Kamis, 20 Maret 2014

Jika Kamu Membenciku

5

Jika kamu tiba-tiba merasa benci kepadaku. Aku memang tidak bisa mencegahnya. Aku hanya bisa menyarankan, bacalah lagi blog ini. Bacalah beberapa postingan yang kamu tahu pasti itu bercerita tentangmu, tentang hari-hari yang pernah kita habiskan. Tentang hujan dan mentari yang pernah kita lalui untuk berusaha menghadirkan pelangi.

Jika kamu tiba-tiba merasa benci kepadaku. Aku memang tidak bisa menghalanginya. Aku cuma bisa mengingatkanmu, buka lagi kotak merah itu. Buka lagi beberapa lembar terakhir dari buku yang aku hadiahkan kepadamu. Itu buku pertamaku, buku bersejarahku. Dan kamu tahu kalau di bagian akhir, ada satu tulisan yang khusus aku buat untukmu. Bacalah lagi, di sana ada hal-hal yang dulu membuatku malu untuk menceritakannya padamu.

Jika kamu tiba-tiba merasa benci kepadaku. Aku memang tidak bisa menghentikannya. Maka maafkanlah aku. Ingat saja bahwa aku dan kamu pernah punya hari-hari yang demikian indah. Aku dan kamu pernah punya waktu yang dirangkai dengan hati-hati, dan tidak direncanakan untuk dilupa suatu saat nanti.

Jika kamu tiba-tiba merasa benci kepadaku. Aku memang tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi semoga rasa benci itu tidak membuatmu merasa sakit sendiri. Semoga rasa benci itu tidak menghilangkan kebaikan-kebaikan yang ada pada dirimu.

Jika kamu tiba-tiba merasa benci kepadaku, aku harap kebencian itu hanya sampai pada batas kata "jika".. :)

5 komentar:

  1. Aaaaaaaaaaakkk!! Beraaaattt :))) kata-katanya berat

    BalasHapus
  2. katanya kan, "Jika kamu membenciku, ingatlah bahwa aku tak pernah membencimu?"

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener juga ini, kenapa ga kepikiran ya.. kalimatmu bagus buat ending postingan ini deh.. hehehe.. salam kenal :)

      Hapus