Sabtu, 29 September 2012

If you're not the one :)

6

Hujan merambahi sore senduku hari ini. Aku sendirian di rumah, dengan pikiran yang mulai berkecamuk sejak siang tadi. Biasanya aku sangat suka tidur siang, jika sedang tidak ada kerjaan. Kebetulan, pekerjaanku sebagai editor freelance sedang tidak begitu ramai request. Jadi aku bisa sedikit bersantai. Tapi tidak dengan hari ini. Beberapa jam yang lalu, air mataku sempat tumpah.

Seseorang yang entah siapa, mengirimkan foto melalui akun whatsApp-ku. Foto Aldi, pacarku, dengan seorang wanita. Memang itu foto biasa, aku tidak mendapati keduanya sedang berpelukan atau semacamnya, yang bisa mengundang berbagai penafsiran. Tapi, seseorang itu mengatakan bahwa wanita yang ada di foto itu adalah mantan kekasih Aldi. Tidak biasanya dia tidak memberitahuku jika akan pergi atau bertemu dengan seseorang.

Aku mempermainkan handphone-ku, menimbang-nimbang apa aku akan menelepon Aldi atau tetap tersiksa dengan prasangkaku sendiri. Aku menerawang ke luar jendela. Ingatanku melayang ke waktu kurang lebih setahun yang lalu. Saat Aldi menyatakan cintanya padaku. Sungguh aku tidak melihat sedikitpun kebohongan di dalamnya. Aku dan dia memang tidak sering saling mengatakan cinta. Tapi itulah yang membuat sensasinya tetap sama.


Aku tetap bisa merasakan tubuhku menghangat setiap dia mengatakan "aku cinta kamu". Aku juga masih saja betah untuk memandang matanya lama-lama ketika dia mengatakan "aku sayang kamu", adan kemudian menemukan ketulusan yang dalam di sana. Aku masih saja merasakan ada setrum kecil yang menjalari tanganku setiap jemarinya memasuki sela-sela jemariku. Ah, tidak mungkin Aldi adalah orang yang salah.

I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you, then why does my heart tell me that I am?
Is there anyway that I can stay in your arms?

Satu tahun lebih, dan ini hubungan ter-adem ayem-ku. Aku dan dia sangat-sangat jarang bertengkar. Yang paling aku suka adalah, semarah apapun, sebete apapun, semua itu hanya bertahan satu hari, paling lama. Aku dan Aldi tidak pernah betah untuk jauh atau bahkan sekedar merasa jauh. Banyak hal yang sudah kami lalui selama ini. Susah, senang, marah, keberhasilan, kekecewaan, belajar, dan saling mengisi satu sama lain. Sampai detik ini, perasaanku masih sama, bahkan semakin besar.

If you're not the one, then why does my soul feel glad today?
If you're not the one, then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine, then why does your heart return my call?
If you you are not mine, would I have the strength to stand at all?

Aku memantapkan hati, lalu...

"Halo.."
"Halo sayang, ada apa?"
"Mmm, nggakpapa. Kamu lagi apa?"
"Ini, baru nyampe rumah. Oiya, aku lupa mau bilang sesuatu.."
"Bilang apa?"
"Tadi siang tiba-tiba ada mantanku dateng ke rumah. Aku juga bingung, dia mau ngapain. Aku putus sama dia udah lama padahal. Dia minta ditemenin jalan. Aku turutin, kasian, dia jauh-jauh dateng dari Jakarta.."
"Oh.."
"Kok oh? Kamu marah?"
"Mmm, kamu masih ada perasaan sama dia?"
"Kamu ini ngomong apa sih?"
"Aku kan cuma tanya, tinggal jawab aja kenapa sih..", aku tak sabar mendengar jawabannya. Salah-salah jawabannya bisa membuat hujan turun di dalam kamarku juga, dari kedua mataku.
"Kamu mau tahu jawabannya?"
"Iyaaa, ayo dijawaaaabb.."

Klik. Telponku diputus. Aku tersentak. Kututup wajah dengan kedua telapak tanganku. Aku bisa merasakan mataku panas, ada sesuatu yang sedang kutahan untuk keluar.

Tingtong! Bel rumahku berbunyi. Aku berkaca, kalau-kalau ada tamu penting, aku tidak mau tamu itu melihatku berair mata. Kurapikan sedikit rambut sebahuku.

Aku membuka pintu. Dan..

"Selamat hari ketemu pertama kali.."

Aldi di hadapanku. Membawa sekotak eskrim coklat favoritku. Aku kaget bukan kepalang. Jawaban macam apa ini. Aku masih bingung, dan tampaknya Aldi menyadari kebingunganku.

"Hari ini, tanggal ini, dua tahun yang lalu.. Pertama kalinya kita ketemu. Dan untuk itu, aku bersyukur sama Tuhan, karena sudah menyelipkan pertemuan sama kamu dalam cerita hidupku.."

Astaga. Aku lupa. Tahun lalu pun kami melakukan hal yang sama, makan eskrim vanilla chocochip favoritnya, dan tahun ini giliran eskrim favoritku yang jadi menunya. Betapa sibuknya aku akhir-akhir ini, sampai melupakan salah satu hari penting.

Aku tak bisa lagi menahan haru, air mataku tumpah, Aldi mengusap air mataku dengan punggung tangannya. Dia tersenyum, senyum paling menenangkan sedunia. Senyuman ini masih untukku, sampai detik ini. Dan sepertinya aku tak peduli dengan hari esok. Aku hanya ingin menjalani hari ini, dengan seindah-indahnya, di samping Aldi..

I never know what the future brings
But I know you're here with me now
We'll make it through and I hope
You are the one I share my life with

6 komentar:

  1. Bagus, mengingatkanku akan suatu kisah yang sama dan semoga berakhir dengan indah seperti cerita ini :)

    BalasHapus

  2. makasii

    aamiin, kisah apapun itu, semoga akhirnya bahagia :)

    BalasHapus
  3. ceritanya bagus, semoga penulisnya merasakan seperti cerita tsb...

    BalasHapus
  4. amiinn, doanya bagus semoga yang meminta dan menginspirasimu juga berakhir bahagia :)

    BalasHapus