuk, bahan bakar, sopir, jeep, penjemputan, dan pastinya dokumentasi lengkap selama jalan-jalan di sana. Dokumentasi ini penting banget yaah biar bisa jadi kenang-kenangan sampai tua nanti.


Dijemput dini hari, kami akan naik jeep menuju Bromo. Jangan lupa baju hangat, terutama untuk anak. Sesampai Bromo, kami akan naik ke Bukit Penanjakan, tempat paling ideal untuk menikmati sunrise Gunung Bromo. Turun dari Penanjakan, kami lanjut naik jeep menuju lautan pasir, mampir lihat pura sebentar, dan capcus ke Bukit Teletubies.

source: wikipedia

source: wikipedia

source: kompas

Setelah puas main-main di Kawasan Bromo Tengger, kami akan melanjutkan perjalanan dengan mengisi perut alias wisata kuliner menikmati sajian khas setempat. Perut yang lapar, pasti cocok untuk langsung diisi dengan makanan berat, pilihanku jatuh pada hidangan Iga Pasir Bromo. Walaupun Nampak seperti masakan iga pada umumnya, tapi proses memasaknya sangat unik yakni dengan adanya pasir di bagian tungkunya. Nggak lupa kami mampir beli keripik kentang untuk oleh-oleh. Nah, karena suami hobi banget sama wedang-wedangan, kami juga mau menjajal wedang pokak. Minuman ini terbuat dari aneka rempah seperti jahe, cengkeh, serai, kayu manis, jeruk purut, pendan, pekak, dan gula. Cita rasanya yang hangat dan agak pedas, pasti bakal cocok banget dinikmati di tengah udara Bromo yang dingin.


source: wikipedia,pxlbay,istockphoto

Perut kenyang, badan lelah, saatnya untuk pulang kembali ke hotel. Sampai jumpa di petualangan esok hari!



Hari ke dua waktunya untuk jalan-jalan santai dulu di Kota. Destinasi pertama adalah Jatim Park (Batu Secret Zoo) yang pastinya bocil suka banget karena banyak hewan-hewan yang bisa dia lihat dan interaksi bareng.

source: wikipedia


Jangan lupa pesan tiket masuknya pakai Traveloka juga dong, biar dapat diskon tipis-tipis, hihi.

Selanjutnya, kami jalan lagi menuju tempat berikutnya yaitu Museum Angkut! Sudah lamaaaa banget tahu museum ini dan pengen banget ke sini tapi belum keturutan juga. Selain tempatnya estetik buat foto-foto, anakku juga pasti suka karena dia bisa lihat macam-macam alat transportasi yang sebelumnya paling Cuma bisa dia lihat di puzzle atau televisi. Suuuper excited untuk mengabadikan banyak momen di sana.


source:wikipedia



Biar nggak perlu ngantri beli tiket, cus pesan via Traveloka dulu, jadi di sana bisa langsung menuju pintu masuknyaa, yuhuuu..

Waktu beranjak malam, kalau waktu masih sempat, dan tenaga masih tersisa, aku pengen mampir ke Batu Night Spectacular. Di sana bisa naik berbagai wahana permainan, mandangin lampion-lampion yang indah, dan masih banyak lagi. Tapi kalau lelah, mungkin pilihan akan jatuh ke alun-alun batu aja, naik bianglala dan nyobain jajanan-jajanan yang ada di sana.

source: BNS




Gunung sudah, keliling kota sudah, saatnya kita menjelajahi pantai-pantai di Malang selatan. Tujuan pertama adalah Tanah Lot-nya Malang alias Pantai Balekambang. Pasirnya yang hitam menawan berpadu dengan Pura Amerta Jati yang ada di pulau karang tengah laut, menjadi pemandangan yang sangat khas di pantai ini.

source:wikipedia

Selanjutnya, kami akan melipir ke Pantai Goa Cina yang terkenal dengan tiga buah pulau karang besar yang ada di pesisir pantainya. Ombaknya lumayan besar di sini, jadi mungkin kami hanya akan main pasir di tepi pantai.

source:wikipedia

Pantai terakhir yang akan kami kunjungi adalah Pantai Watu Leter. Dengan pesisir yang luas dan ombak yang cenderung tenang, kami bisa basah-basahan sebentar sambil menunggu matahari tenggelam di sana.

source:wikipedia

Hari ke 4, waktunya kembali pulang ke dunia nyata, haha. Kembali lagi menuju hiruk pikuk kota Jakarta, bergelut dengan pekerjaan di kantor, dan kegiatan keseharian lainnya. Tapi memori liburan di Kota Malang akan senantiasa jadi penyemangat dan dikenang dalam hati selamanya. Pertanda bahwa selalu ada jalan dan waktu yang tepat untuk apa-apa yang tertunda dalam hidup kita, dan kali ini Traveloka yang membuka jalanku mewujudkan mimpi honeymoon yang sempat terpendam.

Jalani hidup dengan caraku berarti memahami dulu kebutuhan diri sendiri. Apalagi setelah menjadi seorang Ibu, harus semakin mengenal apa yang dimau sama diri ini. Kalau aku, liburan menjadi salah satu kebutuhan. Karenanya, aku selalu menganggarkan dan menabung khusus untuk liburan bersama keluarga. Dan tetap, dari dulu Traveloka si aplikasi super selalu jadi andalanku untuk menjelajahi banyak tempat, baik lewat darat, laut, maupun udara! So, #LifeYourWay jangan takut untuk tetap melangkahkan kaki, melakukan perjalanan bersama Traveloka, karena memori itu berharga dan kekal selamanya.. 






