Rabu, 19 Maret 2014

Sejenis Penghematan Bahasa, kah?

2

Akhir-akhir ini, makin banyak singkatan di mana-mana. Singkatan apa? Singkatan macam HBD WYATB, GWS, dan sebangsanya. Jadi makin sering ngebaca singkatan-singkatan kayak gitu di facebook, twitter, chat, bahkan sms. Fenomena apa sih, ini? Efisiensi bahasa?

Aku sendiri nggak termasuk orang yang suka pakai singkatan-singkatan macam itu. Nggak tahu ya, rasanya kayak nggak niat, nggak bener-bener tulus dan senang hati untuk ngasih ucapan. Bahkan kapan hari, frase 'Happy Birthday' yang udah disingkat jadi HBD, disingkat lagi jadi HB. Oh meeen, HB apaan? Hemoglobin?

Kangen deh sama masa-masa beberapa tahun lalu, ketika HBD WYATB masih berupa ucapan selamat ulang tahun dengan doa yang panjang dan segambreng. Walaupun doanya terkesan itu-itu aja (panjang umur, sukses, sehat selalu), tapi kerasa lebih menyenangkan untuk dibaca. Kangen juga ketika GWS masih kalah populer sama ucapan 'semoga cepet sembuh, ya..' yang kalau dibaca lebih bisa memberi rasa hangat.

Entah apa yang terjadi sekarang. Apa mungkin orang-orang sudah tidak tertarik dengan bahasa? Apa sudah kehilangan rasa untuk mengungkapkan sesuatu dengan panjang lebar? Atau memang kekurangan stok kosa kata?

Lebih baik menjadi satu lilin yang menyala daripada ikut meredup bersama yang lainnya.

Itu prinsipku, dan berlaku pula dalam fenomena singkat menyingkat kata ini. Aku nggak cocok dengan style nyingkat-nyingkat gitu, jadi aku nggak ikut-ikutan hanya karena banyak orang yang melakukannya. Sampai detik ini, aku masih mengucapkan selamat ulang tahun dengan doa yang panjang dan personal. Aku juga masih mengucapkan semoga cepet sembuh disertai candaan dan tanda senyum di bagian akhirnya, siapa tahu itu bisa membuat si sakit merasa agak lebih baik dan bisa tersenyum juga. Who knows?

Memang semua bergantung sama niatnya, tapi, kalau niat memang baik dan tulus, nggak ada salahnya kan memberi sedikit 'rasa' lewat susunan kata yang indah? :)

2 komentar:

  1. Belajar memaknai arti aksara. Betapa dalamnya makna kata yang akan tercipta

    BalasHapus
    Balasan
    1. pembelajaran seumur hidup, karena masing-masing orang punya style nya sendiri dalam menggunakan kata-kata :)

      Hapus