Selasa, 12 November 2013

menjadi satu lilin

4

Senin, 11 November 2013 saya ketemuan sama salah satu dosen favorit. As usual, dalam satu periode tertentu, saya rutin ketemu sama beliau untuk nyerahin proyek jurnal. Dan ya, hari itu bertepatan sama hari UTS di mana para doesn juga baru sehari sebelumnya balik dari Korea untuk keperluan konferensi. Jadilah ruang dosen jam 9 pagi tuh masih sepi, padahal biasanya udah rame banget.

Setelah kelar ngomongin urusan proyek jurnal, dosen saya ini tanya-tanya kegiatan saya sekarang. Saya sendiri udah lulus bulan Agustus kemarin, dan sampai sekarang masih ngikutin tahap-tahapan buat beberapa tes kerja. Job seeker, nungguin pengumuman tes kerja, sambil nyambi-nyambi ngerjain proyekan dari dosen. Dari ngomongin tes kerja itu, saya sama dosen saya ini malah ngobrol banyak.

Salah satunya sih ngomongin masalah dunia kerja. Beliau banyak ngasi wejangan buat saya yang notabene masih dalam tahap akan memasuki dunia kerja. Kalo dibuat poin-poin sih, kurang lebih ini yang disampaikan sama dosen saya:


1. Dunia kerja itu, hal yang benar bisa bergeser jadi hal yang dianggap benar.
What's the meaning of that statement? Hal yang benar itu adalah hal yang memang pada dasarnya benar. Misalnya, masuk kerja tepat waktu, nggak suka nunda-nunda kerjaan, dsb. Nah, tapi, seringkali nilai-nilai yang seperti itu jadi "kabur" ketika kita sudah masuk di dunia kerja. Umpamanya ya, hal yang benar itu masuk kerja tepat waktu. Tapi, seiring waktu, ada satu atau dua karyawan yang kadang suka telat. Lama kelamaan kebiasaan telat itu bakal menular ke yang lainnya. Karena apa? Karena yang seringkali dilakukan itu lama kelamaan bakal dianggap benar sama karyawan yang lain juga.

"Ah, orang itu juga biasanya telat, kok. Berarti saya juga gapapa telat.."

Kira-kira begitu lah, ya. Memang nggak selalu terjadi, tapi kebanyakan sih terjadi hal-hal semacam itu.

2. Di dunia kerja, biasanya ada dua pilihan, "they become like you, or you become like them"
Dalam suatu perusahaan, pasti ada banyak karakteristik karyawan. Ada karyawan yang rajin, males, ambisius, atau yang lainnya. Yang jadi masalah adalah ketika mayoritas karyawan punya karakteristik yang nggak bagus. Dalam kondisi yang kayak gitu, berada di tengah-tengah lingkungan yang nggak mendukung nilai-nilai positif yang ada dalam diri kita, kita bakal rentan banget sama yang namanya "you become like them". Walaupun demikian, ada juga sih, kemungkinan kalau kita bisa menginspirasi dan bikin karyawan lain tertular nilai-nilai positif yang kita bawa dan akhirnya tercipta kondisi "they become like you". Tapi, kemungkinan itu sifatnya kecil.

Paling tidak, kalau kita nggak bisa bikin kondisi "they become like you", kita nggak kehilangan nilai-nilai positif yang kita punya. Lebih baik kita jadi satu-satunya lilin daripada ikut tenggelam dalam kegelapan.


Nah, 2 poin itu tadi yang saya nilai sangat penting untuk saya share. Terutama buat orang-orang yang masih idealis dan semangat tinggi memasuki dunia kerja. Biar nggak kaget dan kecewa sama lingkungan kerja yang mungkin nggak sesuai harapan.

Super duper big thanks buat dosen saya yang udah sharing hal-hal penting semacam ini buat bekal saya nantinya. Yang penting, pertahankan selalu nilai-nilai positif yang ada dalam diri kita. Jangan ikut-ikutan tertular sama hal-hal negatif yang ada di lingkungan. Jadilah trendsetter, bukan follower :)

4 komentar:

  1. Eh baru lulus ya? Selamat. Semoga dapat kerja yang membahagiakan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, iyaa, baru lulus..

      aamiin, terimakasih :D

      Hapus
  2. Bekerja itu tak seseram dan seindah yg dibayangkan koq, enjoy aja work is easy.

    BalasHapus