Senin, 13 Februari 2023

Pembelajaran STEAM Untuk Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing Global

0



Memasuki era revolusi industri 4.0, perkembangan dunia IT yang semakin cepat dan memaksa kita untuk lebih melek teknologi untuk dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang ada. Pandemi Covid-19 bisa dikatakan sebagai titik balik terjadinya revolusi besar-besaran dalam dunia kerja, misal dengan adanya penerapan WFO-WFH, dan rapat-rapat yang tadinya mengharuskan adanya tatap muka secara langsung, menjadi lebih banyak diselenggarakan via daring. Perbedaan sistem kerja ini pada akhirnya berdampak pada perubahan kualitas sumber daya manusia yang diinginkan oleh dunia kerja.

Skill dan Pembelajaran di Era Globalisasi

Saat ini kita ada di era yang mengutamakan penggunaan teknologi di segala bidang, salah satunya adalah automasi kerja yang ditandai dengan banyaknya pekerjaan yang tadinya dilakukan oleh manusia digantikan dengan mesin. Oleh karena itu, perubahan preferensi kualitas sumber daya manusia di era globalisasi ini tidak terelakkan lagi. Jika dulu banyak diperlukan tenaga kerja teknis yang mengutamakan hard skill, saat ini para pemberi kerja lebih menginginkan tenaga kerja dengan dibekali soft skill yang mumpuni.

Perubahan preferensi skill ini nyatanya telah diprediksi sejak lama. World Economic Forum dalam future jobs report tahun 2016 menyebutkan bahwa ada 10 skill yang harus dimiliki untuk bisa bersaing di era globalisasi, yakni complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, judgement and decision making, service orientation, negotiation, dan cognitive flexibility. Metode pembelajaran pun banyak mengalami penyesuaian demi mencetak sumber daya manusia unggul yang dibekali soft skill dan hard skill yang berkualitas, sehingga mampu bersaing ketika memasuki dunia kerja nantinya.

Merespon hal tersebut, pembelajaran abad 21 berupaya untuk mengintegrasikan kemampuan literasi, kecakapan pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta penguasaan teknologi. Dengan perbedaan fokus pembelajaran, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang kreatif dan inovatif, mampu berpikir kritis, mahir memecahkan masalah, komunikatif, serta mampu berkolaborasi dalam mencapai tujuan.

Sejalan dengan kebutuhan pembelajaran di abad 21, Georgette Yakman, menghadirkan metode pembelajaran STEAM, yang didefinisikan sebagai “Sains dan Teknologi, yang ditafsirkan melalui Teknik dan Seni, semua berdasarkan unsur-unsur Matematika”. Sejalan dengan definisinya, STEAM terdiri atas lima disiplin ilmu yakni Sains (Science), Teknologi (Technology), Teknik (Engineering), Seni (Art), dan Matematika (Mathematic). Kolaborasi dari kelima disiplin ilmu tersebut secara terpadu akan membantu peserta didik untuk mampu memecahkan masalah secara lebih baik, mendalam, dan komprehensif.

Masih ingat 10 skill yang kita bahas sebelumnya? Penerapan pembelajaran STEAM yang berbasis diskusi dan kolaborasi dalam pemecahan masalah, secara bersamaan akan membantu peserta didik mengasah dan mengembangkan kemampuannya untuk berpikir kritis, berkomunikasi dan bekerjasama dengan orang lain, serta menciptakan ide dan inovasi untuk menemukan solusi. Skill-skill inilah yang di masa depan akan sangat berguna dalam segala aspek kehidupan, terutama ketika memasuki dunia kerja.

Pendidikan di Luar Negeri

Di Amerika sendiri, pendekatan STEAM telah diaplikasikan pada sistem pendidikan mulai dari jenjang pendidikan pra-TK hingga universitas. Pendekatan ini memungkinkan peserta didik untuk menggali informasi secara aktif, terlatih untuk berpikir kritis, serta bekerja sama untuk memecahkan suatu masalah. Pendekatan ini telah terbukti membawa Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang sistem pendidikannya menjadi panutan negara-negara lain di dunia. Hal ini dibuktikan dengan data dari World University Ranking 2021 yang mencatat bahwa 8 dari 10 universitas terbaik dunia berada di Amerika Serikat.



Mahasiswa Indonesia juga memiliki minat yang sangat tinggi untuk dapat mengenyam pendidikan di luar negeri. Berdasarkan data UNESCO Institute of Statistics, selama tahun 2021 terdapat 53.604 mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di luar negeri, di mana Amerika Serikat merupakan negara nomor 3 yang paling diminati dengan jumlah mahasiswa Indonesia sebanyak 7.984 orang. Walaupun biaya pendidikan dan biaya hidup di Amerika Serikat cukup tinggi, namun hal ini tidak menyurutkan minat mahasiswa untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang sangat baik di sana.

Pendidikan Ala Amerika di Indonesia

Lalu bagaimana jika belum berkesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi di Amerika Serikat? Jangan khawatir, ternyata lembaga pendidikan tinggi dalam negeri sudah ada yang menerapkan pembelajaran berbasis STEAM seperti di kampus-kampus Amerika Serikat, yakni Sampoerna University. Di Sampoerna University, mahasiswa akan diajak untuk lebih banyak berdiskusi dan terlibat dalam berbagai proyek, sehingga mereka akan terlatih untuk mengembangkan daya kreativitas dan inovasi. Di samping itu, kampus ini juga menjalin kerja sama dengan banyak universitas di luar negeri, salah satunya University of Arizona untuk menyediakan program Dual Degree. Dengan kata lain, mahasiswa mendapatkan banyak keuntungan. Yang pertama, mahasiswa tidak perlu jauh-jauh pergi ke Amerika Serikat untuk merasakan atmosfer pendidikan di sana. Keuntungan kedua adalah tidak perlu mengeluarkan biaya yang sangat tinggi untuk belajar di luar negeri. Apakah itu saja? No, masih ada keuntungan ketiga berupa kesempatan untuk meraih dua gelar sarjana sekaligus, yakni nasional dan internasional. Selain itu, berkuliah di Sampoerna University juga membuka kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di kampus-kampus bergengsi di luar negeri.

Pada intinya, pendidikan yang terbaik tentu akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi pula. Pembelajaran STEAM telah terbukti dapat mengasah soft skill yang dibutuhkan di era globalisasi, seperti kemampuan untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan pemecahan masalah. Jangan lupa, ilmu dan skill bisa diperoleh dari mana saja, dari siapa saja, dan dengan berbagai macam cara. Teruslah berusaha mengasah soft skill yang ada dalam diri dengan cara banyak bertemu dengan orang lain, bergabung dengan organisasi atau kepanitiaan tertentu, mengikuti kompetisi, atau hal-hal lain yang bisa meningkatkan nilai dan kompetensi diri. Selamat mempersiapkan diri menjadi manusia yang berdaya saing global!

 



 

Sumber:

https://wartaguru.id/pembelajaran-abad-21-pengertian-model-dan-konsep-4c/

www.affordablecollegesonline.org

https://goodstats.id/article/tertarik-kuliah-di-luar-negeri-inilah-negara-paling-diminati-pelajar-indonesia-689FQ

https://edukasi.kompas.com/read/2021/12/27/151900671/tak-perlu-jauh-jauh-kuliah-berstandar-amerika-juga-ada-di-indonesia

https://www.weforum.org/agenda/2016/01/the-10-skills-you-need-to-thrive-in-the-fourth-industrial-revolution/

0 komentar:

Posting Komentar