Sabtu, 22 September 2012

Sejumput rindu buat Bunda

0

Bun, apa kabar? Aku di sini baik-baik aja. Bunda juga kan? Bun, aku kangen banget sama bunda. Sudah lama kita nggak ketemu. Tapi, aku emang selalu kangen sama bunda. Tiap mau makan, aku inget kalo bunda yang selalu masakin aku sama adek. Bunda selalu bingung mau masak apa, karena aku sama adek sering rebutan dimasakin sama bunda. Biasanya, bunda pasti dengan sabar menenangkan aku sama adek, dan janji bakal masakin apa yang kita minta, tapi gantian.

Tiap mau berangkat sekolah, aku juga selalu inget tangan lembut bunda yang nggak pernah lupa untuk mengelus rambutku. Kemudian mengecup keningku dengan sayang, berpesan agar aku belajar yang rajin di sekolah. Lalu bunda akan mengantarku sampai ke pagar, melihatku sampai hilang dari pandangan bunda.

Bun, Arinda sayang banget sama bunda. Bunda juga pasti sayang sama Arinda. Doain Arinda supaya bisa sukses, bisa buat bunda dan ayah bangga dan bahagia punya Arinda. Arinda kangen sama bunda..

Arinda menyeka buliran bening yang mengalir dari sudut matanya. Album foto itu masih terbuka lebar. Foto masa kecilnya dengan seorang wanita cantik. Wanita yang dipanggilnya bunda, yang sudah ada di surga.

Oh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu
ada di dalam hatiku..

0 komentar:

Posting Komentar