Senin, 14 November 2022

SKINCARE REVIEW: COSRX AHA BHA Clarifying Treatment Toner

0

 

Salah satu permasalahan kulit wajah yang paling mengganggu adalah komedo. Siapa yang setuju? Walaupun nggak begitu Nampak dari jauh, tapi titik-titik kecil berwarna hitam atau putih ini bener-bener bikin kesel waktu kita bercermin. Kadang udah nyoba plester angkat komedo, hilang sih pada saat plesternya dicabut, tapi nggak lama lha kok balik lagi?! Huft.

Komedo juga jadi masalah abadi buat kulitku, saking susahnya ngehilangin dia. Nah, akhirnya, dengan didorong oleh keinginan rajin skincare-an lagi, waktu itu aku beli travel pack nya COSRX yang salah satu isinya adalah AHA BHA Clarifying Treatment Toner. Penasaran apakah toner ini bener-bener bisa ngehilangin komedo? Sabar, kit aulas satu-satu yuuk soal toner yang satu inii..


COSRX AHA BHA Clarifying Treatment Toner dikemas dalam botol spray plastic bening semi-doff, dengan tutup kecil yang juga berbahan plastic bening. Warna labelnya kombinasi ungu dan hitam, leher botolnya warna hitam. Secara kemasan biasa saja sih, nggak terlalu mencolok. Satu botol toner ini isinya 150 ml, jadi ukurannya memang cukup besar dan kurang handy kalo harus dibawa kemana-mana.


Toner dari COSRX ini tergolong exfo toner yaa, tapi jangan khawatir, kekuatan eksfoliasinya termasuk lembut kok. Selain itu, toner ini juga bisa digunakan setiap hari, pagi dan malam. Tapi kalau mau digunakan pagi hari, pastikan juga kamu rajin apply sunscreen, ya. COSRX juga mengklaim tonernya ini cocok untuk kulit sensitif. Beberapa manfaat COSRX AHA BHA Clarifying Treatment Toner:

1.       Eksfoliasi permukaan kulit

2.       Menghaluskan dan melembabkan kulit

3.       Membersihkan komedo

4.       Menyeimbangkan produksi minyak pada kulit


Salix Alba (Willow) Bark Water punya banyak manfaat untuk kulit antara lain sebagai anti radang, anti penuaan dini, kaya antioksidan dan antibakteri. Zat mineral dalam willow bark juga terbukti secara natural mampu mengeksfoliasi kulit dengan sangat lembut, membersihkan pori, sehingga kulit tampak lebih bersih, cerah, dan segar.

Pyrus Malus (Apple) Fruit Water bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas, meratakan warna kulit, mencegah kerutan, dan mengangkat kotoran pada kulit.

Glycolic Acid yang merupakan salah satu asam dari golongan alpha hydroxy acid (AHA) berfungsi untuk mengelupaskan kulit dan memecah sel kulit mati, jadi kulit bisa melakukan regenerasi lebih cepat. Selain itu, Glycolic Acid juga berfungsi untuk mengatasi jerawat, menyamarkan bekas jerawat, mencerahkan warna kulit, mengecilkan pori-pori dan melawan tanda-tanda penuaan kulit.

Betaine Salicylate adalah senyawa kimia yang berfungsi untuk membersihkan pori-pori, mengendalikan produksi minyak berlebih, dan menghilangkan sel kulit mati.


Seperti exfo toner pada umumnya, COSRX AHA BHA Clarifying Treatment Toner teksturnya benar-benar cair seperti air. Nggak berwarna, dan nggak ada aroma apapun. Di kulitku kadang malah terasa ada efek dinginnya sedikit.


Aku pakai toner ini tiap malam sebelum tidur. Kenapa pagi hari ngga pakai? Simply just because aku malas, hahaha, mau ngantor jadi malas ribet. Cara pakainya disemprot dulu ke kapas, baru diaplikasikan di wajah. Di aku sih nggak ada efek cekit-cekit atau apa, bahkan sejak pemakaian pertama. Karena bentuknya yang cair, otomatis langsung menyerap gitu aja ke kulit. Pakai toner ini rutin sekitar 1 bulan, efek yang aku rasain sih kulit jadi lebih bersih, nggak kusam, dan yang paling penting adalah komedo di hidung jadi hilang! Semacam menemukan ramuan ajaib, bikin happy banget karena akhirnya menemukan solusi untuk perkomedoan duniawi ini.


+ Plus

Tekstur cair, cepat meresap

Nggak ada efek negative ke kulit (cekit-cekit/perih)

Terbukti ampuh usir komedo dengan pemakaian teratur

-    Minus

Engga ada

 

Overall aku ngerasa cocok banget sama COSRX AHA BHA Clarifying Treatment Toner. Exfo toner yang aman buat kulit sensitive ini bisa didapetin dengan harga Rp160.000,- untuk ukuran 150 ml. Aku yang rutin pakai tiap malam sih satu bulan juga belum habis, jadi menruutku harganya cukup affordable. Repurchase? Di aku sih, absolutely yes, ini udah masuk botol ke dua aku, hehe.

Oke deh, segini dulu yaa review COSRX AHA BHA Clarifying Treatment Toner. Next time mungkin aku akan review moisturizer, yaa..

Don’t forget to take care of your skin, gals!

 

 

https://amp.adop.cc/kholic/post/2018/07/17296/5-manfaat-kandungan-willow-bark-salix-alba-dalam-produk-skincare/

https://picapica.id/pyrus-malus-apple-fruit-extract/

https://www.alodokter.com/mengetahui-manfaat-glycolic-acid-dan-cara-menggunakannya

https://www.fimela.com/beauty/read/4829952/punya-kulit-sensitif-rekomendasi-produk-skincare-berikut-bantu-wujudkan-skin-goal