Rabu, 24 April 2013

Tempat Pulang

0



"Seneng ya, kamu udah sukses banget sekarang. Aku bangga sama kamu!," kataku sambil meninju lenganmu.

"Sudahlah, berlebihan kamu ini.."

"Nggak lah, Fer. Aku sebutin satu-satu nih, ya. Jadi penulis terkenal, udah apa belum?," tanyaku.

"Mmm, udah sih, lumayan.."

"Punya bisnis sendiri?"

"Udah juga, walaupun masih kecil-kecilan, hehe.."

"Dapet penghargaan penulis muda paling menginspirasi?"

"Udah.. Ah, udahlah Ema, cukup.."

"Kaaan, apa aku bilang! Kamu keren, Fer. Kamu akhirnya bisa raih semua yang kamu pengen. Aku masih inget lho waktu SD dulu kamu pernah bilang ke aku, kalo kamu pengen jadi penulis terkenal suatu saat nanti. Kamu memulai semuanya dari nol, dan kamu berhasil.. Hmm.."

"Kan karena kamu juga selalu kasi aku semangat. Nggak kerasa ya, kayaknya baru kemarin aku jatuhin kamu di lapangan sekolah, kamu nangis sejadi-jadinya, sampe aku dipanggil kepsek. Tapi malah bisa deket sampe sekarang..,"

Aku melihat Ferdi tergelak. Aku tersenyum.

"Kamu udah punya semuanya, Fer.. Nikah sana, lho.."

"Belum, aku belum punya semuanya.."

"Apa lagi yang kurang?"

Ferdi lantas berdiri meninggalkan kursinya. Berjongkok di hadapanku.

"Kurang kamu. Kurang kamu, tempatku pulang dengan semua mimpi-mimpiku..."

Tempat ku tuju segala angan dan harapan
Tempat ku padu cita-cita dan impian
Tempat ku tuju setiap langkah yang berarti
Tetap menyatu dalam hasrat dan tujuanku slalu

0 komentar:

Posting Komentar