Senin, 15 April 2013

Tanya Tak Terjawab

0

Kenapa ya? 

"Nez, mana Dyon?", tanya Fajar mengagetkan aku yang sedang melamun di depan monitor komputer.

"Hah? Dyon? Nggak tahu, Jar. Katanya ntar mau ke sini, tapi ga tau jam berapa. Kenapa?"

"Gapapa, tanya aja. Heh, kamu ngapain? Ngelamun melulu, kesambet baru tau rasa! Hahaha", katanya sambil menarik ujung rambutku.

"Siaaall, jangan tarik-tarik rambutku, Jaar..", akupun meninju lengannya. Sejenak kemudian aku tertawa terbahak-bahak melihat Fajar meringis dang mengusap-usap lengannya. Hahaha. Rasain, tuh!

Keributan kecil itu masih terjadi ketika Dyon masuk ruangan untuk menemuiku.

"Nez, pulang, yuk..", kata Dyon.

"Pulang sekarang, Yon??"

"Iya, ayok, sekalian jemput adek dulu, baru nganterin kamu pulang. Nggakpapa, kan, mampir dulu?"

"Nggakpapa lah! Bentar ya, aku siap-siap dulu.."

"Jaaar, tasku mana?? Kamu sembunyiin yaa? Ayooo, manaa???", aku menarik-narik baju Fajar sampai dia akhirnya memberikan tasku yang dia sembunyikan. Haah, anak ini memang nggak ketulungan usilnya.

Aku dan Dyon keluar ruangan dan menuju tempat parkir. Di lobi kampus, aku bertemu Nana, temanku, teman Dyon juga. Kamipun saling menyapa.

"Yang, Nana tuh kok bisa ya, jadi cewek anggun banget, lemah lembut, gitu..", kata Dyon setelah Nana berlalu ke arah yang berlawanan.

Aku cuma diam sambil mengingat-ingat kejadian di ruangan tadi, aku yang ribut dengan Fajar.

Iya ya, pertanyaanku belum terjawab. Kenapa ya.. Batinku.

0 komentar:

Posting Komentar