Sabtu, 22 September 2012

pulanglah, cinta

0

Rio mengucek-ucek matanya sekali lagi. Matanya tidak gatal, tapi ada yang membuatnya merasa janggal. Seakan tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya. Sesosok wanita yang telah lama dikenalnya. Bukan hanya lama, tapi sangat lama. Bertahun-tahun, sampai dua tahun yang lalu wanita itu pergi. Sementara Rio membuat perjanjian dengan hatinya sendiri, bahwa ia akan menjaga hatinya untuk wanita itu seorang. Entah sampai kapan, jangka waktu yang ia sendiri tak tahu pasti.

Lalu wanita itu sekarang berada di sana. Di sudut taman, dengan sebuah buku yang digenggamnya. Ia tampak sibuk membaca. Sambil sesekali dibenarkan letak poninya yang mulai kepanjangan. Rupanya ia belum menyadari kehadiran Rio di sana. Pelan-pelan Rio menghampiri wanita itu.

"Tania?", tanyanya pelan. Wanita cantik di depannya mendongakkan kepala. Rio membelalakkan matanya seperti masih saja tak percaya.

"Rio? Kamu ngapain di sini?", wanita itu tampak kaget. Suaranya terdengar sedikit bergetar.

"Kapan kamu kembali ke sini? Kenapa nggak kasih tau aku?"

"Aku.. Aku..", suara Tania semakin lirih. Kemudian air mata mulai membanjiri kedua pipinya yang lembut. Seperti ada yang menyesaki dadanya sejak lama, berranta-rantai kalimat keluar dari mulut mungilnya. Banyak yang terjadi selama dua tahun ia meninggalkan Rio. Impiannya sebagai balerina profesional masih jelas tergambar di matanya yang jernih. Tapi cahaya semangat itu terlihat mulai meredup. Rio tak sanggup berkata-kata. Wanita yang demikian dicintainya, ditunggu sekian lama. Tania yang sedang menangis di depannya, seperti bukan Tania yang selalu tersenyum ceria untuknya dua tahun yang lalu.

Summer turned to winter
And the snow it turned to rain
And the rain turned into tears upon your face
I hardly recognized the girl you are today
And, God, I hope it's not too late

"Tania, kamu yang aku tunggu, dan itu nggak berubah sampai detik ini..", Rio menatap Tania sambil tersenyum. Hangat digenggamnya kedua telapak tangan Tania. Setelah melihatnya tersenyum, Rio merasa lega. Didorongnya kursi roda yang kini merengkuh tubuh Tania, penuh cinta.

'Cause you are not alone
And I am there with you
And we'll get lost together

0 komentar:

Posting Komentar